Updates from September, 2008 Hide threads | Tombol Pintas

  • "The Holy Month of Ramadhan 1429H is Gonna be Leaving Us" 

    ghifi 5:11 am on September 29, 2008 Permalink | Balas

    Assalamu’alaikum wr. wb.

    Tidak terasa bulan suci ramadhan 1429H sudah hampir berakhir. Senang bercampur sedih silih berganti mewarnai hati saya. Senang karena saya punya waktu untuk lebih fokus beribadah, merenung, dan menenangkan pikiran & hati saya. Sedih karena bulan seperti ini sangat cepat berlalu seperti seorang sahabat saya yang harus pergi lagi untuk suatu keperluan yang saya tidak tahu. Sedih karena hadiah-hadiah yang ada di dalamnya, seperti pahala yang berlipat ganda, teman-teman yang lebih ramah dan sopan, serta kesempatan untuk berbagi sudah tidak akan ada lagi.

    Tadi malam akhirnya saya bisa beri’tikaf di masjid agung Al-Azhar, senang sekali melihat suasana masjid yang ramai penuh sesak dengan orang-orang yang memanfaatkan waktunya untuk beri’tikaf. Kebetulan kami bertiga, saya dan dua orang teman saya yang memang udah janjian untuk i’tikaf sama-sama. Ternyata di saat orang-orang pada memikirkan mudik dan banyak masjid yang kosong, masih ada juga masjid yang konsisten dipenuhi oleh orang-orang yang concern dengan beribadah.

    Walaupun i’tikaf hanya saya isi dengan sholat malam, dzikir dan khatam Al-Quran (btw. sudah tinggal 0.5 juz lagi mudah-mudahan langsung bisa khatam di bulan yang suci ini) tapi saya merasa hangat berada di tengah banyak orang yang beribadah dengan khasnya masing-masing termasuk ada yang sekadar tidur di masjid, saya merasa berada di dalam lingkungan orang-orang yang menghadap kepada Allah Swt. dan satu tujuan yang sama yaitu beribadah. Walaupun sedikit bosan karena saya datang sekitar jam 12:30 AM sampai dengan 5:30 AM dan hampir menghabiskan hampir 3 juz dalam 1 hari (terus terang karena saya ketinggalan makanya saya kebut), padahal saya berharap bisa khatam hari senin sebelum pukul 17:30 karena bisa jadi kalo tim isbat melihat hilal hari ini, berarti besok sudah Ied. Kemudian bersama teman-teman saya sempat berdiskusi pas saat sahur soal bagaimana rasanya saya belajar di Mesir dulu.

    Terus terang saya sudah sedikit lupa apa saja yang saya pelajari pada waktu perjalanan saya ke Cairo (Al-Qohiro’) Mesir pada tahun 1998 selama lebih dari 9 bulan. Waktu itu sih tujuan saya memang mau belajar bahasa arab dan belajar agama, tetapi tentunya ekspektasi saya tidak selalu sama, karena belajar bahasa itu sangat membutuhkan waktu yang lama dan harus continue kalau tidak bahasa itu seperti kita mengikat kuda di ikatannya. Walaupun sudah kita anggap kencang, tapi sedikit saja kita lengah pergilah kuda itu tanpa kita sadari. Wah jadi teringat nostalgia saya di Mesir. Terus terang waktu itu saya sangat diterima hangat oleh temen-temen di Mesir, mereka begitu humble mungkin karena mereka berasal dari latar belakang keluarga santri dan keluarga yang sederhana. Berbeda dengan ketika saya belajar di Amerika Serikat di mana rata-rata orang Indonesia yang belajar di Amerika Serikat berasal dari kalangan yang berada. Walaupun kalau saya lihat secara mental orang Indonesia tidak berbeda jauh, semangat tempur (belajar)nya masih kalah (walaupun tidak semua) bila dibandingkan dengan teman-teman dari negara lain seperti China dan India (lihatlah sekarang China dan India sudah mulai membangun new civilization, Orang China sudah bisa berjalan di angkasa…)

    Tidak mengapa mungkin saya (kalau ada kesempatan) ketika menjadi pendidik saya akan bilang kepada anak didik saya agar mereka kompetitif dan memiliki disiplin yang tinggi sehingga bangsa ini diisi oleh habitat manusia yang kreatif, disiplin, jujur dan memiliki visi ke depan (I wish…:)).

