Updates from Desember, 2007 Hide threads | Tombol Pintas

  • Redemption behavior of Individual Investors on various mutual funds 

    ghifi 3:49 pm on December 30, 2007 Permalink | Balas

    The primary purpose of This writing is to study the behavior of fund redemption done by investors by looking at the portfolio asset of One of the government bank in the period of 2005 until 2006 using regression test with a few variables to see the impact of these variables on the redemption magnitude. Literally, redemption behavior in the stock market is identical with disposition effect.

    In the beginning this study is introducing shariah investment instrument in order to boost real economic sectors and to give alternatives to financing provided by conventional banking industry and introducing of the Wealth Management & Mutual Fund industry background accompanied with problem formulation, research scope & goal as well as the framework of this research in relation with individual investor behaviors. This section is followed by revealing the general framework utilized in behavioral finance by Daniel Kahneman and Amos Tversky (1979), and followed by the phycological phenomena and their development and accompanied with general development in mutual fund industry as well as research study by Investment Company Institute on mutual fund redemption by individual investors. Next, this research relies on regression methodology combined with non-parametrically hazard rate λ0(t) (Han and Hausman(1990), Meyer(1990)) to see any probability on the redemption behavior when investor obtained accrued Gain or accrued Loss after purchasing fund. The combination of these two methodologies will result on an accurate as well as a robust output in order to measure redemption behavior on various mutual funds. The primary study is the daily asset appreciation and depreciation in the period of 2005-2006 with a purpose to see redemption behavior during and after crash as well as whether there is any different with a normal condition. A study done by Ivkovic, Zoran., & Scott Weisbenner,(2006) mentioned that mutual fund redemption was driven by the “absolute” performance of the fund.

    The research also shows that in the year of 2005 until 2006, the decision making by individual investors in one of government bank for redemption is based exclusively on “absolute” fund performance. This finding can be concluded based on daily aggregate data used to construct Gain, Loss, Daily Return and Outflow. In addition, this research does not find any significant relation between variable Gain and redemption behavior shown by the coefficient Gain = 0.

    The other finding shows that the volatility of certain mutual fund type can be bigger than any other type of mutual fund. For example, fixed income mutual fund has the biggest asset allocation of 44% in the period of 2005 and 36.7% in the period of 2006 (Bapepam), which could result in a bubble condition since the hazard rates in any type of mutual funds have the same magnitudes.

    The challenge here is to understand how and what structure of investors’ behavior in redemption decision especially in the year of 2005 in relation with the significant hazard rate. For scholars the study help to conclude that Indonesian’ Mutual fund industry is erratically driven by macro economics condition. For mutual fund players, it is time to diversify products and gradually increase their competency in the industry, since investors demand has exceeded expectation from which, it is partly driven by innovative solutions offered by the industry.

     
  • Perilaku Pencairan Dana Investor Individu Pada Berbagai Macam Reksa Dana 

    ghifi 10:43 am on December 29, 2007 Permalink | Balas

    Artikel ini mempunyai tujuan utama yaitu mengetahui perilaku redemption yang dilakukan oleh para nasabah dikaitkan dengan kondisi portfolio asset salah satu Bank BUMN yang menjadi sample tahun 2005 – 2006, melalui pola uji regresi beberapa vaiabel kandidat, untuk melihat pengaruh variabel tersebut terhadap besaran redemption. Dalam literatur-literatur behavioral finance disebutkan bahwa perilaku redemption yang mendominasi pada stock di pasar modal umumnya yaitu melakukan realisasi keuntungan terlalu dini apabila harga stock tersebut mengalami kenaikan, dan melakukan penahanan realisasi kerugian apabila harga stock tersebut mengalami penurunan, sering disebut sebagai disposition effect.

    Pada awal penulisan artikel ini memperkenalkan latar belakang instrumen investasi syariah untuk mendorong sektor riil yang diharapkan akan mengimbangi pembiayaan yang diberikan oleh perbankan dan perkembangan industri Wealth Management dan reksa dana di Indonesia yang diikuti oleh rumusan permasalahan, tujuan penulisan, lingkup penulisan, dan kerangka penulisan yang berkaitan dengan orientasi dan sample perilaku investor individu Salah satu Bank BUMN yang menjadi sample. Kemudian di bab selanjutnya penulis mengemukakan mengenai kaedah yang umum dipakai di bidang behavioral finance terutama riset yang dilakukan oleh Daniel Kahneman and Amos Tversky (1979), disertai dengan fenomena perkembangannya yang dilengkapi dengan perkembangan industri reksa dana secara umum ditambah dengan reksa dana syariah khususnya yang disertai dengan hasil survey atau wawancara yang dilakukan oleh Investment Company Institute (ICI) kepada investor individu yang mengambil keputusan redemption pada reksa dana. Latar belakang perusahaan menjadi topik pembicaraan pada bab berikutnya yang dilengkapi dengan metodologi penulisan. Studi artikel ini dalam penulisannya menggunakan metodologi regresi yang dikombinasikan dengan metodologi non-parametrically hazard rate λ0(t) (Han dan Hausman(1990), Meyer(1990)).untuk melihat kemungkinan penjualan reksa dana pada hari setelah melakukan pembelian pada kondisi baik mendapatkan accrued Gain maupun kondisi buruk mendapatkan accrued Loss. Gabungan dua metodologi ini akan menghasilkan output yang relatif akurat sebagai model pengukur perilaku redemption pada portfolio asset yang terdiri dari berbagai jenis reksa dana. Pokok penulisan dalam study adalah daily asset appreciation dan depreciation selama periode 2005-2006 dengan tujuan memperoleh gambaran perilaku redemption reksa dana pada kondisi crash reksa dana, dan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan dengan masa normal. Sebuah studi oleh Ivkovic, Zoran., & Scott Weisbenner,(2006) memperlihatkan bahwa fund redemption ditentukan oleh performa “absolute” pada fund.

    Hasil penulisan pada artikel ini menunjukkan bahwa selama periode tahun 2005 sampai dengan tahun 2006, investor individu yang menjadi nasabah Salah satu Bank BUMN yang menjadi sample mengambil keputusan melakukan redemption adalah secara eksklusif didorong oleh performa ”absolute” dananya. Hal ini dapat disimpulkan dengan cara mengumpulkan data agregat harian individu investor untuk mengkonstruksi data Gain, loss, daily return dan outflow.

    Penulisan ini tidak menemukan hubungan yang signifikan antara variabel Gain dengan perilaku redemption yang ditunjukkan melalui coefficient Gain ≈ nol, hal ini terkait dengan persepsi investor individu untuk mengejar dan membeli reksa dana yang memiliki performa ”relative” lebih baik.

    Temuan lainnya juga menunjukkan bahwa besaran volatilitas jenis reksa dana tertentu (baik syariah maupun konvensional) lebih besar dibandingkan dengan jenis reksa dana lainnya. Sebagai contoh reksa dana pendapatan tetap yang memiliki alokasi aset kelolaan hingga 44% di tahun 2005 dan 36.7% di tahun 2006 (Bapepam), dengan semakin besar alokasi aset kelolaan maka semakin besar pula ”bubble” pada reksa dana tersebut karena hazard rate pada semua jenis reksa dana yang deteliti yang terdiri dari reksa dana saham, pendapatan tetap, dan campuran memiliki kemiripan pola, maka semakin besar daily return khususnya pada jenis reksa dana pendapatan tetap, semakin besar pula volatilitasnya. Ini juga berarti volatilistas reksa dana saham yang pada tahun 2007 bertumbuh sangat siknifikan juga jauh leibh besar dibandingkan dengan reksa dana lainnya, dan ketika bubble pada reksa dana tersebut meletus, maka pengaruh terbesar yang dirasakan adalah pada reksa dana golongan ini.

    Kemudian bagi penulis, adalah tantangan untuk mengetahui bagaimana dan seperti apa struktur behavior investor individu di dalam mengambil keputusannya seperti yang dialami oleh industri reksa dana di tahun 2005 yang kemudian dikaitkan dengan perubahan besaran hazard rate yang signifikan. Sedangkan bagi akademisi, hal ini semakin menguatkan kesimpulan bahwa industri reksa dana Indonesia memiliki bentuk pasar yang sangat dipengaruhi oleh kondisi makro ekonomi negara tersebut. Bagi pelaku industri reksa dana adalah waktu yang tepat untuk melakukan diversifikasi produk dan meningkatkan kompetensinya karena begitu cepat perkembangan industri ini, ditambah lagi dengan investor yang semakin menuntut untuk mendapatkan produk dan layanan nilai tambah dari industri ini.

