Posts Mentioning RSS Toggle Comment Threads | Tombol Pintas

  • ghifi 4:15 pm on October 24, 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , , , ,   

    Travelling Akherat – Alam Barzah & Kemana Kita Setelah Mati? Bag. IV 

    Assalammu’alaikum wr. wb.

    Setelah manusia memasuki fase alam barzah yang menjadi pertanyaan apa yang terjadi dan kemana perjalanan kita setelah meninggalkan dunia yang fana ini?

    Barzakh  برْزَخٌ

    Dapat berarti dinding pemisah / antara kedua tempat برْزَخٌ : حاجبٌ

    Yaitu pemisah antara kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.

    Mari kita simak QS Ar-Rahman ayat 19-21:
    ayat 19. Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,
    ayat 20. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.
    ayat 21. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

    Kemudian kita juga simak QS Al Mukminun ayat 99-100

    ayat 99. (Demikianlah Keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, Dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia)[1021],
    ayat 100. Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah Perkataan yang diucapkannya saja. dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan[1022].

    [1021] Maksudnya: orang-orang kafir di waktu menghadapi sakratul maut, minta supaya diperpanjang umur mereka, agar mereka dapat beriman.
    [1022] Maksudnya: mereka sekarang telah menghadapi suatu kehidupan baru, Yaitu kehidupan dalam kubur, yang membatasi antara dunia dan akhirat.

    Hadist Rasulullah , Dari al Bara’ bin azib  :

    Kami keluar bersama Nabi sallahu alaihi wasalam, menggiring jenazah seorang laki laki dari golongan Anshar, sehingga kami sampai pekuburan. Ketika sedang di kubur, Rasulullah sallahu alahi wasalam, duduk menghadap ke Kiblat, dan kamipun duduk disekelilingnya, seakan akan diatas kami ada burung.

    Sementara di tangan beliau ada dahan yang dicocokkan ke tanah (menampakkan wajah berpikir mendalam), lalu beliau memandang ke langit, dan memandang ke bumi. Lalu beliau bersabda,” mintalah perlindungan kepada Allah dari adzab kubur” sampai dua tiga kali. Lalu beliau menerangkan,”….

    Sesungguhnya seorang hamba Mukmin, bila meninggalkan dunia (akan wafat) dan menghadapi akhirat. Turunlah kepadanya Malaikat dari langit. Dengan wajah yang cerah laksana matahari, dengan mereka kain kafan , diambil dari kain kafan surga, wangi wangian dari surga, mereka duduk sejauh mata memandang. Kemudian malaikat maut berkata,”kesejahteraan / kedamaian bagimu”sampai malaikat duduk di atas kepalanya.

    Lalu malaikat berkata,” wahai jiwa yang baik, keluarlah kamu menuju maghfiroh (ampunan) dari Allah dan keridhoaanNya (cintaNya).

    Nabi berkata Saw.,”maka keluarlah jiwa itu (ruh itu), seperti mengalirnya air dalam siqo (tempat air),lalu malaikat mengambilnya. Dan tidak ada sekejap matapun di tangan malaikat itu kecuali meletakkannya dalam kafan serta ramuan wewangian. Yang mana keluar darinya bau yang sangat harum sekali seperti Misk (kasturi) yang terdapat dibelahan bumi.

    Lalu Nabi bersabda,” malaikat malaikat itu naik ke atas bersamanya (membawanya). Setiap kali melintas kelompok malaikat, pasti mereka bertanya,” apakah gerangan Jiwa yang baik (sangat harum) ini ?”.

    Mereka menjawab,”fulan bin fulan (identitas mayit) dengan nama yang paling indah, yang mana memiliki nama lebih baik nama-namanya yang ia dinamainya selama di dunia.

    Sehingga pada akhirnya  mereka sampai langit dunia, meminta untuk dibukakan pintu untuk nya ( mayit ), maka terbukalah pintu langit untuk mereka.

    Selanjutnya mereka mengiring lagi disetiap lapisan langit sampai langit berikutnya diiringi para malaikat. Pada akhirnya sampailah ke langit tujuh.

    Maka Allah azza wajalla berfirman,” tulislah kitab hambaKu ini dalam illiyyin. Lalu kembalikanlah ia ke bumi. Sesungguhnya Aku menciptkannya (manusia)  dari (bumi /tanah) dalam  dikembalikan ke dalamnya (kubur) dan Aku mengeluarkannya (membangkitkan kembali) lagi  darinya”.

    Kemudian Nabi berkata,” maka dikembalikanlah ruhnya kedalam jasadnya, lalu didatangilah oleh dua malaikat, kemudian di duduki (dibangunkan untuk duduk). Kedua malaikat itu berkata,”siapakah Tuhanmu ?. ia menjawab,”Allah Tuhanku”.

    Lihat QS Ibrahim ayat 27 . Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan Ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat

    Keduanya bertanya lagi,”apakah agamamu?”, ia menjawab,” agamaku Islam”. Mereka bertanya,”siapakah laki-laki yang diutus kepadamu?”. Ia menjawab,”Rasulullah”. Ditanya lagi,”apakah ilmumu?”. Ia menjawab,”Ku baca Alquran  lalu, kuyakini dan kubenarkan (amalkan). Maka terpanggilah panggilan dari langit ( Allah ) ; benar yang diucapkan hambaKu, maka berikanlah kepadanya kenikmatan pelaminan dari surga, dan berilah pakaian dari surga, bukalah baginya pintu menuju surga.

    Nabi bersabda ,”maka datanglah kepadanya malaikat dengan kesenangan dan kenikmatan lalu melapangkan kuburnya sepanjang mata memandang”.

    Nabi bersabda,” datang kepadanya seseorang yang sangat menawan wajahnya, pakaian yang sangat indah, serta bau yang sangat harum dan berkatalah kepadany,” berbahagialah kamu, dengan segala kenikmatan untukmu. Inilah hari yang telah dijanjikan untukmu.

    Iapun bertanya ,” siapakah sesungguhnya kamu ? wajahmu yang membawa wajah segala kebaikan?”. ia menjawab,”aku adalah amal sholehmu”. Lalu ia berkata,”Ya Tuhanku, percepatlah kiamat, sehingga aku kembali kepada keluargaku dan hartaku”.

    Kitab Illiyin

    QS  Al Muthoffifiin 83
    ayat 18. Sekali-kali tidak, Sesungguhnya kitab orang-orang yang berbakti itu (tersimpan) dalam ‘Illiyyin. [1564]
    ayat 19. Tahukah kamu Apakah ‘Illiyyin itu?
    ayat 20. (yaitu) kitab yang bertulis,
    ayat 21. Yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah).
    ayat 22. Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (syurga),

    [1564] ‘Illiyyin: nama kitab yang mencatat segala perbuatan orang-orang yang berbakti.