    Sudah tidak banyak lagi yang bisa saya ceritakan, di akhir kalam ini saya ingin mengucapkan Ied Mubarak, Selamat Merayakan Hari Iedul Fitri 1429H, Taqoballahu Minna Wa Minkum dan apabila ada kesalahan dalam bergaul dan berkata baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja saya dan keluarga ingin mengucapkan mohon maaf lahir dan bathin.

    Wassalam,
    Ghifi

     
  • "On the cross road" 

    ghifi 2:47 am on September 26, 2008 Permalink | Balas

    Saya merasa bahwa hidup saya sudah sedikit membosankan. setiap hari dipenuhi dengan rutinitas pekerjaan yang hampir sama. Putri saya baru-baru saja berulang tahun ke 5, mungkin hati saya terhibur karena putri semata mayang sudah tumbuh besar, dan cerdas. Senang sekali bisa melihat pertumbuhannya, mungkin ini adalah satu hal yang sangat minghubur hidup saya saat ini.
    Alhamdulillah bulan puasa ini banyak memberikan hikmah kepada saya untuk berbagi dan merenungkan kehidupan. Di bulan yang suci ini saya merasa lebih tenang, jauh dari hiruk pikuk kehidupan materialisme dan dunia yang keras. Saya punya sedikit waktu untuk mendekatkan jiwa dan raga saya kepada Allah Swt.

    Baru-baru saja saya menerima call dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, yang memberikan selamat kepada saya karena saya telah memenangkan penghargaan thesis terbaik dari MMUI dimana saya telah menyelesaikan pendidikan S2 saya 1 tahun yang lalu. Saya sempat bertanya kepada teman-teman, kok even penghargaan ini saya baru dengar, saya coba cek ke teman-teman kuliah saya, lewat chatting, SMS, buka bersama, dan lewat dosen pembimbing saya. Setelah saya mendapatkan call yang kedua saya baru sedikit yakin kalau memang saya menerima penghargaan, akan tetapi penghargaan kategori apa? kok bisa yach? Kata mantan pembimbing saya barangkali penghargaan tersebut bertepatan dengan HUT FEUI ke-58, dan Beliau menyampaikan ucapan selamat dan berbangga atas hasil tersebut. barangkali saya masih penasaran akan tetapi ya sudahlah anggap saja ini adalah kenangan manis buat saya pribadi dan keluarga saya.

    Sebentar lagi bulan puasa meninggalkan kita, saya harus berpikir lagi apakah yang harus saya lakukan untuk masa depan saya, mudah-mudahan doa dan renungan selama ini dapat memberikan secercah semangat dalam diri saya untuk maju ke depan, amien.

     
  • Menjadi yang Terbaik adalah Bagian dari Ibadah 

    ghifi 1:56 pm on September 15, 2008 Permalink | Balas

    Terdapat kesamaan ajaran semua agama terhadap nilai2 pada kehidupan manusia, sudah tidak jamannya lagi kita berselisih megnenai agama dan pada era seperti sekarang justru kebersamaan yang lebih diperlukan sehingga,
    ibadah sholat = necessary but not sufficient harus dilengkapi dengan hablumminannas (hubungan dengan manusia)
    ucapan salam di akhir sholat merupakan akhir dari hablumminallah dan merupakan the beginning
    habluminannas → komitment

    QS Hujurat 49:12 hindari ghibah dan fitnah

    performance adalah merupakan produk dari commitment
    hablumminallah terdiri dari 90% fikir dan dzikir 10%
    komentar: orang Indonesia suka kebalik2, jangan berfikir pas dzikir dan jangan dzikir pas berpikir