     
  • Edensor 

    ghifi 11:59 pm on December 26, 2007 Permalink | Balas

    Saya agak tergelitik ketika saya membaca sekilas novel karya ketiga dari empat novel seri laskar pelangi oleh Andrea Hirata ini. Novel ini mengingatkan saya kepada masa lalu sewaktu saya sedang kuliah di negeri Paman Sam. Cerita novel ini yang ringan dan lucu, tetapi memberikan perenungan telah mengembalikan kepada nostalgia saya di masa yang lalu.

    Novel Edensor menceritakan petualangan si penulis dalam rangka menemukan jati diri dan cintanya dengan melakukan petualangan keliling eropa sebagai “backpacker”. Menurut penulis menjadi turis backpacker sangat seru karena tidak dibatasi oleh rute-rute wisatawan tertentu maupun jadwal travel yang sudah memiliki jadwal ketat dan terbatas. Sebagai backpacker kita mempunyai kesempatan untuk melakukan eksplorasi semau dan semampu kita, karena biasanya dengan uang yang pas-pasan, Seorang backpacker mem butuhkan kreativitas ketika uangnya cekak misalnya mengamen dengan menyanyi atau memainkan alat musik, menari, bahkan beraksi menjadi patung. Makan, minum dan menginapnya juga sembarangan, seperti di stasiun kereta, terminal bus, emperan toko, maupun masjid dan gereja tergantung keadaan. Justru dengan gaya hidup yang seperti itu petualangan malah berbuah pembelajaran. Si Andrea ketemu banyak backpacker dari berbagai Negara yang sudah malang melintang, bertemu dengan segala macam orang dari berbagai macam latar belakang dan budaya Negara-neraga yang disinggahi, bahkan ketemu dengan orang Indonesia yang sudah lama tinggal di eropa timur dan menjadi pest exterminator. Petualangan ini juga bertujuan untuk mencari cinta yang sudah lama hilang yang hanya bisa ditemui nama kekasihnya melalui search engine di internet. Cinta juga membuat mental penulis menjadi kuat karena dengannya si penulis bisa mensinggahi 31 negara sampai ke Afrika! Dengan bekal yang luar biasa pas-pasan! Memang tidak biasa jiwa muda sang penulis yang mempunyai mental Seorang backpacker kawakan walaupun sebenarnya mental penulis ini ciut pada awalnya.

    Bertemu dengan orang-orang dari berbagai latar belakang membuat saya berpikir ternyata begitu banyak hal yang dapat dipelajari dari orang-orang tersebut, dan tidak hanya menjadi katak dalam tempurung yang terbelenggu dengan peringai kita sendiri. Ternyata orang-orang asing yang ditemui lebih peduli kepada orang lain bahkan kepada bangsa kita dibandingkan dengan orang-orang bangsa sendiri. Tentunya tidak harus melalui petualangan yang ekstrim seperti yang dilakukan oleh Andrea dan saudaranya itu.

    Si penulis juga menceritakan bagaimana dedikasinya dalam menyelesaikan studinya karena saudaranya terserang penyakit asma yang disebabkan oleh alergi udara dingin sehingga harus dikirim pulang ke tanah air dan harus menunggu musim panas berikutnya untuk dapat menyelesaikan studinya. Ditambah dengan sang dosen pembimbing yang merupakan pakar di bidang ekonomi telekomunikasi yang akan pensiun dan kembali ke negaranya di Inggris sedangkan sang penulis tinggal di Paris di Universitas Sorbone. Sungguh berat perjuangan penulis untuk dapat membagi keseimbangan antara belajar di kampus dan belajar di kehidupan nyata.

    Mungkin bekal petualangan yang tidak harus ekstrim dan pengalaman belajar seperti itu menjadikan rekan-rekan yang bersekolah di luar negeri memiliki nilai tambah, karena bisa melihat dunia dan kehidupan dengan berkelana dibandingkan dengan kita yang sehari-hari menghadapi kerutinan yang sangat membosankan yaitu kantor, pekerjaan rutin, dan lingkungan yang homogen tidak banyak berubah, dan doktrin-doktrin kuno di sekitar kita yang memarjinalkan keberadaan kita. Wallahu’alam bi shawab

     
  • SAHAM SEKTOR PROPERTI DI INDONESIA PASCA KRISIS SUBPRIME MORTGAGE 

    ghifi 5:22 pm on December 21, 2007 Permalink | Balas

    Prof. Roy Sembel, Ph.D
    Dekan FE Universitas Multimedia Nusantara

    Perkembangan teknologi digital dan transportasi, peningkatan kemakmuran, serta liberalisasi ekonomi telah membawa dunia ke dalam era globalisasi dengan berbagai konsekuensinya. Konsep uang dan batas negara menjadi sumir. Uang dapat berubah wujud dan berpindah tempat dalam sekejap (misalnya, dari uang tunai dalam rupiah berubah menjadi dollar AS dan saham Google di AS, kemudian menjadi dollar Singapura dan aset properti di Singapura).

    Di satu sisi, fleksibilitas ini secara konseptual akan mempercepat bekerjanya mekanisme pasar untuk mengalokasikan sumber daya ke tempat yang paling memberikan nilai tambah lintas tempat dan waktu. Di sisi lain, terjadi ekses berupa volatilitas yang terlalu berlebihan sehingga menyulitkan para pembuat kebijakan dan praktisi bisnis serta investor untuk merencanakan dan merancang masa depan ekonomi, bisnis, dan investasi. Buktinya terlihat jelas dalam beberapa bulan terakhir. Perekonomian dunia, khususnya di sektor finansial dan
    properti bergejolak luar biasa.

    Krisis sub prime mortgage / SPM (KPR peringkat rendah / risiko tinggi) di AS menyebabkan pasar finansial di seluruh dunia batuk-batuk. Pasar modal di Indonesia, yang kini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari pasar finansial dunia, juga terkena gelombang panasnya. Setelah mencapai rekor tertinggi pada level 2401 pada minggu terakhir bulan Juli 2007, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok double digit persen dalam hitungan minggu (bandingkan dengan tingkat bunga deposito yang hanya sekitar 6% per tahun) pada bulan Agustus 2007. Optimisme kembali bangkit di bulan September dan awal Oktober 2007, sehingga IHSG kembali melampaui rekor tertinggi dan bahkan beberapa kali membuat rekor baru mendekati level 2700.

    Namun pesimisme kembali timbul saat menghadapi kenyataan besarnya kerugian yang dialami banyak institusi keuangan dunia plus harga minyak dunia yang menembus level US$ 90 / barrel. IHSG kembali rontok beberapa hari berturut-turut pasca liburan panjang Idul Fitri,
    bahkan bisa anjlok lebih dari 4% dalam sehari (Senin, 22 Oktober 2007) sebelum kembali berbalik naik lebih dari 4% pada hari berikutnya. Jadi, krisis SPM di AS memang berdampak besar terhadap volatilitas pasar modal di Indonesia. Yang menjadi pertanyaan, apakah dampak
    tersebut nyata mempengaruhi fundamental perusahaan atau hanya sekadar efek psikologis tularan.

    Salah satu penyebab krisis SPM di AS adalah kenaikan suku bunga sejak beberapa tahun terakhir ke level di atas normal (relatif terhadap rata-rata jangka panjang) dan bertahannya suku bunga tinggi cukup lama. Konsumen KPR berisiko tinggi yang menggunakan bunga mengambang (Adjustable Rate Mortgage / ARM) banyak yang mengalami kesulitan untuk membayar cicilan yang meningkat nilainya.

    Fundamental tetap baik

    Sementara itu, di Indonesia, situasinya justru terbalik. Sejak awal 2006, suku bunga di Indonesia justru menunjukkan tren menurun dan telah mencapai level relatif rendah (relatif terhadap rata-rata jangka panjang). Suku bunga KPR di beberapa bank telah turun ke level di
    bawah 10% per tahun. Secara makro, peringkat risiko negara Indonesia menurut lembaga pemeringkat internasional juga baru saja dinaikkan (membaik), sehingga memungkinkan penurunan suku bunga lebih lanjut.

    Penurunan suku bunga ini sangat penting khususnya bagi pasar property kelas menengah ke bawah yang sangat tergantung pada KPR. Secara umum, Produk Domestik Bruto per kapita Indonesia diramalkan akan menembus angka psikologis US$ 2000 dalam 1-2 tahun ke depan.
    Untuk segmen menengah ke atas, berdasarkan riset yang dipublikasikan belum lama ini oleh sebuah lembaga keuangan internasional, jumlah orang kaya (High Networth Individual dengan dana investasi di atas US$ 1 juta) di Indonesia meningkat cepat. Jadi, potensi permintaan
    properti di Indonesia masih cukup besar.