    Yang Dimurkai Allah SWT.

    Sesungguhnya seorang hamba Kafir, bila meninggalkan dunia (akan wafat) dan menghadapi akhirat. Turunlah kepadanya Malaikat dari langit. Dengan wajah mengerikan yang hitam kelam  dengan mereka alat pintalan kasar dari neraka , mereka duduk di atas kepalanya sejauh mata memandang  .

    Lalu malaikat berkata,” wahai jiwa yang kotor, keluarlah kamu menuju kemurkaan dan kemarahan Allah.

    Nabi berkata,”maka diceraiberaikanlah jiwanya dalam tubuhnya  dan mencabutnya seperti mencabut seperti mencabut rembesan air yang banyak dari buluh domba yang  basah, lalu ditariknyalah   lalu malaikat mengambilnya dengan keras sampai terputuslah  urat urat dan syarafnya.. Dan tidak ada sekejap matapun di tangan malaikat itu kecuali meletakkannya dalam pintalan kasar Yang mana keluar darinya bau yang sangat busuk sekali dari bangkai yang paling busuk dibelahan bumi.

    Lalu Nabi bersabda,” malaikat malaikat itu naik ke atas bersamanya (membawanya). Setiap kali melintas kelompok malaikat, pasti mereka bertanya,” apakah gerangan Jiwa yang kotor ini ?”.
    Mereka menjawab,”fulan bin fulan (identitas mayit) dengan nama yang sangat jelek, yang mana memiliki nama lebih jelek nama-namanya yang ia dinamainya selama di dunia.

    Sehingga pada akhirnya  mereka sampai langit dunia, meminta untuk dibukakan pintu untuk nya ( mayit ), maka tidak terbuka pintu langit untuk nya.

    Rasulullah sallahu alaihi wasalam  membacakan,” (surat al araf 40) sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.
    Maka Allah azza wajalla berfirman,” tulislah kitab hambaKu ini dalam sijjin di kerak bumi yang terbawah, lemparlah sekeras kerasnya.

    Kemudian Nabi membacakan ” (surat al haj 31) Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, Maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.
    Kemudian Nabi berkata,” maka dikembalikanlah ruhnya kedalam jasadnya, lalu didatangilah oleh dua malaikat, kemudian di duduki (dibangunkan untuk duduk). Kedua malaikat itu berkata,”siapakah Tuhanmu ?. ia menjawab,” ha? , ha? aku tidak tahu”.

    Keduanya bertanya lagi,”apakah agamamu?”, ia menjawab,” ha? , ha? aku tidak tahu”. Mereka bertanya,”siapakah laki-laki yang diutus kepadamu?”. Ia menjawab,” ha? , ha? aku tidak tahu”.
    Maka terpanggilah panggilan dari langit ( Allah ) ; ia telah mendustakan (kebenaran), maka berikanlah kepadanya siksaan pelaminan dari neraka,  bukalah baginya pintu menuju neraka.
    Nabi bersabda ,”maka datanglah kepadanya malaikat dengan siksaan panas,dan racun racun neraka ”.
    Kuburnya disempitkan sehingga tulang tulang rusuknya bercampur baur”.

    Datanglah kepadanya orang yang sangat jelek wajahnya, pakaian yang sangat jelek, bau yang sangat busuk. Lalu orang ituberkata ,kuberitahukan kepadamu” bagimu dengan azab yang engkau akan raskan. Inilah hari yang engkau sudah dijanjikan. Lalu ia bertanya,”siapakah engkau ini?yang berwajah jelek dan membawa kesengsaraan”. Ia menjawab ,”aku adalah amalan kamu yang jelek. Ia berkata,” ya Tuhanku janganlah datang hari Kiamat.
    Dalam riwayat lain ;
    Dalam kubur ; dikirimlah  seorang yang buta, tuli dan bisa yang ditangannya pemukul yang sangat keras dari besi jikala dipukulkan ke gunung maka akan hancur menjadi debu. Lalu dipukulkanlah kepadanya sampai terdengar antara Timur dan Barat kecuali dua ( jin dan manusia) sampai menjadi tanah, lalu dikembalikan (dihidupkan lagi ) ruhnya

    Kitab Sijjin

    QS  Al Muthoffifiin 83

    ayat 7. Sekali-kali jangan curang, karena Sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin[1562].
    ayat 8. Tahukah kamu Apakah sijjin itu?
    ayat 9. (ialah) kitab yang bertulis.
    ayat 10. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan,
    ayat 11. (yaitu) orang-orang yang mendustakan hari pembalasan.
    ayat 12. Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan Setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa,

    Tentang Ruh Mayit

    Nabi sallahu alaihi wasalam : “sesungguhnya mayit itu mengetahui siapa yang membawanya, dan siapa yang memandikannya dan siapa yang mendatanginya di kuburannya.”.

    Rasulullah sallahu alaihi wasalam,” apabila jenazah diletakkan diatas pundak digotong orang-orang, apabila ruh mayat yang sholeh, ia berkata,”ayo lekaslah secepatnya bawa diriku”. Tapi bila tidak sholeh ia berkata,” celakah aku, akan kemana mereka ini membawa ku ?” suaranya terdengar semuanya kecuali manusia, apabila manusia dapat mendengarnya niscaya akan pingsan.

    Dialog Nabi Dengan Mayat

    Rasulullah sallahu alaihi wasalam sedang melihat lihat warga (kuburan) AlQolaibi, lalu beliau berkata,”apakah kalian mendapatkan yang dijanjikan Tuhan kalian dengan benar ?”. Lalu beliau ditanya,”apakah engkau mengajak berbicara dengan orang orang yang telah mati (apakah mereka mendengar ?”. Rasulullah menjawab,” kalian semua tidak lah mampu mendengar  lebih dari pada mereka ( maksudnya mayat lebih memiliki pendengaran yang hebat dibanding manusia hidup ), akan tetapi mereka tidak mampu menjawab.