    Rasulullah SAW digelari oleh kaum Quraish sebagai Al-amin = trust
    merupakan perilaku yang harus melekat pada diri kita

    siddiq = kebenaran lebih dari excellence
    maka dalam hidup harus ada target yang challenging → kelas berat
    dan siddiq berarti juga hijrah = change karena adanya kompetisi yang sangat kuat di dunia, metode yang baik pada saat ini bisa jadi obselet di masa yang akan datang

    kita ada karena orang lain ada, kesan baik orang lain membuat kita ada.
    Cintai orang lain seperti mencintai diri sendiri
    bangun hubungan baik dengan orang lain → dari aku ke luar
    intergere = tidak bisa dipilah/dipecah
    trust → integritas → siddiq
    datang terlambat:
    orang amerika : I’m wrong I’m sorry (jujurlah)
    orang indonesia: I’m sorry but (my kids are sick, my grandfather passed away, my neighbors got accident, so on…)

    Jujurlah
    orang badui diajarkan untuk bersikap jujur, kemudian karena selalu harus berkata jujur sebagai seorang muslim dia minta untuk diajarkan oleh Nabi mengenai Dienul Islam

    Ikhsan (QS2: 195: Anda beribadah seolah-olah melihat Allah Swt. Dihadapannya kalau tidak maka anggaplah Allah Swt. Melihat kita -> Berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik)→ tanggung jawab → able to respond, no complain, menurut syaidina Ali R.A keluh kesah membuat hati menjadi sempit, syukur = dengan keinginan untuk memberikan lebih
    motivasi adalah mencari prestasi bukan mencari uang

    PJKB = professional, jujur, kuat, dan bertanggung jawab

    Perhatian pada orang lain, cintailah pekerjaan, I’m a moeslem, I’m ikhsan
    team work = together everyone achieve more
    QS Hujurat(49):
    • Kewajiban mengadakan islah antara orang muslim yang bersengketa karena orang-orang Islam itu bersaudara
    • Kewajiban mengambil tindakan terhadap golongan kaum muslimin yang bertindak aniaya terhadap golongan kaum muslimin yang lain
    • ayat 11:Larangan mencaci dan menghina
    • ayat 12: Larangan berburuk sangka, bergunjing dan memfitnah

    respect everyone dengan melihat esensi dari rasa hormat kepada setiap orang tidak hanya melihat besarannya saja, think big
    cintailah orang kecil di antara kamu,

    aura et labora (pray & work)
    hidup harus dinamis

    Lihatlah orang dari negeri cina:
    tiongkok = pusat bumi
    tionghua = orang bumi
    change & commitment = untung (bottom line)
    take ownership
    orang china identik dengan orang yang merantau dan entrepreneur

    Insya Allah Bersambung…

     
  • Contact Center Project & Me 

    ghifi 4:44 am on September 13, 2008 Permalink | Balas

    Today, I am in charge of IT related projects. My bank has been a champion in contact center among banks in Indoneisa. The demands from costumers keep rising and especially in this hyper competition environment, contact center has the industry transformed into a new dimension in order to provide and retain customer loyalty; in return customers will generate more revenues instead as merely a cost center.

    “the cost maintaining call center certainly ain’t cheap…”

    The industry will move toward more into an efficient manner; in addition, more and more agents can work from home and no to forget that managed service solutions are coming into the picture, indeed. I believe that a contact center will become the premier mean to sustain customer loyalties if this hyper competitiveness takes the industry into a new height.

    One of the biggest problems we face today is that people are complaining that they have hard time reaching out my organization. For one reason, contact center is most efficient when people are utilizing phone banking and they can directly make transaction from, like balance inquiry, history transaction inquiry, fund transfer, bills payment, etc. but I believe most people are mostly comfortable talking to agents in order to complete their transactions. Since our policy that 14000 is Single Access Number, phone banking falls behind agents inquiry. To fix the problem whether you add more agents or try to smooth the chains in incoming call flow to become both as fast and as simple as it can.

    The other problem is that the cost maintaining call center certainly ain’t cheap. You worry that more and more people become aware of call center causing incoming calls to increase dramatically, especially those from long distance calls. To make incoming calls to last for less than 3 minutes certainly is not an easy job. It takes technology, process and people to reach that goal. I am sure it is a long way to go but we are striving very hard for that.

     
c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
balas
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
esc
batal