    Saat ini terdapat 33 perusahaan dalam sektor Properti dan Real Estate yang tercatat di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Sejak pertengahan tahun 2006, indeks saham sektor properti di BEJ meningkat lebih cepat dibandingkan indeks pasar secara keseluruhan (IHSG). Momentum baik ini diharapkan akan tetap berlanjut seiring membaiknya daya beli dan indikator ekonomi makro seperti inflasi, cadangan devisa, tingkat pengangguran, dll. Tentu tidak semua saham di sektor property memiliki prospek baik. Tidak seperti sektor perbankan yang telah menyelesaikan
    restrukturisasi pasca krisis 1998, sektor properti belum tuntas menjalankan restrukturisasi. Masih ada beberapa grup perusahaan properti yang terhambat beban lama akibat krisis. Sebaliknya, bagi beberapa grup perusahaan properti yang telah terbebas dari krisis,
    inilah saatnya untuk berekspansi lebih lanjut.

    Grup perusahaan properti yang berhasil mengelola struktur permodalannya dengan baik lah yang akan mendulang manfaat besar dari potensi sektor property di masa depan. Meraih dana lewat IPO saham merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan oleh perusahaan properti
    untuk mengoptimalkan struktur permodalannya dan menurunkan risiko finansial dalam jangka panjang.

    Selain itu, untuk memanfaatkan properti yang telah ada, perusahaan properti juga bisa menerbitkan Real Estate Investment Trusts (REITs). Memang sudah ada beberapa perusahaan properti terkemuka yang telah memulai upaya ke arah REITs. Sayang sekali, alternatif ini belum bisa dilakukan di Indonesia. Produk inovatif seperti REITs, Exchange Traded Funds (ETF), Efek Beragun Aset (EBA) tampaknya masih harus menyingkirkan banyak kendala sebelum bisa menjadi kenyataan di pasar finansial Indonesia.

    Ada satu khabar baik bagi prospek saham perusahaan sektor properti di Indonesia dan para (calon) investornya. Harga lahan di pusat kota (CBD) di Jakarta, sekitar US$ 1600 per m2, masih relatif jauh lebih murah dibanding dengan harga lahan di negara tetangga misalnya Filipina. Investor dari Arab Saudi belum lama ini membeli lebih dari 7 hektar lahan di CBD di Manila seharga sekitar US$ 5000 per m2. Jadi, potensi peningkatan harga lahan yang dimiliki perusahaan properti di Indonesia, masih sangat besar.

    Kunci keberhasilan berikutnya yang juga penting mempengaruhi prospek saham properti adalah intangible asset (aset nirwujud), berupa brand (merek) dan inovasi konsep. Di era ekonomi baru yang dicirikan dengan meningkatnya porsi nilai intangibles dalam total nilai saham, penguasaan lahan dan lokasi baik saja tidaklah cukup. Developer yang visionaris bukanlah sekadar membangun rumah atau gedung, melainkan menciptakan suasana, gaya hidup, dan nuansa kehidupan.

     
  • Kisah Sukses Google 

    ghifi 5:15 pm on December 21, 2007 Permalink | Balas


    Google dan Internet adalah satu kesatuan? Anggapan ini terjadi karena Google menjadi sesuatu yang tak tergantikan dengan jutaan orang menggunakannya setiap hari melalui lebih dari 100 bahasa. Tuntutan untuk mendapatkan informasi secara langsung tentang apa pun dapat terpuaskan cukup dengan ber-google ria melalui komputer atau telepon seluler. Laki-laki, perempuan dan anak-anak telah menjadi begitu sangat bergantung kepada Google sampai tak terbayangkan oleh mereka andai harus hidup tanpa Google.

    Google memiliki daya pikat khusus bagi pengguna computer baik pemula maupun pakar yang percaya bahwa produk ini telah bertindak sebagai perluasan otak mereka. Daya pikat yang universal yang memungkinkannya mengatasi perbedaan-perbedaan dalam budaya, bahasa, dan geografi dalam prosesnya untuk menjadi favorit secara global. Untuk sebuah perusahaan baru yang tidak mengeluarkan ongkos untuk iklan atau untuk memperkenalkan merek dagangnya. Pertumbuhan Google sepenuhnya terjadi melalui cerita dari mulut ke mulut, karena pengguna yang merasa puas segera menganjurkannya kepada teman-teman mereka, sedangkan sisanya mengetahui keberadaan Google melalui media dan secara online. Di dunia yang tidak pasti, Google dengan andal menyediakan informasi Cuma-Cuma bagi siapa pun yang memerlukannya. Yang terlebih lagi hasilnya bisa datang hamper dalam seketika.

    Kebanyakan pengguna Google tak mempunyai bayangan tentang bagaimana mesin pencari ini diciptakan, apa yang menjadikannya begitu menguntungkan dan berharga, mengapa ia berhasil mengungguli beberapa pesaing yang jauh lebih bermodal, serta ke mana arah yang ditujunya di masa mendatang. Bahkan sampai sekarang, sebagian jawabannya masih rahasia, tersembunyi jauh di dalam Googleplex, sebuah kompleks milik perusahaan ini di Silicon Valley yang bernuansa abad ruang angkasa.

    Perpaduan optimal sejumlah teknologi oleh perusahaan paling inovatif di dunia ini mampu menghadirkan hasil-hasil pencarian yang superior dalam waktu supercepat. Perpaduan sangat rapi antara perangkat keras dan perangkat lunak dalam skala begitu massif maka dikenal istilah Googlewave.

    Pakar computer umumnya menganggap computer pribadi atau PC sebagai produk kacangan, sekelas alat pemanggang roti, namun Google merakit, memanfaatkan, dan terus menyempurnakan kemampuan kinerja lebih dari 100.000 buah PC yang tidak mahal. Perusahan ini membangun dan menyusun komputer-komputer ini dalam sebuah rak seukuran lemari es, membuat mereka saling terhubung menggunakan perangkat lunak dan cara penyambungan yang dipatenkan. Tak ada perusahaan yang memiliki kemampuan komputasi lebih besar daripada Google dengan jaringan bermacam-macam PC yang masinbg-masing telah diberi “obat kuat”

    Mereka sadar sejak awal bahwa apabila mereka sukses dalam perangkat keras, unsure ini bisa memberikan daya saing yang luar biasa bagi perusahaan,” katanya. Perangkat keras akan menjadi factor kunci untuk meampu melakukan pencarian secara efisien. Dan mereka mereplikasi komputer dalam jumlah sangat bear sehingga masuk akal jika itu dikerjakan sendiri.

    Selanjutnya berkat sisipan iklan-iklan teks kecil namun sangat terarah yang muncul setiap kali pengguna memakainya untuk mencari informasi, Google si mesin pencari dalam tempo hanya beberapa tahun bisa berubah menjadi Google si mesin uang. Pada tanggal 19 Agustus 2004, Google mulai go public dengan ritual penawaran saham perdana di luar kelaziman. Dengan harga 85 dollar per saham, yang menghasilkan hamper dua Miliar dolar, merupakan IPO paling besar yang pernah ditawarkan untuk sebuah teknologi. Dalam waktu kurang dari 1 tahun harga sahamnya meroket sampai lebih dari 300 Dollar per saham menjadikannya tanpa tandingan baik sebagai sebuah mesin uang maupun sebagai sebuah pusat teknologi. Dalam waktu 7 tahun setelah Google didirikan dalam tahun 1998, harga saham Microsoft tidak mengalami kenaikan sama sekali. Sedangkan dalam kurun waktu yang sama, nilai pasar Google naik pesat menjadi lebih dari 80 Miliar dollar.

    Perusahaan-perusahaan modal ventura sangat andal macam Yahoo!, Alta Vista, dan banyak perusahaan besar lain dalam bidang mesin pencari dan teknologi informasi pernah didekati oleh Stanford University dan mereka semua menampik peluang untuk membeli sistem pencarian Google meski ditawarkan dengan harga hanya 1 juta dollar. Penolakan mereka memaksa dua orang mahasiswa Ph.D. Stanford, Sergey Brin dan Larry Page, meninggalkan studi mereka untuk memulai perusahaan itu. Pada musim panas 2005, masing-masing pendirinya telah memiliki keuntungan bersih lebih dari 10 Miliar dollar.