    Rasulullah sallahu alaihi wasalam bersabda,” sesungguhnya kuburan adalah persinggahan pertama dari persinggahan persinggahan akhirat. Barangsiapa yang selamat darinya maka selanjutnya lebih mudah baginya dan barangsiapa yang tidak selamat di dalamnya , maka selanjutnya jauh lebih berat siksaannya.
    Rasulullah sallahu alaihi wasalam menambahkan,.” dan tidaklah kumelilhat pemandangan yang sangat mengerikan kecuali pemandangan kuburan”

    Perkataan Kubur Kepada Mayat

    Suatu hari Rasulullah masuk dalam daerah perkuburannya lalu melihat perkumpulan orang orang yang sedang tertawa-tawa. Lalu beliau bersabda,” bila kalian semua mengingat kepada yang menghacurkan dengan cepat semua kenikmatan (duniawi), maka kalian akan disibukkan dengan itu daripada apa yang aku lihat. Sesungguhnya seseorang bila memasuki kuburnya , kuburan itu akan berkata kepadanya “aku adalah rumah keterasingan, aku rumah kesendirian, aku rumah tanah, aku rumah cacing. Dan bila hamba yang beriman sudah memasuki kubur maka  ia akan mengatakan,”selamat datang dan engkau termasuk keluarga kami, dulu engkau sungguh aku mencintaimu telah berjalan diatas pundakku, karena apa yang telah engkau perbuat. Sekarang giliranku menghadapimu, engkau saat ini dihadapanku, maka akan engkau lihat apa yang aku perbuat kepadamu. Lalu Nabi menjelaskkan,”maka kuburan itu menjadi luas sepanjang matanya memandang, dan terbuka pintu ke sorga.

    Dan bila hamba yang bermaksiat atau kafir sudah memasuki kubur maka  ia akan mengatakan,” aku tidak menyambut kamu, dan engkau tidak termasuk keluarga kami, dulu engkau sungguh aku membencimu telah berjalan diatas pundakku, karena apa yang telah engkau perbuat. Sekarang giliranku menghadapimu, engkau saat ini dihadapanku, maka akan engkau lihat apa yang aku perbuat kepadamu. Lalu Nabi menjelaskkan,”maka kuburan itu menghempitnya sampai tulang rusuknya saling bertemu dan saling beradu. Nabi menjelaskannya sambil mencengkramkan tangan memasukkan jari jemarinya satu sama lainnya. Lalu Allah memberikan kepadanya 70 ular yang sangat besar, apabila salah satu diantara nya menyemburkan hembusan di tanah, maka akan terbakar tidak akan dapat tumbuh lagi tanaman apapun diatasnya selama lamanya. Maka ia dilahap dengan gigitan ular itu dan dikoyak koyaknya kondisi ini terus sampai hari perhitungan.

    Rasulullah sallahu alaihi wasalam “kuburan bisa menjadi taman salah satu taman sorga, bisa juga menjadi lubang neraka”.

    Jabir bin Abdullah Al Anshori berkata,” kami sedang keluar berjalan bersama Rasulullah sallahu alaihi wasalam suatu hari ke Saad Bin Muadz ketika wafat. Ketika Rasulullah sallahu alaihi wasalam menyolatkannya dan meletakkan di dalam kuburanya lalu menguburnya, beliau bertasbih, kamipun ikut bertasbih dalam jangka yang lama. Lalu Nabi bertakbir, kamipun ikut bertakbir. Lalu beliau ditanya,” Ya Rasulullah kenapa Engkau bertasbih dan bertakbir ? “sesungguhnya kuburan ini menyempitkan hamba Allah yang sholeh ini, lalu Allah melapangkannya baginya”.

    Jadi Nabi dapat mengetahui bahwa : kuburan menyempit walau bagi orang sholeh, tetapi  tidak menyiksa, lain halnya orang kafir penyempitan sebagai siksaan, karena setelah itu kuburan orang sholeh dilapangkan Allah swt.

    Masuklah Rasullah sallahu alaihi wasalam kepada Abi Salamah yang terbelalk matanya, beliau bersabda,”sesungguhnya roh itu bila ditarik (ajal) diikuti oleh mata”. Dan setelah itu orang-orang berteriakan terkejut. Lalu Nabi mengatakan, “janganlah kalian mengatakan terhadap diri kalilan kecuali dengan perkataan yang baik !”. Sesungguhnya para malaikat meng-amin kan apa yang kalian katakan !”. Lalu Nabi berdoa untuk Abi Salamah,” Ya Allah ampunilah Abi Salamah, angkatlah derajatnya sampai Mahdiyiin (derajat orang yang dipancarkan cahaya karena mengikuti petunjukNya ) dan berilah kepadanya kesudahan dalam golongan yang ghobirin (golongan umat Nabi Muhammad yang terangkat derajatnya) dan ampuni pula kami dan dirinya wahai pengatur alam semesta, lalu lapangkanlah baginya dalam kuburnya kemudian pancarkanlah cahaya baginya di dalam kuburnya. HR Muslim

    Cahaya Dalam Kubur

    Ada seorang wanita berkulit hitam, selalu membersihkan (menyapu) masjid (dalam riwayat juga seorang pemuda). Lalu Nabi merasa kehilangan (tidak melihat lagi). Kemudian beliau bertanya tentang wanita tadi. Kemudian para sahabat mengatakan,” sudah wafat !”. Beliau bersabda”apakah kalian menyakitku ?” ( seolah-olah orang orang meremehkan wanita itu). Lalu Nabi berkata,” tunjukkan kepadaku kuburannya !”. Lalu mereka menunjukkan kepada Nabi. Kemudian Nabi menyolatkannya ( sholat diatas kuburannya ), kemudian beliau bersabda,” kuburan kuburan disini penuh dengan kegelapan bagi orang orang yang di dalamnya, sesungguhnya Allah azza wa jalla memancarkan cahaya kepada kuburan kuburan ini bagi mereka yang ada di dalamnya karena sholatku kepada mereka”. HR Muslim

    Adzab Kubur dalam Quran

    Marilah kita simak QS At Taubah
    ayat 101. Di antara orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu[657] itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) kamilah yang mengetahui mereka. nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.
    [657] Maksudnya: orang-orang Badwi yang berdiam di sekitar Madinah

    Siksaan : siksaan pertama di dunia lalu yang kedua siksaan disini adalah adzab kubur di alam barzakh. Lalu baru kepada azab yang lebih besar lagi diakhirat.

    Kemudian diikuti QS Al Mukmin / Al Ghofir

    ayat 45. Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang Amat buruk.
    ayat 46. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang[1324], dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras”.
    [1324] Maksudnya: dinampakkan kepada mereka neraka pagi dan petang sebelum hari berbangkit.

    Fir’aun dengan pengikutnya selalu dikepung adzab kubur dan tersiksa lagi dengan ditampakkan kepada mereka “masa depan di neraka” pagi dan sore sampai kiamat disinilah disamping siksaan fisik dalam kubur juga siksaan mental yang dahsyat !!.

    Orang-Orang yang Mati Syahid

    Mari kita simak QS Al Imran
    ayat 169. Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup[248] disisi Tuhannya dengan mendapat rezki.
    [248] Yaitu hidup dalam alam yang lain yang bukan alam kita ini, di mana mereka mendapat kenikmatan-kenikmatan di sisi Allah, dan hanya Allah sajalah yang mengetahui bagaimana Keadaan hidup itu.

