bankAssalammu’alaikum Wr. Wb.

Seperti sudah kita ketahui bahwa suku bunga BI telah diturunkan menjadi 7,75% yang seharusnya diikuti oleh penurunan suku bunga kredit dari perbankan yang sekarang masih nangkring di level 15-16%.

Net loan pada perbankan akan mengalami penurunan, karena industri perbankan tidak bisa dipaksa untuk mengeluarkan kredit di masa krisis seperti ini.  Debitur yang baik berusaha mengurangi pinjaman kepada perbankan, dan perbankan tidak mau memberikan kredit kepada debitur nakal.  Biaya provisi dan biaya operasi lainnya juga akan bertambah karena mereka enggan menurunkan suku bunga.  Perbankan benar-benar dalam keadaan sulit terutama lagi apabila industri ini tidak dibantu oleh pemerintah.

Ditambah lagi dengan turunnya BI Rate di atas maka korporasi dan negara juga berlomba-lomba untuk menerbitkan surat hutang baru (obligasi/bond) baik konvensional maupun sukuk.  Terutama bagi korporasi yang sebagian besar obligasnya akan jatuh tempo di tahun 2009 ini, kemungkinan korporasi akan menerbitkan obligasi baru untuk membayar obligasi yang jatuh tempo.

Pemerintah melalui kesepakatan pada pertemuan G20 yang harus menyiapkan dana stimulus untuk meredam krisis hingga 2% dari GDP, juga akan menerbitkan instrumen-instrumen surat berharga seperti sukuk global, samurai bond, Islamic Treasury Bills yang akan menyerap likuiditas dari pasar dengan menjanjikan yield yang lebih tinggi dibandingkan dengan Deposito.

Analisa yang menarik adanya kemungkinan M&A (baca: Merger dan Akuisisi) pada industri keuangan di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan kapitalisasi dan mengatasi berbagai risiko seperti risiko likuiditas, operasional, kredit, suku bunga dan lain sebagainya.  Dengan adanya M&A juga akan menarik investor luar untuk menanamkan dananya pada industri perbankan nasional, paling tidak setiap individu/institusi memberikan kontribusinya pada masa krisis tidak hanya mengandalkan pemerintah yang sudah bekerja keras untuk memberikan stimulus pada industri yang memang membutuhkan atau pun rakyat yang terkena dampak PHK atau program kesehatan dan pendidikan yang memang memerlukan perhatian penuh.

Maka tahun 2009 ini menjadi tahun yang cukup menentukan apakah industri ini, apakah bisa bertahan dalam badai yang besar?

wallahu’alam bi showab