    John Hennessy, ilmuwan komputer yang menjabat presiden Stanford Unviersity dan salah seorang direktur Google masih ingat ketika pertama kali seorang professor Stanford mengarahkan perhatiannya kepada Google dalam pertengahan 1990-an. Hennessy frustasi setiap menggunakan AltaVista mesin pencari terbaik kala itu walalupun kinerjanya cukup baik dalam menjelajah Internet, tapi sangat buruk dalam memeringkat hasil pencarian. Di kampusnya ada mahasiswa yang menemukan sebuah mesin pencari mengguankan sebuah rumus matematika baru yang dikenal sebagai PageRank, mereka berhasil menemukan sebuah ara baru yangh memungkinkan pengguanan mendapatkan hasil pencarian paling penting dalam sekejap mata.

    Semboyan ”don’t be evil” yang diterapkan oleh perusahaan pemasang iklan dan situs-situs Web. Mitra-mitra Google ini, yang jumlahnya mencapai ratusan ribu, sangat berkepentingan dengan keberlanjutan pertumbuhan dan kepberhasilan mesin pencari ini. Kami menyebut jaringan besar dan saling mendukung ini Ekonomi Google atau ” The Google Economy” dan kerja sama tersebut telah mendorong pertumbuhan mesin pencari ini sampai 7 kali lipat dalam setahun setalh go public.

    Makin marak migrasi dana periklanan dari televisi dan media cetak ke dunia online. Alasannya sederhana. Google telah berhasil menemukan cara beriklan yang efektif melalui Internet dengan mengirimkannya kepada orang-orang tertentu pada saat mereka paling membutuhkan iklan bersangkutan: yakni ketika mereka sedang berburu informasi.

    Google boleh dipakai tanpa bayar. Miliaran dolar uang dan keuntungan yang mengalir dari perusahaan ini meruapakn produk sampigan dari upaya-upaya serius perusahaan saat melakukan inovasi, alih-alih sebagai alat ukur yang digunakan sendiri untuk mengukur keberhasialn atau untuk menentukan apakah sebuah proyek cukup berharga untuk dieksplorasi. Google dalah tempat para pakar memikirkan dahulu cara memecahkan masalah, baru kemudian, setelah produk selesai, mereka boleh cemas tentang cara menjadikan produk mereka alat pencetak uang.

    Di Google, yang lebih disukai adalah bekerja dalam kelompok-kelompok kecil tiga orang, dengan tiap orang diharapkan meluangkan 20% waktu mereka untuk mengeksplorasi gagasan apa pun yang paling menarik bagi mereka. Google juga tidak memiliki lapisan manajemen mengengah sebagaimana lazimnya, struktur hierarki seperti pada perusahaan tradisional. Sementara itu, tak ada perusahaan lain bisa seperti Google dalam hal perpaduan otak, daya komputasi dahsyat, dan fokus pada hasil-hasil jangka panjang, yang menjadikannya anggota sebuah kelas tersendiri.

    Google bukan sebuah perusahaan konvensional dan tidak bermaksud menjadi salah satu diantaranya. Andai Google adalah orang seperti kita, kata Brin, ia baru masuk sekolah dasar sekitar 19 Agustus 2004, tanggal ketika perusahaan ini go public, dan ia baru menyelesaikan kelas satu dalam musim panas 2005. Kini Google sedang dalam proses mendigitalkan jutaan buku dari perpustakaan-perpustakaan di Stanford, Hardvard, University of Michigan, New York Public Library, dan Oxford. Sasarannya adalah menggelar sebanyak mungkin buku-buku ini secara online dan membuat mereka searchable, atau dengan kata lain mendobrak hambatan fisik perpustakaan-perpustakaan yang ada sekarang ini.

    Google dan para pendirinya telah berkelana cukup jauh. Bersamaan dengan ini, baik mereka maupun perusahaan ini masih muda, jadi ini baru sebuah awal.

     
  • Reksa Dana – Sebuah Alternatif Untuk Investasi 

    ghifi 11:23 am on December 20, 2007 Permalink | Balas


    Reksa dana adalah financial intermediaries yang berfungsi mengumpulkan sumber daya keuangan dari para individu dan perusahaan dan diinvestasikan pada aset porfolio yang terdiversifikasi[1]. Sebagian besar reksa dana adalah bersifat open-end[2] dimana jumlah outstanding share berfluktuasi naik dan turun setiap harinya sesuai dengan jumlah share yang diredeem dan dibeli / disubscribe. Pada reksa dana open-end investor melakukan pembelian dan penjualan share dari dan kepada perusahaan reksa dana.­ Sehingga, pada akhirnya demand dapat menentukan jumlah outstanding share dan NAB pada share. NAB ditentukan oleh nilai pasar pada underlying securities yang ada pada reksa dana dibagi dengan jumlah share-holder outstanding[3]. Tingkat pengembalian yang didapatkan oleh investor pada sharenya di reksa dana adalah merefleksikan 3 aspek pada underlying assetnya. Yang pertama, adalah income dan dividend yang diperoleh oleh asset-asset tersebut. Kedua capital Gain yang direalisasikan ketika asset tersebut dijual pada harga per unit yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga per unit pada saat pembelian. Ketiga, capital appreciation pada underlying value asset di portfolio reksa dana yang ditambahkan ke dalam share reksa dana tersebut. Untuk menyesuaikan dengan capital appreciation, asset reksa dana setiap harinya akan di marked-to market, yaitu melakukan adjustment pada nilai asset dan balance sheet yang merefleksikan harga pasar sekarang. Disamping itu, jenis reksa dana lainnya adalah closed-end yang merupakan perusahaan investasi yang memiliki spesialisasi melakukan investasi pada sekuritas dan asset perusahaan lain akan tetapi hanya memliki jumlah share yang tetap[4]. Salah satu contoh reksa dana closed-end adalah Real Estate Investment Trust (kemudian disebut REIT) yang memiliki spesialisasi melakukan investasi pada mortgages, property, atau share pada perusahaan real estat[5].

    Biaya yang dapat Dikenakan pada Reksa Dana

    Reksa dana dapat mengenakan fee kepada shareholder atas biaya layanan yang mereka berikan. Ada dua tipe fee yang dapat dikenakan kepada para investor, yaitu sales load dan fund operating expenses[6]. Load fund adalah reksa dana yang dikenakan biaya up-front sales atau fee komisi yang harus dibayarkan investor. No-load fund adalah reksa dana yang tidak mengenakan biaya up-front sales atau fee komisi kepada investor. Dalam prakteknya Wealth Management di salah satu bank BUMN sering menggunakan No-load fund kepada nasabah pegawai atau nasabah tertentu. Berdasarkan hasil interview dengan M. Kodrat Muis, research analyst pada bank BUMN tersebut tidak ada standarisasi kapan dapat dikenakan load fund dan kapan dikenakan no-load fund, tergantung dari hasil negosiasi yang dilakukan dengan nasabah. Nasabah bank BUMN ini biasanya memiliki posisi negosiasi yang cukup kuat dikarenakan dana yang mereka bawa cukup besar, yaitu minimum Rp. 500 juta. Fund Operating Expense merupakan annual fee yang dikenakan oleh reksa dana atau sering disebut dengan management fee diberikan kepada nasabah untuk menyesuaikan dengan operating cost seperti administrasi dan layanan kepada shareholder).

    Beberapa Tipe Reksa Dana[7]

    Pada industri reksa dana biasanya dibagi menjadi dua sektor yang terdiri atas: dana jangka pendek dan dana jangka panjang. Dana jangka panjang termasuk bond fund atau sering disebut dengan reksa dana pendapatan tetap, yaitu reksa dana yang terdiri dari fixed-income capital market debt securities yang memiliki maturity lebih dari satu tahun. Kemudian dana jangka panjang juga memasukkan Equity fund atau sering disebut reksa dana saham yang terdiri dari common dan preferred stock securities. Hybrid fund juga termasuk dana jangka panjang sering disebut reksa dana campuran yang terdiri dari bond dan stock securities. Dana jangka pendek termasuk di dalamnya adalah money market mutual fund, sering disebut reksa dana pasar uang, baik yang terkena pajak maupun yang tidak terkena pajak.

    Objektif-Objectif pada Reksa Dana

    Regulator mewajiban manajer investasi untuk memberikan spesifikasi objektif investasi dana yang mereka kumpulkan melalui sebuah prospectus yang tersedia kepada investor yang potensial. Prospektus tersebut harus berisi daftar sekuritas yang akan dibeli.