    Ruh Dapat mengetahui kondisi orang yang masih hidup:

    • Doa memasuki perkuburan.
    • Berita gembira dari kesholehan anaknya.
    • Amalan yang masih hidup diperlihatkan kepada orang yang telah wafat.
    • Silaturahmi antara ruh yang telah wafat bahkan saling menikah.
    • Mendapatkan kebahagiaan dengan amalan yang masih hidup.

    Mendengar dari Kubur

    Dalam hadist Riwayat Bukhori ; bahwa Nabi menjelaskan orang yang kafir atau munafik akan disiksa dalam kubur dengan martil besi  yang dipukulkan diatas kepalanya antara kedua telinganya hingga berteriak sekeras-kerasnya yang dapat didengar oleh yang disekitarnya kecuali manusia dan jin.

    Dimanakah Keberadaan Ruh si Mayit

    • Para Nabi dan Rasul dalam Hadist shohih Bukhori Muslim: Derajat yang sangat tinggi di sebut dengan istilah  rofiiq  A’ laa yaitu derajat tertinggi di sisi Allah swt seperti yang diterangkan Rasulullah  “allahumma rofiiq A’laa”. Seperti halnya dalam perjalanan Nabi ke sidratul muntaha sewaktu Mi’raj bahwa penempatan manusia bertingkat tingkat.
    • QS Al-Imran 169: Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup[248] disisi Tuhannya dengan mendapat rezki.  [248] Yaitu hidup dalam alam yang lain yang bukan alam kita ini, di mana mereka mendapat kenikmatan-kenikmatan di sisi Allah, dan hanya Allah sajalah yang mengetahui bagaimana Keadaan hidup itu.

    Orang orang yang mati syahid dalam kenikmatan yang berlimpah dari Allah swt. Dalam riwayat yang sangat banyak menunjukkan :

    Arwah mereka dalam rongga burung  yang kehidjau hijauan keluar masuk  sorrga menuju sungai sungai sorga, memakan buah buahnya. Lalu pergi kembali lagi ke periuk periuk yang terbuat dari emas. Mereka bergelantungan di alam arsy . Apabila mereka merasakan nikmatnya aroma makanan dan minuman, mereka mengatakan : sampaikanlah  tentang keadaan ini semua kepada suadara saudara kami, sungguh kami hidup dalam sorga yang penuh rezki. Ini agar mereka (orang yang masih hidup di dunia) tidak lari berpaling dari jihad perang. Kemudian Allah swt berfirman,”Aku akan beritahukan kepada mereka !” Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup[248] disisi Tuhannya dengan mendapat rezki. Al Imran 169.

    Rasulullah sallahu alaihi wasalam bersabda,” tidak ada satupun masuk sorga lalu menginginkan untuk kembali ke dunia, dan tidak akan memiliki apapun di dunia kecuali hanya ingin mati syahid lagi, keinginannya kembali ke dunia hanyalah berperang walaupun sepuluh kali. Hal ini karena mereka mendapatkan kemuliaan dan karunia ( buah dari syahid ).

    Orang orang yang sholeh juga dalam kenikmatan yang diberikan Allah swt dalam hadist RAsulullah bersabda, : sesungguhnya arwah orang beriman dalam bentuk burung  yang bergelantung di pepohonan sorga dan akan dikembalikan ke jasadnya hari kebangkitan nanti. HR Ahmad.
    Jadi dijelaskan kenikmatan dalam sorga barzakh sampai hari kebangkitan. Barulah memasuki fase selanjutnya.

    Ruh yang Dimurkai

    Seperti yang diterangkan sebelumnya bahwa arwah manusia yang dibenci Allah dalam siksaan kubur . Dalam beberapa riwayat hadist siksaan kubur sangat berbeda beda itu semua tergantung pada perbuatan dosa dosanya :

    • Adzab tempaan besi panas.
    • Adzab batu besar.
    • Adzab cerobong panas.

    Rasulullah sallahu alaihi wasalam bersabda,” jiwa orang beriman itu tergantung karena hutangnya sampai dilunasi”. HR Tirmidzi

    Rasulullah berdoa untuk mayit “ Ya Allah ampunilah dirinya dan limpahkanlah rahmat serta berilah afiah (keselamatan) dan maafkanlah (atas kesalahanya), karuniakanlah kepadanya kemuliaan saat dimasukan dalam kubur, lapangkanlah kuburnya, mandikanlah dengan air, es dan embun. Bersihkanlah dari segala kesalahan kesalahan seperti bersihkan pakaian yang putih dari noda. Lalu berikanlah kepadanya pengganti rumah yang lebih baik dari rumahnya (didunia). Keluarga yang lebih baik dari keluarganya. Pasangan (suami/isteri) yang lebih baik dari pasangannya ( didunia ). Kemudian masukkanlah dalam sorga, lindungilah ia dari adzab kubur dan adzab api neraka. HR Muslim

    Ruh Mengetahui Kondisi Orang Hidup

    • Doa memasuki perkuburan.
    • Berita gembira dari kesholehan anaknya.
    • Amalan yang masih hidup diperlihatkan kepada orang yang telah wafat.
    • Silaturahmi antara ruh yang telah wafat bahkan saling menikah.
    • Mendapatkan kebahagiaan dengan amalan yang masih hidup.

    Wallahua’lam bishowaab

    Insya Allah bersambung…

    Ditulis kembali dari presentasi oleh Uztad Arifin Jayadiningrat

     
    • Agus Suhanto 5:27 am on Oktober 27, 2009 Permalink

      halo, senang bertemu Anda melalui blog ini sy Agus Suhanto, tulisan yang menarik :)
      salam kenal yaa

  • ghifi 7:16 pm on October 22, 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , , , , , Religious perspective   

    Travelling ke Akherat -Alam Barzah & Kematian Bag. III 

    Assalammu’alaikum wr. wb.

    Menceritakan travelling ke akherat memang panjang, karena memang travelling yang akan ditempuh juga tidaklah pendek, malah bisa dibilang membutuhkan waktu tak terhingga karena seperti sudah sering kita dengar bahwa 1 hari di akherat adalah setara dengan 1000 tahun di dunia, kalau rata-rata usia manusia Indonesia adalah 70 tahun maka kita hanya hidup 1,7 jam akherat kalau asumsi 1 hari akherat setara dengan 24 jam (baca: di dunia), rasanya seperti sedang beristirahat makan siang & tidur siang sebelum melanjutkan  sebuah perjalanan panjang nan melelahkan.

    Kematian

    الأمل = Angan-angan dalah merupakan  keinginan duniawi yang tidak pernah terputus-putus jauh kedepan. Manusia sering fokus pada keinginan ini.  tiba-tiba datanglah AJAL yang pasti memotong semua keinginan duniawi. Manusia melupakan kepastian datangnya ajal.  ajal bisa dalam jumlah banyak maksudnya peringatan situasi kondisi manusia yang HAMPIR mati (musibah), lalu datanglah ajal terakhir yaitu  kematian.