    Mekanisme Kerja Reksa Dana

    Investor dapat membeli sejumlah unit penyertaan dengan penentuan harga per unit ditentukan oleh NAB. Dengan memiliki unit penyertaan, maka investor telah menjadi bagian dari pemodal kolektif bersama pemodal-pemodal lain dalam suatu produk reksa dana. Seluruh pemodal memiliki bagian dalam portfolio reksa dana secara proporsional, berdasarkan dari berapa dana yang mereka investasikan. Manajer Investasi bertanggung jawab untuk menginvestasikan dana yang terkumpul tersebut ke dalam suatu portfolio efek seperti saham, obligasi, pasar uang, dan surat berharga lainnya, tergantung dari jenis dan tujuan reksa dana tersebut. Bank Kustodian berfungsi sebagai pihak yang melakukan administrasi investasi, yang antara lain meliputi penyelesaian transaksi (settlement/clearing) dengan broker atau bank, registrasi dan pendaftaran efek, perhitungan dan pembagian dividend, perhitungan kenaikan atau penurunan aset, menghitung kenaikan atau penurunan aset, menghitung kenaikan atau penurunan nilai investasi, dan pelaporan. Apabila suatu ketika terjadi hal buruk menimpa manajer investasi sehingga dinyatakan bubar, maka dana pemodal akan tetap aman tersimpan di tempat yang terpisah, yaitu bank kustodian. Bapepam-Lembaga Keuangan bertugas dalam membina, mengatur dan mengawasi kegiatan sehari-hari pasar modal di Indonesia. Dalam kaitannya dengan reksa dana, Bapepam-Lembaga Keuangan mengeluarkan peraturan-peratuiran dan pengawasan yang ketat terhadap kegiatan operasional seluruh reksa dana di Indonesia.



    [1] Saunders, A. (2000), Financial Institution Management: A Risk Management Approach, 5th ed.Boston: Irwin McGraw-Hill.

    [2] Ibid, halaman 124

    [3] Ibid, halaman 123

    [4] Ibid, halaman 124

    [5] Ibid, halaman 124

    [6] Ibid, halaman 125

    [7] Ibid, halaman 117

     
  • Keistimewaan Perbedaan Pria & Wanita 

    ghifi 1:28 am on December 12, 2007 Permalink | Balas

    An-Nisa (4) ayat 34

    Tafsir Al-Mishbah

    Pesan, Kesan & Keserasian AL-Qur’an

    M. Quraish Shihab

    “Para lelaki adalah qawwamum atas para wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain, dank arena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh ialah yang taat, memelihara diri ketika tidak di tempat, oleh karena Allah telah memelihara mereka. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan tinggalkanlah mereka di tempat-tempat pembaringan dan pukullah mereka. Lalu jika mereka telah menaati kamu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk meyusahkan mereka Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

    Hasil Penelitian Prof. Reek, Pakar psikologi Amerika, yang telah bertahun2 melakukan penelitian tentang pria dan wanita menguraikan keistimewaan pria dan wanita dari segi kejiwaannya antara lain sebagai berikut:

    1. Lelaki biasanya merasa jemu untuk tinggal berlama-lama di samping kekasihnya. Berbeda dengan wanita, ia merasa nikmat berada sepanjang saat bersama kekasihnya.

    2. Pria senang tampil dalam wajah yang sama setiap hari. Berbeda dengan wanita yang setiap hari ingin bangkit dari pembaringannya dengan wajah yang baru. Itu sebabnya mode rambut dan pakaian wanita sering berubah, berbeda dengan lelaki.

    3. Sukses di mata pria adalah kedudukan sosial terhormat, serta penghormatan dari lapisan masyarakat, sedangkan bagi wanita adalah menguasai jiwa raga kekasihnya dan memilikinya sepanjang hayat. Karena itu pria di saat tuanya merasa sedih, karena sumber kekuatan mereka telah tiada, yakni kemampuan untuk bekerja, sedang perempuan merasa senang dan rela karena kesenangannya adalah di rumah bersama suami dan anak cucu.

    4. Kalimat yang paling indah didengar oleh wanita dari pria, menurut Prof. Reek adalah,”Kekasihku, sungguh aku cinta padamu,”sedang kalimat yang indah diucapkan oleh wanita kepda pria yang dicintainya adalah,”Aku bangga padamu.”

    Psikolog wanita, Cleo Dalon, menemukan dua hal penting pada wanita sebagaimana dikuitp oleh Murtadha Muthahhari dalam bukunya Nizham Huquq al-Mar’ah sebagai berikut:

    1. Wanita lebih suka bekerja di bawah pengawasan orang lain.

    2. wanita ingin merasakan bahwa ekspresi mereka mempunyai pengaruh terhadap orang lain serta menjadi kebutuhan orang lain.

    Psikolog wanita itu kemudian merumuskan,”Menurut hematku, kedua kebutuhan psikis ini bersumber dari kenyataan bahwa perempuan berjalan di bawah pimpinan perasaan sedang lelaki di bawah pertimbangan akal. Walaupun kita sering mengamati bahwa perempuan bukan saja menyamai lelaki dalam hal kecerdasan, bahkan terkadang melebihinya. Kelemahan utama wanita adalah pada perasaannya yang sangat halus. Lekaki berpikir secara praktis, menetapkan, mengatur dan mengarahkan. Wanita harus menerima kenyataan bahwa mereka membutuhkan kepemimpinan lelaki atasnya.”

    Perlu dicatat bahwa walaupun secara umum pendapat di atas sejalan dengan petunjuk ayat yang sedang ditafsrirkan ini, namun adalah sewajarnya untuk tidak menilai perasaan wanita yang sangat halus itu sebagai kelemahan. Justru itulah salah satu keistimewaan yang tidak kurang dimiliki oleh pria. Keistimewaan itu amat dibutuhkan oleh keluarga, khususnya dalam rangka memelihara dan membimbing anak-anak.

     
  • Pemikiran SosioEkonomi Al-Ghazali 

    ghifi 7:05 am on December 11, 2007 Permalink | Balas





    Pemikiran-pemikiran ekonomi Al-Ghazali didasarkan pada pendekatan tasawuf karena, pada masa hidupnya, orang-orang kaya, berkuasa, dan sarat prestise sulit menerima pendekatan fikih dan filosofis dalam mempercayai Hari Pembalasan.

    Corak pemikiran ekonominya tersebut dituangkan dalam kitab Ihya ‘Ulum al-Din, al-Mustashfa, Mizan al-‘Amal, dan al-Tibr al-Masbuk fi Nasihat al-Muluk.

    Pemikiran sosioekonomi al-Ghazali berakar dari sebuah konsep yang dia sebut sebagai “fungsi kesejahteraan sosial islami”. Tema yang menjadi pangkal tolak seluruh karyanya adalah konsep maslahat atau kesejahteraan sosial atau utilitas (kebaikan bersama), yakni sebuah konsep yang mencakup semua aktivitas manusia dan membuat kaitan yang erat antara individu dengan masyarakat.

    Menurut al-Ghazali, kesejahteraan (maslahah) dari suatu masyarakat tergantung kepada pencarian dan pemeliharaan lima tujuan dasar, yakni agama (al-dien), hidup atau jiwa (nafs), keluarga atau keturunan (nasl), harta atau kekayaan (mal), dan intelek atau akal (aql). Ia menitikberatkan bahwa sesuai tuntunan wahyu, tujuan utama kehidupan umat manusia adalah untuk mencapai kebaikan di dunia dan akhirat (maslahat al-din wa al-dunya).

    Walaupun keselamatan merupakan tujuan akhir, al-Ghazali tidak ingin bila pencarian keselamatan ini sampai mengabaikan kewajiban-kewajiban duniawi seseorang. Bahkan pencaharian kegiatan-kegiatan ekonomi bukan saja diinginkan, tetapi merupakan keharusan bila ingin mencapai keselamatan. Dalam hal ini, ia menitikberatkan jalan tengah dan kebenaran niat seseorang dalam setiap tindakan. Bila niatnya sesuai dengan aturan ilahi, aktivitas ekonomi dapat bernilai ibadah.

    Al-Ghazali memandang perkembangan ekonomi sebagai bagian dari tugas-tugas kewajiban sosial (fard al-kifayah) yang sudah ditetapkan Allah: jika hal-hal ini tidak dipenuhi, kehidupan dunia akan runtuh dan kemanusiaan akan binasa. Ia menegaskan bahwa aktivitas ekonomi harus dilakukan secara efisien karena merupakan bagian dari pemenuhan tugas keagamaan seseorang.

    Al-Ghazali mengidentifikasi tiga alasan mengapa seseorang harus melakukan aktivitas-aktivitas ekonomi, yaitu:

    1. untuk mencukupi kebutuhan hidup yang bersangkutan;

    2. untuk mensejahterakan keluarga; dan,

    3. untuk membantu orang lain yang membutuhkan.

    Menurutnya, tidak terpenuhinya ketiga alasan ini dapat dipersalahkan oleh agama.