    Apakah Sakarat Itu?

    السَّكْرَةُ = الشدة =

    kepedihan , kedahsyatan, kesengsaraan yang luar biasa.

    السَّكَرات  =

    kepedihan-kepedihan, kedahsyatan-kedahsyatan dalam merasakan kesakitan yang luar biasa.

    Mari kita simak pada Surat Qoof: ayat 17-19:

    ayat 17. (yaitu) ketika dua orang Malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.

    ayat 18. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Pengawas yang selalu hadir.

    ayat 19. Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.

    Kemudian kita simak juga Surat Al-Hajj:

    ayat 1. Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; Sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).

    ayat 2. (ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu Lihat manusia dalam Keadaan mabuk, Padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.

    Kata-kata SUKAAROO adalah sama dengan mabuk karena kesengsaraan yang luar biasa , menjadikan seperti orang mabuk, bukan karena mabuk, tetapi merasakan kerasnya , dahsyatnya siksaan.

    Sampai-sampai Rasulullah Sallahu alaihi wasalam banyak berdoa:

    • “Ya Allah mudahkanlah sakratul maut bagi Muhammad”
    • “Ya Allah ringankanlah sakratul maut bagiku”
    • “Ya Allah sesungguhnya Engkau mencabut nyawa dari urat-urat , tulang hidung dan ujung ujung jari. Ya Allah tolonglah aku dalam kematian dan ringankalah untukku”.
    • Kisah yang diceritakan Nabi tentang kaum bani Israil pernyataan orang yang telah wafat.

    Riwayat-riwayat Hadist Rasulullah sallahu alaihi wasalam yang menunjukkan doa mengharapkan KEMUDAHAAN dan KERINGANAN dalam mengalami sakaratul maut, menunjukkan kedahsyatannya.

    Gambaran Sakaratul Maut

    “Sesungguhnya kematian, lebih menyakitkan daripada dipenggal dengan pedang-pedang dan dipotong dengan gergaji-gergaji dan dijepit dengan penjepit-penjepit”

    Hamba (Allah) yang sholeh, merasakan kematian dan sakaratnya dan sesungguhnya sendi sendinya akan mengucapkan  selamat tinggal satu sama lain, seraya berkata, “sejahteralah atasmu (salam) sekarang saling berpisah hingga datang hari kiamat”.

    Tiga Hal Yang Luar Biasa:

    • Dahsyatnya kepedihan pencabutan nyawa.
    • Menatap wajah malaikat pencabut nyawa. Menatap malaikat pencatat amal.
    • Menatap masa depan ( surga/ neraka).

    Rasulullah sallahu alaihi wasalam ,“tidak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan kepadanya tempat di surga atau di neraka” ( Muslim ).

    BERITA GEMBIRA BAGI ORANG BERIMAN, DIPERLIHATKAN SORGA DAN BERITA MENYEDIHKAN DAN MENEGANGKAN BAGI MEREKA YANG DIKEKALKAN DALAM API NERAKA

    Masuk Surga dengan Akhir Katanya: “La Ilaha Illa Allah”

    Dalam riwayat bahwa Aisyah mengatakan,”bahwa Nabi Muhammad sallahu alahi wasalam, ditangan beliau saw, ciduk kecil yang ada airnya lalu memasukkan tangan beliau ke dalam air itu, maka membasuhkan wajahnya seraya berkata’LA ILAHA ILLA ALLAH bahwa kematian memiliki sakaraat (kepedihan), lalu tangan beliau mengangkat tangannya ke atas dengan berkata “rofiiq ‘alaa” (tempat disisi Allah yang tinggi) sampai ajal tiba dan tangannyapun terjatuh. (HR BUKHORI)

    Namun tobat akan tertolak saat sakaratul maut sesuai dengan yang termaktub di dalam QS An-Nisa ayat 18:

    “Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan : “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang”. dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.”

    Taubat sebelum sakaratul maut:

    Rasulullah bersabda,” sesunggunya Allah ta’ala menerima taubat seorang hamba selamanya belum ajal sampai tenggorokan”. ( at-tirmidzi, Ahmad, Ibn Majah)

    Apabila kita menyimak beberapa ayat Al-Quran yaitu QS Ghofir atau Al-Mukmin ayat 84-85 dan Yunus ayat 90:

    Tertutuplah ampunan dan maghfiroh dari Allah setelah diperlihatkan adzab Allah.

    Proses Kematian

    Mari kita simak QS AL-Waqiah ayat 83 – 96:

    ayat 83. Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,

    ayat 84. Padahal kamu ketika itu melihat,

    ayat 85. Dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. tetapi kamu tidak melihat,

    ayat 86. Maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah)?

    ayat 87. Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar?

    ayat 88. Adapun jika dia (orang yang mati) Termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),

    ayat 89. Maka dia memperoleh ketenteraman dan rezki serta jannah kenikmatan.

    ayat 90. Dan Adapun jika dia Termasuk golongan kanan,

    ayat 91. Maka keselamatanlah bagimu karena kamu dari golongan kanan.

    ayat 92. Dan Adapun jika Dia Termasuk golongan yang mendustakan lagi sesat,

    ayat 93. Maka Dia mendapat hidangan air yang mendidih,

    ayat 94. Dan dibakar di dalam Jahannam.

    ayat 95. Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar.

    ayat 96. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang Maha besar.

    Dari ayat-ayat di atas :

    Melihat pertama (84) melihat kematian. Melihat ( ayat 85 ) yg kedua ; kita menyaksikan orang mau mati, tapi kita tidak melihat malaikat-malaikat pencabut nyawa.

    Sakaratul Maut Bagi Orang Yang Dzolim, mari kita lihat QS AL-An’am ayat 93:

    Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata: “Telah diwahyukan kepada saya”, Padahal tidak ada diwahyukan sesuatupun kepadanya, dan orang yang berkata: “Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah.” Alangkah dahsyatnya Sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang Para Malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu” di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya.

    Dari ayat di atas Sakaraatul Maut bagi orang dzolim : siksaan langsung dengan pukulan  / cambukan ditambah lagi berita masa depan yang akan di masukkan ke neraka (dihinakan).

    Perang Abadi Iblis Vs. Manusia

    Menyimak QS Al-Aroof ayat 16 – 17:

    ayat 16. Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,

    ayat 17. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).

    Kemudian QS Al-Hijr ayat 39-40:

    ayat 39. Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,

    ayat 40. Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”.

    Kemudian Surat Ibrahim ayat 22:

    22. Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.

    Kemudian dilanjutkan di QS Al-Hasyr atay 16-17:

    ayat 16. (Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: “Kafirlah kamu“, Maka tatkala manusia itu telah kafir, Maka ia berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta alam”.

    ayat 17. Maka adalah kesudahan keduanya, bahwa Sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah Balasan orang-orang yang zalim.

    Serangan syetan dari segala penjuru  SELAMA hidup kita ; apalagi saat detik detik penentuan yaitu SAKAARTUL MAUT

    Menggambarkan SEINDAH-INDAHnya bagi perbuatan yang tidak baik, dan memandang YANG JELEK bagi perbuatan yang baik. Apalagi saat sakaraatul maut ; sulit mengucapkan dzikir.

    syetan HANYA membujuk & mengajak

    lalu manusia mengikuti

    Rasulullah sallahu alaihi wasalam mengajarkan Doa untuk memberikan proteksi dari serangan syetan saat datang kematian:

    ” Ya Allah aku mohon kepadaMu perlindungan dari kematian akibat terjatuh dari ketinggian, dan kematian karena sangat ketuaan, akibat tenggelam dan terbakar. Lindungilah diriku dari penguasaan syetan terhadap diriku (serangan) saat kematian (sakaaatul maut). Aku berlindung denganMu dari kematian akibat lari dari perang di jalanMu. Dan aku berlindung denganMu dari kematian akibat teracuni dengan sengatan binatang beracun.”

    Prasangka Baik Kepada Allah Swt adalah Modal Utama Husnul Khotimah

    Rasulullah sallahu alaihi wasalam bersabda, Allah swt berfirman “Aku tergantung prasangka hambaKu, Aku selalu bersamanya bila ia mengingat Aku. Bila ia ingatKu dalam dirinya, maka Aku mengingatnya dalam diriKu.

    Husnul khotimah : penutupan yang baik , saat ajal datang kepada kita, dengan prasangka yang baik kepada Allah swt. Tidak boleh menggerutui keputusan Allah swt, apalagi saat sakit. Karena bila kita prasangka baik kepada Allah, tentu Allah akan baik kepada kita.

    Rasulullah bersabda“bacakanlah kepada orang orangmu yang sedang sekarat “La ilaha illa Allah”….”sebab kata kata itu penghapus dosa” ( anNasai ) Saat sakaratul maut ; berjuang untuk mengatakan kalimat tauhid tidak mudah oleh karenanya kita mentalkin dengan Lailahaillaallah.. Agar mempermudah untuk diucapkan bagi yang menjelang kematian.  Kata kata yang menyembah Allah swt…yang dapat menghapuskan dosa… QS Al-Fajr ayat 27-30:

    ayat 27. Hai jiwa yang tenang. ayat

    28. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. ayat

    29. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, ayat

    30. Masuklah ke dalam syurga-Ku.

    Saat sakaratul Maut ; sudah diperlihatkan kenikmatan-kenikmatan, karena sudah diperlihatkan sorga. Dan Jiwa yang tenang maksudnya buah dari mengingat ALLAH, seperti surat ARA’D ayat 28. maka biasakanlah dzikir setiap saat agar mendapatkan ketenangan jiwa…. Ini modal utama husnul khotimah, dzikir selalu mengagungkan Allah selalu berprasangka baik…

    • Rasulullah sallahu alaihi wasalam bersabda “ barangsiapa yang mengatakan “tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar” maka Allah menjawab “benar apa yang dikatakan hambaKu lalu berkata memang tiada tuhan yang patut disembah selain Aku dan Aku Maha Besar”.
    • Apabila dzikir “tiada tuhan selain Allah, tiada sekutu bagiNya”. Allah berkata,” memang tiada tuhan selainKu dan Aku Esa, tiada sekutu bagiKu.
    • Apabila berdzikir “tiada tuhan selain Allah,  milikiNya kerajaan dan segala pujian” Allah menjawab,” memang tiada tuhan selain Aku dan Aku memiliki segala kerajaan dan segala pujian.
    • Apabila berdzikir “tiada tuhan selain Allah,  tiada kekuatan dan daya apapun kecuali dariNya” Allah menjawab,” memang tiada tuhan selain Aku dan tiada kekuatan dan daya apapun kecuali dariKu. Barangsiapa yang mengatakan (berdzikir) ini pada saat sakitnya lalu tiba ajalnya tidak akan temakan neraka.
    • Doa istighfar tertinggi : Allaahumma anta  Robbii  laa ilaaha illa anta kholaqtanii wa ana ’abduka wa ana ’alaa  ’ahdika wa wa’dika mas ta tho’tu a’udzu bika min syarri ma shona’tu   abu u laka bini’matika  ’alayya, abuu  -u bidzambii  faghfirlii innahuu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta Ya Allah Engkaulah Tuhanku tiada tuhan yang ku sembah selainMu yang telah menciptakan diriku. Diriku ini hambaMu, aku sudah mengikatkan diri dalam perjanjian Mu untuk taat semampu diriku. Aku berlindung denganMu dari keburukan yang telah kuperbuat kuakui limpahan nikmatMu terhadap diriku yang tak pernah terhenti, dan aku akui dosa-dosaku maka ampunilah diriku, tiada yang dapat mengampuni segala dosa-dosaku selain Engkau

    Hadist Rasulullah sallahu alaihi wasalam “Barangsiapa yang membaca “sayid istighfar” pagi hari penuh dengan keyakinan, lalu wafat, maka ia termasuk penghuni sorga. Barangsiapa yang membacanya sore hari penuh dengan keyakinan lalu wafat maka ia termasuk penghuni sorga.” HR Ahmad, Attirmidzi, Abu Daud, Annasai

    Menyimak QS Fushilat ayat 30 -33:

    • ayat 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.
    • ayat 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.
    • ayat 32. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
    • ayat 33. Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?”

    Intisari Kajian

    1. Hai jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.  Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, Masuklah ke dalam surga-Ku.
    2. “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa bersedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah (surga) yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.
    3. Selalu berdzikir
    4. Berpikiran positif
    5. Wafat saat beramal sholeh seperti sabda Rasulullah Saw. di bawah ini:

    Rasulullah sallahu alaihi wasalam bersabda ” barangsiapa yang mengatakan tiada tuhan yang disembah selain Allah, mencari keridhoaan Allah dan tiba ajalnya, maka ia masuk sorga. Barangsiapa yang puasa satu hari dengan mengharap ridho Allah lalu ia wafat, maka masuk sorga. Barangsiapa yang bersedekah dengan satu sedekah mencari ridho Allah lalu wafat maka ia masuk sorga”.

    Wallahua’lam bishowaab

    Insya Allah Bersambung…

    Ditulis kembali dari presentasi uztad Arifin Jayadiningrat

     
    • Mustain 3:31 pm on Oktober 24, 2009 Permalink

      Aku suka tema ini. Kembangkan & perbaharui. Mg, Alloh me Ridho’i.