    “Jika orang-orang tetap tinggal pada tingkatan subsistem (sadd al-ramaq) dan menjadi sangat lemah, angka kematian akan meningkat, semua pekerjaan dan kerajinan akan berhenti, dan masyarakat akan binasa. Selanjutnya, agama akan hancur, karena kehidupan dunia adalah persiapan bagi kehidupan akhirat”

    “Manusia senang mengumpulkan kekayaan dan kepemilikan yang bermacam ragam. Bila ia sudah memiliki dua lembah emas, maka ia juga akan menginginkan lembah emas yang ketiga” Kenapa? Karena “manusia memiliki aspirasi yang tinggi. Ia selalu berfikir bahwa kekayaan yang sekarang cukup mungkin tidak akan bertahan, atau mungkin akan hancur sehingga ia akan membutuhkan lebih banyak lagi. Ia berusaha untuk mengatasi ketakutan ini dengan mengumpulkan lebih banyak lagi. Tetapi ketakutan semacam ini tidak akan berakhir, bahkan bila ia memiliki semua harta di dunia”

    PERTUKARAN DAN EVOLUSI PASAR

    “Mungkin saja petani hidup ketika peralatan pertanian tidak tersedia. Sebaliknya, pandai besi dan tukang kayu hidup di tempat yang tidak memiliki lahan pertanian. Jadi, petani membutuhkan pandai besi dan tukang kayu, dan mereka pada gilirannya membutuhkan petani. Secara alami, masing-masing akan ingin untuk memenuhi kebutuhannya dengan memberikan sebagian miliknya untuk dipertukarkan. Dapat pula terjadi tukang kayu membutuhkan makanan dengan menawarkan alat-alatnya, tetapi petani tidak membutuhkan alat-alat tersebut. Atau, jika petani membutuhkan alat-alat, tukang kayu tidak membutuhkan makanan. Keadaan ini menimbulkan masalah. Oleh karena itu, secara alami pula orang akan terdorong untuk menyediakan tempat penyimpanan alat-alat di satu pihak dan tempat penyimpanan hasil pertanian di lain pihak. Tempat inilah yang kemudian didatangi pembeli sesuai kebutuhannya masing-masing sehingga terbentuklah pasar. Petani, tukang kayu dan pandai besi yang tidak dapat langsung melakukan barter, juga terdorong pergi ke pasar ini. Bila di pasar juga tidak ditemukan orang yang mau melakukan barter, ia akan menjual pada pedagang dengan harga yang relatif murah untuk kemudian disimpan sebagai persediaan. Pedagang kemudian menjualnya dengan suatu tingkat keuntungan. Hal ini berlaku untuk setiap jenis barang.”

    (Al-Ghazali, Ihya ‘Ulumuddin, Juz III, h. 227)

    “Selanjutnya praktek-praktek ini terjadi di berbagai kota dan negara. Orang-orang melakukan perjalanan ke berbagai tempat untuk mendapatkan alat-alat dan makanan dan membawanya ke tempat lain. Urusan ekonomi orang akhirnya diorganisasikan ke kota-kota yang mungkin tidak memiliki semua alat-alat yang dibutuhkan, dan ke desa-desa yang mungkin tidak memiliki semua bahan makanan yang dibutuhkan. Keadaan inilah yang pada gilirannya menimbulkan kebutuhan alat transportasi. Terciptalah kelas pedagang regional dalam masyarakat. Motifnya tentu saja mencari keuntungan. Para pedagang ini bekerja keras memenuhi kebutuhan orang lain dan mendapat keuntungan dan keuntungan ini akhirnya dimakan oleh orang lain juga.”

    Jika petani tidak mendapatkan pembeli bagi produkproduknya, maka ia akan menjualnya pada harga yang sangat rendah… Harga makanan yang tinggi harus didorong ke bawah dengan menurunkan permintaan. Al-Ghazali menyatakan bahwa pengurangan marjin keuntungan dengan mengurangi harga akan menyebabkan peningkatan penjualan, dan karenanya terjadi peningkatan laba.

    (Konsep Elastisitas Permintaan)

    Al-Ghazali menjelaskan bahwa karena makanan merupakan kebutuhan pokok, maka motivasi laba harus seminimal mungkin mendorong perdagangan makanan, karena dapat terjadi eksploitasi melalui penerapan tingkat harga dan laba yang berlebihan. Ia menyatakan bahwa karena laba merupakan ‘kelebihan’, maka laba pada umumnya harus dicari melalui barang-barang yang bukan merupakan kebutuhan dasar.

    (Konsep Permintaan Harga Inelastis)

    Al-Ghazali mengakui motivasi mencari laba dan sumber-sumbernya. Ia menganggap laba sebagai imbalan atas resiko dan ketidakpastian, karena mereka (pedagang dan pelaku bisnis) menanggung banyak kesulitan dalam mencari laba dan mengambil resiko, serta membahayakan kehidupan mereka dalam kafilah-kafilah dagang. Al-Ghazali menyatakan, jika seorang pembeli menawarkan harga “yang lebih tinggi” daripada “harga yang berlaku”, penjual harus menolaknya, karena laba akan menjadi berlebihan —walaupun hal itu bukanlah suatu kezaliman jika tidak ada penipuan di dalamnya. Laba normal seharusnya berkisar antara 5 sampai 10 persen dari harga barang. Namun demikian, penjual seharusnya didorong oleh “laba” yang akan diperoleh dari pasar yang “hakiki”, yakni akhirat.

    TAHAPAN PRODUKSI DAN SPESIALISASI

    “Hendaklah Anda ketahui bahwa tumbuhan dan hewan tidak dapat langsung dimakan dan dicerna. Semuanya membutuhkan transformasi, pembersihan, pencampuran, dan pemasakan sebelum dapat dikonsumsi. Roti misalnya, dimulai dengan petani yang menyiapkan dan mengolah lahan, kemudian diperlukan sapi dan peralatan untuk membajak tanah. Kemudian tanah tersebut diairi, dibersihkan dari rumput liar lalu hasilnya dipanen, dan bulir-bulir gandumnya dibersihkan dan dipisahkan.

    Kemudian gandum itu digiling menjadi tepung sebelum dipanggang.

    Bayangkan saja—berapa banyak pekerjaan terlibat; dan kita hanya menyebutkan beberapa saja di sini. Dan bayangkan jumlah orang yang mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang beragam ini, jumlah macammacam perkakas, yang terbuat dari besi, kayu, batu, dan lain-lain. Bila diselidiki, kita akan menemukan bahwa mungkin satu kerat roti dapat menjadi roti yang siap dimakan dengan bantuan mungkin lebih dari seribu pekerja. Bahkan jarum yang kecil itu menjadi berguna hanya setelah melewati tangan-tangan pembuat jarum sebanyak 25 kali, setiap kali melalui proses
    yang berbeda.

    Barter dan Evolusi Uang

    “Penciptaan dirham dan dinar (koin emas dan perak) adalah salah satu kurnia Allah. Semua transaksi ekonomi didasarkan dua jenis uang ini. Dinar dan dirham adalah logam yang tidak memberikan manfaat langsung. Namun orang membutuhkannya untuk mempertukarkannya dengan bermacam-macam barang lainnya seperti makanan, pakaian dan lain-lain. Kadangkala seseorang membutuhkan barang yang tidak dimilikinya dan ia memiliki barang yang tidak dibutuhkannya. Contohnya, seseorang memiliki kunyit tetapi ia membutuhkan unta untuk transportasi. Orang yang lain memiliki unta tetapi tidak membutuhkannya sekarang, tetapi ia menginginkan kunyit. Bagaimanapun juga, harus ada ukuran untuk mempertukarkan kedua objek tersebut, karena pemilik unta tidak dapat menyerahkan untanya dalam bentuk utuh untuk dipertukarkan dengan sejumlah kecil kunyit. Tidak ada kesamaan antara keduanya yang memungkinkan kita menentukan jumlah yang sama menyangkut berat dan bentuknya. Barang-barang ini tidak memiliki kesetaraan untuk diperbandingkan secara langsung sehingga kita tidak dapat mengetahui berapa banyak kunyit yang harus disediakan supaya setara dengan nilai unta. Transaksi barter seperti ini sangat sulit.” Barang-barang seperti ini memerlukan media yang dapat menentukan nilai tukarnya secara adil. Bila tempat dan kelasnya dapat diketahui dengan pasti, menjadi mungkin untuk menentukan mana barang yang memiliki nilai yang sama dan mana yang tidak. Jadi ditentukanlah bahwa misalnya seekor unta sama dengan 100 dinar dan kunyit sejumlah tertentu sama dengan 100 dinar. Karena masing-masing barang tersebut sama dengan sejumlah dinar tertentu, kedua jumlah tersebut sama satu sama lain. Tetapi dinar dan dirham itu tidak dibutuhkan semata-mata karena ‘logamnya’. Dinar dan dirham diciptakan untuk dipertukarkan dan untuk membuat aturan pertukaran yang adil dan untuk membeli barang-barang yang memiliki kegunaan. Sesuatu (seperti uang) dapat

    dengan pasti dikaitkan dengan sesuatu yang lain jika sesuatu itu tidak memiliki bentuk atau fitur khususnya sendiri—contohnya cermin tidak memiliki warna tetapi dapat memantulkan semua warna”