  • ghifi 8:41 pm on October 20, 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , , , ,   

    Travelling ke Akherat – Alam Barzah & Tanda-Tanda Kematian Bag. II 

    Assalammu’alaikum Wr. Wb.

    Travelling biasanya membutuhkan perencanaan dan persiapan matang misalnya apakah diperlukan passport, visa terutama untuk perjalanan ke luar negeri,  berapa uang yang akan kita gunakan untuk kebutuhan selama travelling, berapa banyak bawaan yang diperlukan, di sana akan tinggal di mana, dan banyak lagi.  Walaupun begitu semakin dekat dengan hari H, semakin kita merasa tidak bisa menunggu (baca: excited).

    Analogi di atas juga sama dengan travelling ke akherat, karena salah satu tanda travelling ke akherat yaitu ketika maut menjemput, yang menjadi pertanyaan sudah siapkah kita dengan perencanaan dan persiapan yang baik, sudah siapkah perbekalan yang akan kita perlukan pada saat travelling dengan one way trip benar-benar menjemput (baca: amal kebaikan), apakah kita tahu bakal tinggal di mana nanti? Apakah kita merasa takut, atau excited atau barangkali malah belum terpikir sama sekali ternyata kita sudah dekat dengan hari yang mau tak mau akan menjemput tersebut.

    Mari kita lihat beberapa terminologi kematian di dalam Qur’an. Sering kita temui kata-kata wafat (يَتَوَفَّى ) yang didefinisikan sebagai kematian bisa kita temui di QS. Sajadah ayat 11, QS. Al An’am ayat 60, dan QS. Az-Zumar ayat 48. Kata wafat dipakai untuk tidur di dalam surat Al An’am, dan Az-Zumar, kata mati dalam doa mau tidur,  juga dipakai untuk tidur.

    Maka kalau kita melihat orang tidur, sama dengan melihat orang mati bedanya ia masih bangun kembali.  Ketidakberdayaan manusia dalam tidurnya sama seperti ketidakberdayaan ketika Ia mati. Deep thinking inilah yang menjadikan tidur adalah peringatan kematian.


    Qur’an Menjawab Secara Ilmiah

    Mari kita simak QS. Huud ayat 7: “Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah diantara kamu yang paling baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati”, niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata”.

    Ayat di atas banyaknya manusia yang mempertanyakan adanya hari kebangkitan setelah kematian, seakan-akan ini hanyalah sihir !!

    Namun pertanyaan mengenai keyakinan atau keimanan terhadap hari kebangkitan (hari akhirat) dapat dijawab dengan ilmiah, mari coba kita telaah beberapa surat di Al-Qur’an  yang memiliki tema Penciptaan yang II ( hari akhirat ) setelah penciptaan I ( dunia sekarang ini ). Salah satunya Surat Al-Waqi’ah

    Bagaimana tidak yakin akan penciptaan II sementara Allah swt sudah membuktikan adanya penciptaan I ?.
    Lihatlah asal usul manusia dari setetes air mani ! Ayat 57-58 !, bukankah itu terbukti kekuasaan Allah swt menciptakan manusia, pada penciptaan I ? SEHARUSNYA MENGAMBIL PELAJARAN DARI asal usul manusia (ayat 62).

    Lihat tanaman tanaman yang manusia tanam (63,64,65). Bagaimana bisa mempertanyakan kekuasaan Allah tentang penciptaan II ?
    Lihat air yang kita minum !. Air yang diturunkan dari langit. Adanya air tawar dan asin. Kekuasaan Allah Yang mencipta pada penciptaan I ini adalah bukti kemampuan Allah menghidupkan penciptaan II.
    Api yang keluar dari tumbuh-tumbuhan, sementara tumbuh-tumbuhan adalah mengandung air, bagaimana mempertanyakan kekuasaan Allah sementara sudah terbukti api dapat keluar dari tumbuh-tumbuhan (ayat 71-72 )

    Surat yang lain yang membahas hal yang sama dapat ditemui di ‘Surat Al Isra

    “Lihatlah kekuasaan Allah dalam penciptaan I , lihat langit bagaimana dahsyatnya ! Lihat pula bumi yang terhampar dengan segala jenis ciptaan Allah !! Apakah kita masih juga mempertanyaan Kemampuan Allah menciptakan penciptaan II ? (ayat 99)”

    Menyimak Surat lainnya di ‘Surat Yasiin

    Lihatlah manusia diciptakan dari setetes air mani ! Lalu ia menjadi pembantah ! (ayat 77) Bagaimana manusia tidak melihat kehidupan alam semesta sekarang ini ( penciptaan pertama ) betapa Allah Maha Kuasa, mengapa manusia masih meragukan kekuasaan Allah untuk penciptaan II ? ( ayat 79 )
    Menciptakan api dari kayu, padahal awalnya kayu itu hijau yang banyak mengandung air, kekuasaan Allah menjadikan api dari kayu, apakah manusia tidak melihat bagaimana kekuasaan Allah swt ?. Tiada yang mustahil bagi Allah ( ayat 80 )
    Lihatlah ciptaan Allah swt di langit dan dibumi ? Masihkan manusia mengingkari kekuasaan Allah , Dialah Sang Maha Pencipta segala makhlukNya. (ayat 81 ).
    Dari sini kita harus yakin, bila Allah berkehendak, pasti terjadi !.

    Surat Al Hajj berbicara mengenai proses penciptaan :

    1. Lihatlah (ayat 5) proses kejadian manusia , dari mana diciptakan, proses dalam rahim sampai menjadi bayi hingga dewasa. Lihatlah tubuh kita sekarang ini, yang telah mengalami proses panjang.  Tubuh yang berubah rubah dan itu semua tanda Kekuasaan Allah swt
    2. Ada yang masih hidup sehingga masa tua, ada yang meninggal dunia dan lain lain, inipun tanda kekuasaan Allah swt. (ayat 5)
    3. Lihatlah bumi yang kering, lalu Allah menurunkan air hujan, menumbuhkan berbagai macam makhluk hidup !! Diantaranya tumbuh-tumbuhan. Bukankah ini bukti tanda kekuasaan Allah swt. Bagaimana kita mempertanyakan kekuasaanNya dalam menghidupkan dari yang mati !!. ( ayat 5 )
    4. Tidak ada yang mustahil bagi Allah, karena Dialah Yang Menghidupkan semua dari yang mati. ( ayat 6 )

    ‘Surat Qoof ‘menandaskan lebih jauh:

    • Lihatlah langit yang ditinggikan Allah sangat luas dan sangat indah. Allah Yang Menciptakan dan Menghiasinya. Tiada setitikpun keretakan. (ayat 6 ).
    • Lihatlah semua yang ada diatas hamparan bumi. Lihatlah gunung gunung yang mengokohkan bumi sebagai pemancang, lalu lihat tumbuh-tumbuhan yang sangat menarik ! Sangat indah dipandang mata. (ayat 7 ) . Bahkan dalam ayat 8 kita harus menjadikan PELAJARAN dan PERINGATAN bagi kita semua !! Bahwa Allah Maha Kuasa.
    • Ayat 9-10 menjelaskan bahwa Allah Kuasa menghidupkan yang telah mati, lihatlah air hujan yang diturunkan lalu menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. Buah buahan yang sangat banyak !. Lalu ditutup dengan ayat 11, DEMIKIANLAH Allah kuasa untuk Membangkitkan manusia yang telah mati !!. Seperti tanah yang kering mati bisa hidup dengan air. !