    “Memasukkan uang palsu dalam peredaran merupakan suatu kezaliman yang besar. Semua yang memegangnya dirugikan… peredaran satu dirham palsu lebih buruk daripada mencuri seribu dirham, karena tindakan mencuri merupakan sebuah dosa, yang langsung

    berakhir setelah dosa itu diperbuat; namun pemalsuan uang merupakan sesuatu yang berdampak pada banyak orang yang menggunakannya dalam transaksi selama

    jangka waktu yang lama”

    “Zaif [suasa, logam campuran], maksudnya adalah unit uang yang sama sekali tidak mengandung perak; hanya polesan; atau dinar yang tidak mengandung emas. Jika sekeping koin mengandung sejumlah perak tertentu tetapi dicampur dengan tembaga, dan itu merupakan koin resmi dalam negara tersebut, maka hal ini dapat diterima, baik muatan peraknya diketahui ataupun tidak. Tetapi jika koin itu tidak resmi, maka koin itu dapat diterima hanya jika muatan peraknya diketahui”

    “Jika mereka [penguasa] meminta pendapatan dari warga negaranya, mereka harus hanya meminta pada waktu dan musim yang sesuai. Warga negara harus tahu pemanfaatannya dan beban harus ditetapkan sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya (untuk membayar). Mereka [penguasa] harus menjadi ‘pembunuh burung bangau pada waktu berburu, bukan pembunuh burung pipit’. Yakni, mereka harus mengambil sedikit atau tidak mengambil apapun dari orang miskin”

    “Seseorang tidak dapat menafikan bolehnya penguasa untuk meminjam dari rakyat bila kebutuhan negara menuntutnya. Namun demikian, pertanyaannya adalah: jika penguasa tidak mengantisipasi pendapatan dalam baitul mal yang dapat melebihi apa yang dibutuhkan bagi tentara dan pejabat publik lainnya, maka atas dasar apa dana-dana itu dapat dipinjam?”

    “Bila rakyat Sultan jatuh miskin atau mengalami kesukaran, maka merupakan tugasnya [sultan] untuk membantu, khususnya pada masa-masa kekeringan atau ketika mereka tidak mampu mencari penghidupan (karena harga-harga melambung). [Karenanya] raja

    harus menyediakan makanan dan memberi bantuan kepada rakyatnya, serta menjamin bahwa pejabat-pejabatnya tidak menekan rakyat—karena jika hal itu terjadi, rakyat akan menjadi miskin dan meninggalkan daerahnya. Aliran pendapatan akan berhenti, laba akan dinikmati oleh penimbun, dan sang sultan akan [mendapat] kutukan dan nama buruk. Karena alasan-alasan inilah para penguasa pada zaman dulu mempraktekkan penghematan sepenuhnya dalam keadaan-keadaan demikian, dan karenanya

    membantu warga negara yang layak dibantu”

     
  • Options 

    ghifi 12:55 am on December 9, 2007 Permalink | Balas

    Pasar Derivatif dan Instrumennya : Options

    Derivative adalah surat berharga yang mengambil nilai dari return asset atau surat berharga lainnya.

    Pasar secara fisik tersedia untuk kotrak option dan future. Exchange traded derivative merupakan transaksi derivatif yang sudah distandarisasi dan digaransi oleh sebuah clearinghouse. Namun beberapa option juga diperdagangkan melalui over-the-counter market, sebagai contoh bond option.

    Pada tulisan ini kita akan melihat salah satu instrumen derivatif yaitu option.

    Option untukmembeli sebuah aset pada harga tertentu kita sebut call option. Penjual option memiliki kewajiban untuk menjual asset pada harga yang sudah disetujui, dan pembeli option call memiliki hak untuk membeli asset.

    Option untuk menjual asset pada harga yang sudah ditetapkan disebut dengan put option. Penjual option memililki kewajiban kewajiban untuk menjual asset pada harga yang sudah disepakati dan pembeli put memiliki hak untuk menjual asset tersebut.

    Untuk memudahkan terminology di sini pemilik call dapat melakukan “call the asset ini” atau membelinya dan pemiliki put dapat melakukan “put the asset to” atau menjual put.

    Arbitrage adalah merupakan salah satu konsep yang penting dalam melakukan valuasi surat berharga(securities) derivative. Dalam konsep awalnya, arbitrage tidak berisiko. Jika tingkat pengembalian lebih besar dari risk free rate yang dapat diperoleh melalui portfolio asset yang dimiliki yang dapat memproduksi riskless return, maka kesempatan melakukan arbitrage muncul. Arbitrage opportunities muncul pada kondisi ketika harga asset mengalami misprice. Trading yang dilakukan oleh para arbitrageur akan terus dilakukan hingga efek supply dan demand telah mencukupi untuk membawa asset pada harga atau level yang efisien (tidak ada arbitrage opportunity).

    Long call: pembeli call option: hak untuk membeli underlying asset

    Short call: penjual call option memiliki kewajiban untuk menjual underlying asset

    Long Put: Pembeli put option memiliki hak untuk menjual underlying asset

    Short Put: Penjual put option memiliki kewajiban untuk membeli underlying asset

    Untuk mendapatkan hak ini, maka pemilik option harus membayar option tersebut dengan harga yang disebut dengan option premium (premi opsi) kepada pnejual option

    Sebagai contoh perusahaan ABC memiliki saham dengan harga $55 dan memiliki call option yang tersedia padanya dengan premi sebesar $10. Call option ini memiliki exercise price $50 dan memiliki expiration date 5 bulan. Exercise pricenya adalah $50 sering disebut dengan option strike price.Jika ABC call option dibeli seharga $10 maka buyer memiliki hak untuk membeli ABC stock dari penjual option pada 5 bulan ke depan sebesar $50. penjual atau writer memiliki hak untuk menerima premi $10 apapun yang terjadi pada stock selama periode tersebut. Apabila harga stock mencapai $50 maka harus menjual pada angka tersebut kepada pembeli. Apabila harga ABC stock di bawah $50 maka pembeli memiliki hak untuk itdak membeli stock tersebut. Pada kesimpulannya pemilik option memiliki hak untuk membeli stock apabila dirasa menguntungkan dan penjual option memiliki kewajiban untuk menjual sesuai keinginan pembeli. Put option juga mirip dengan call option kecuali pembeli (posisi long) memiliki hak untuk menjual share ABC pada harga $50 pada setiap saat dalam 5 bulan. Penjual put (posisi short) memiliki kewajiban untuk membeli ABC stock pada harga exercise pada saat option diexercise.

    Moneyness: in the money, out of the money, dan at the money

    · In the money call option: jika harga (S) stock dibandingkan dengan harga exercise option (X) yaitu S-X >0 pada saat exercise

    · Out of the Monye ketika S-X <0

    · At the money ketika S = X

    Pada kondisi Put option

    · In the money call option: jika harga (S) stock dibandingkan dengan harga exercise (X) yaitu X-S >0 pada saat exercise

    · Out of the Monye ketika X-S <0

    · At the money ketika S = X

    Contoh:

    Call :40 july

    Put : 40 july

    Harga share :$37

    Hitung in or out of the money

    Call = 3$ out the money karena S-X = -$3 the put is $3 in the money karena X-S = $3

    Intrinsic value pada sebuah call option adalah lebih besar (S-X) atau nol

    C = Max (0,S-X)

    Pada put option (X-S) atau nol

    P = Max (0,X-S)

    Contoh : intrinsic value

    Sebuah call option dengan strike price $50. Hitung intrinsic value pada opsi ini untuk harga stock pada $55,$50, dan $45

    Jawaban:

    Harga stock = $55, C= max [0,S-X] = max [0,(55-50)] =$5

    Harga stock = $50, C= max [0,S-X] = max [0,(55-50)] =$0

    Harga stock = $45, C= max [0,S-X] = max [0,(55-50)] =$0

    Pada Gambar 1 di atas pada saat expiration date, imbal balik kepada pemilik adalah nol atau sejumlah marjin pada option apabila option in the money. Kepada penjual, imbal baliknya adalah nol atau minus sejumlah marjin pada opsi apabila in the money. Tidak ada imbal balik yang bernilai positif kepada penjual option. Penjual akan mendapatkan premi dan berkewajiban menanggung call ketika pembeli mendapatkan keuntungan.

    • Imbal balik sebuah posisi long call (solid line) adalah garis lurus yang memiliki sudut 45 derajat ke atas dari koordinat strike price, X
    • Imbal balik sebuah posisi writer call (dot line) adalah garis lurus yang memiliki sudut 45 derajat ke bawah dari koordinat strike price, X
    • Option adalah zero sum game. Jika anda mempunyai imbal balik posisi long call option dan imbal balik short option anda akan mendapatkan imbal balik bersih nol.
    • Pada contoh di atas harga stock pada $55, imbal balik long adalah $5 dan short adalah -$5

    Sama dengan imbal balik pada diagram call option pada Gambar 2 memperlihatkan imbal balik nilai pada tanggal expiration untuk put option. Apabila harga stock kurang dari strike price, pemilik put akan melakukan exercise option dan memperoleh (X-S). Jika harga stock lebih besar atau sama dengan strike price, pemegang put akan membiarkan put option expire dan tidak melakukan apapun (0). Pada harga stock $40 maka imbal laik put adalah $10, dan penjual seller (short) akan mendapatkan negative payoff karena dia harus menjual stock pada harga $50 dan memperoleh stock yang berharga $40

    The Time value pada sebuah option adalah sejumlah marjin dimana premi option melebih intrisik valuenya dan kadang kala disebut nilai spekulasi pada option.

    Option Value = Intrinsic value + Time Value

    Exchange Traded atau listed option sudah di bawah regulasi, distandarisasi, sifatnya liquid dan di back up oleh option clearing corporation seperti di Chicago Oard Option Exchange transactions.

    Ada tiga tipe option yang dapat kita pertimbangkan yaitu:

    1. financial option
    2. option pada future
    3. commodity option

    Financial option termasuk equity option dan option lainnya berdasarkan stock index, treasury bond, interest rate, dan mata uang. Strike price pada financial option dapat dalam bentuk yield-to-maturity pada bond, index level, atau nilai tukar pada forex option. LIBOR-based interest rate option memiliki imbal balik Berdasarkan perbedaan antara LIBOR pada expiration dan strike rate pada option.

    Bond option sering digunakan pada Treasury Bond karena trading dilakukan secara aktif dan sifatnya over the counter. Bond option dapat dapat dideliver ataupun dapat disettle dalam bentuk cash. Pemilik call option pada sebuah dapat akan mendapatkan untung apabila suku bunya turun dan harga bond naik. Sedangkan pemilik put akan untung ketika suku bunga naik dan harga bond naik.

    Index option harus disettle dalam bentuk cash, dan dikreditkan ke dalam account pemilik option. Imbal balik index call (long) adalah sejumlah marjin ketika index level pada expiration melebihi index lavel yang dispesifikasikan pada option strike priced kemudian dikalikan dengan contract multiplier.

    Contoh index option:

    Ketika adna memiliki call option pada S&P 500 Index dengan exercise price = 950. The multiplier contract adalah 250. Payoff pada option ketika index level 962 pada expiration adalah:

    Ini merupakan call option dan ketika expiration date imbal balik adalah (962-952) * $250 = $3000

    Option on futures, memberikan hak kepada pemilik untuk membeli atau menjual pada kontrak futures yang sudah disepakati sebelum atau pada hari kesepakatan, pada strike price.

    • Call options pada futures contract memberikan hak kepada pembeli pada posisi long side pada sebuah kontrak future pada harga future yang diberikan. Asumsinya ketika kamu yang memiliki bond future 98 (percent of face) dapa pada expiration harga futures di kontrak bond adalah 99. Ketika anda melakukan exercise call berarti mengambil posisi long di futures contract dan pada account akan di marked to market sesuai dengan harga settlement. Account anda akan dikredit dengan sejumlah uang kas sebesar 1% (99-98) dari pada face value pada sebuah bond yang dicover oleh contract. Penjual akan mengambil posisi short dan mark to market value pada posisi ini dan mendebit cast yang kemudian akan didepositkan ke dalam account anda.
    • Put Option pada future contract memberikan hak kepada pemegang untuk mengambil posisi short di future price sesuai dengan strike price.

    Commodity options memberikan hak kepada pemilik untuk membeli atau menjual sejumlah kuantitas yang sudah ditetapkan pada asset fisik pada strike price.

     
  • The "Slash" 

    ghifi 7:00 am on December 5, 2007 Permalink | Balas

    Saya merasa akhir-akhir ini karir saya ada di persimpangan jalan. Saat ini saya adalah professional di bidang Information Technology yang berkaitan dengan pengembangan infrastruktur di sebuah perbankan. Namun setelah saya menempuh pendidikan Master Manajemen saya merasa sangat menikmati keilmuan di bidang keuangan apalagi dengan maraknya trend di bidang syariah dan mikro. Salah seorang pengarang yang bernama Alboher yang telah mengarang One Person/Multiple Careers: A New Model for Work/Life Success, dalam interviewnya dengan Susan Associate Editor Business Week bercerita mengenai cara menjalani beberapa profesi.

    Menurut Beliau seorang slash (istilah orang yang beralih karir) berusaha mencari keseimbangan agar mereka tidak kelelahan atau kehilangan minat pada pekerjaan pertama mereka. Sebagai contoh seorang art dealer yang juga instruktur Pilates dan sutradara teater yang juga seorang programmer komputer. Ada juga orang yang berganti karir karenan ingin “bercerai” dari pekerjaan pertamanya. Dengan kata lain kecintaannya pada karir pertama sudah lenyap.

    Alasan utama para slash ini tidak memburu ketertarikan-ketertarikan sepenuh waktu adalah masalah keamanan dari sisi finansial. Sulit melepaskannya ketika Anda berusaha mempelajari sesuatu yang baru dan Anda tidak yakin hal itu akan lebih dari sekadar hobi yang dipuja-puja. Beberapa menyukai apa yang mereka kerjakan, tapi ingin lebih sedikit melakukaknnya. Jika mereka dapat menambahkan dimensi lain dalam kehidupan mereka, itu dapat mengobarkan kembali ketertarikan atas pekerjaan utama mereka.

    Di dunia korporasi, banyak orang hanya memberikan komitmen 80% dari waktu kerja mereka dan melihat kalau-kalau ada ruang untuk melakukan hal lain. Ada juga orang yang menerapkan waktu kerja secara fleksibel. Konsep bekerja paruh waktu agar sempat melakukan hal lain memang masih baru, tapi makin banyak diterima. Anda juga bisa mengembangkan apa yang menjadi kompetensi Anda di perusahaan dan mengubahnya menjadi konsultan atau bergabung dengan lembaga yang menyediakan tenaga professional temporer.

    Orang yang memiliki karir seperti ini tidak pernah statis. Enam bulan kemudian mereka sudah berubah, berkembang, serta masuk lebih dalam dan melepaskan sesuatu. Orang-orang seperti ini memang selalu gelisah dan tak pernah berhenti ingin tahu. menjadi seorang slash adalah proses berkembang tanpa kehilangan keamanan dari pekerjaan atau kehilangan percaya diri atas keahlian Anda.

    Banyak orang yang saya temui, dengan bekal pendidikan yang cukup untuk mendapatkan pekerjaan pertama, berusaha menambahkan keahlian (slash) terapi pijat, atau Pilates, ataupun program sertifikasi lain. Pendidikan melalui internet dan untuk orang dewasa tengah berkembah pesat. Kini jauh lebih mudah bagi Anda untjk berganti karir dibanding dulu. Keluar masuk kerja sudah menjadi hal biasa. Dulu, keluar kerja seperti kiamat. Sekarang, Anda bisa berwirausaha, kemudian bekerja kantoran, lalui kembali berwirausaha, tanpa takut apa pun.

    Kaum muda sama sekali tidak menganggap aneh konsep slash ini. Mereka sudah mengantisipasi kehidupan dan karir tiga dimensi dan banyak hal lain yang agak kabur. Tetapi mereka yang lebih tua butuh persetujuan (dari lingkungan sekitar)untuk bisa hidup seperti ini.

    Mungkin Anda tak akan mencapai puncak karir di perusahaan jika Anda ingin mengejar hal-hal lain. Untuk sukses sebagai slash, Anda memang harus berkorban. Banyak waktu luang Anda akan hilang. Ukuran sukses bagi slash adalah ketika aktivitas Anda memiliki bermacam tujuan, bukan hanya satu. Bukan multitasking melainkan tujuan ganda. Ini pendektatan yang memungkinkan Anda bisa menjalankan beberapa hal sekaligus.

     
c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
balas
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
esc
batal