    Dilanjutkan oleh Surat Al-’Araaf:

    1. Lihatlah angin yang digerakkan Allah, membawa awan mendung dihalau ke daerah tandus lalu dihidupkan dengan air hujan, tumbuh-tumbuhan !! Yang mengeluarkan berbagai macam buah buahan !…( ayat 57 ).. Ujung ayat ini menekankan : AGAR MENGAMBIL PELAJARAN dari ini semua BUKTI ADANYA HARI KEBANGKITAN !!.
    2. Pada ayat 58 ; menunjukkan macam macam yang tumbuh. Ada yang tumbuh baik, dari tanah yang subur, ada yang tumbuh tidak baik. Ini semua hanya tanda kebesaran Allah swt.

    (Sayangnya ayat ini (baca: ayat 57) tidak dijadikan pelajaran bahkan sampai disekolah-sekolahpun tidak ada !)

    Surat Nuh:

    1. Lihatlah proses manusia dari setetes air .. Proses dalam rahim.. Dan seterusnya.. Ini adalah bukti Kekuasaan Allah swt. (ayat 14)
    2. Lihat langit yang tinggi dan bertingkat-tingkat. ( Ayat 15 )
    3. Lihat bulan dan matahari , cahaya yang terpancar dari keduanya, inilah kekuasaan Allah swt ( ayat 16 )
    4. Pada ayat 18, dijelaskan sangat mudah bagi Allah membangkitkan manusia setelah kematiannya, mengeluarkan manusia dari tanah.

    Peringatan Kematian Setiap Saat

    Mari kita simak QS Al Hadid ayat 20:

    QS AL-HADID
    ‘ Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan Para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu Lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.’

    • Peringatan bahwa kita akan mengalami kematian.
    • Lihatlah dengan deep thinking, seluruh kehidupan manusia penuh dengan permainan, perhiasan, saling bangga, saling memamerkan. Itu semua hanyalah laksana tumbuh tumbuhan ;
    • Yaitu : awalnya proses tumbuh-tumbuhan yang mengeluarkan buah/bunga dan lain lain, sangat memukau. Tapi lihat proses selanjutnya dengan DEEP THINKING… akan layu dan hancur… itulah kita.
    • Setiap saat kita melihat tumbuh-tumbuhan, yang subur, yang indah dipandang termasuk buah buahan dan lain sebagainya. Ada juga yang layu, kering dan mati. Ini semua PERINGATAN KEMATIAN.
    • MANUSIA sering LUPA, karena sudah diingatkan bahwa KEHIDUPAN DUNIA MENIPU DAN MELALAIKAN sehingga lupa kematian.

    Keyakinan yang Tidak Berubah

    • Semua yakin, pasti ada kematian. Tapi kita tidak  melihat kebanyakan orang untuk mempersiapkannya !.
    • Semua kita yakin, adanya sorga. Tapi kita tidak melihat kebanyakan kita untuk berlomba melakukan sesuatu untuk menggapainya.
    • Semua kita yakin adanya neraka. Tapi kita tidak ada rasa takut dan tidak peduli akan dikuasai nafsunya.
    • Tapi kita sering bersedih karena hal duniawi dan bangga akan hal duniawi.

    Dalam QS Al Munafiqun ayat 10-11:

    • ayat 10: Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku Termasuk orang-orang yang saleh?”
    • ayat 11:  Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.

    Intisari Kajian

    • Kematian yang sudah pasti, selalu dilupakan hanya karena kita tidak mengikuti petunjuk Al-Quran, bahwa apa yang kita lihat disekitar kita, adalah tanda kematian dari Allah. Deep thinking terhadap tumbuh-tumbuhan,buah-buahan yang segar, laksana kita akan dibangkitkan pada hari kiamat. Deep thinking terhadap yang layu dan membusuk, itu adalah kita yang akan mengalami kematian. Ini pelajaran yang harus diambil seperti pesan Al-Quran. Termasuk tidur kita adalah tanda kematian yang kita lupakan !!
    • Kematian yang dilupakan, juga karena kenikmatan dunia yang fana dan sementara. Diingatkan oleh alquran bahwa dunia akan menipu dan memperdayakan kita. Justru kita melupakan peringatakan dari Allah swt.

    Wallahu a’lam bishowaab

    Insya Allah bersambung…

    Ditulis kembali  dari presentasi Uztad Arifin Jayadiningrat

     
  • ghifi 5:28 pm on October 19, 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Travelling ke Akhirat – Alam Barzah Bag. I 

    Assalammu’alaikum wr. wb.

    Travelling terdengar menyenangkan di telinga kita, karena kata-kata tersebut sering berarti relaksasi dari rutinitas dan pekerjaan sehari-hari. Travelling memberikan waktu bagi kita untuk menikmati keindahan alam dan ganti suasana, mendapatkan teman2 baru yang barangkali sebelumnya tidak pernah bertemu dan bercakap-cakap mengenai pengalaman hidup sebelum pertemuan.

    Biasanya ketika kita akan melakukan travelling, tentunya punya perencanaan dan akan menggunakan travelling agency, minimum sudah mengetahui kemana dan berapa lama kira-kira kita akan melakukan perjalanan.

    Berbeda dengan travelling di hari libur, travelling ke akherat hanya one way trip tidak ada batasan waktu karena hanya Allah Swt. yang tau soal itu.Yang menjadi permasalahan adalah seringkali kita tidak pernah atau lupa mempersiapkan travelling yang mau tidak mau akan kita lalui.  Seringkali informasi mengenai Alam Barzah tidak pernah terlintas di benak kita, karena bisa jadi karena kekurangan ilmu mengenai hal ini, kita disibukkan oleh kegiatan dunia dan rutinitas sehingga ketika maut menjemput, kita tidak tahu musti bagaimana.

    Mari kita simak surat Al-Imron (3) ayat  185:

    “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan (melupakan).”

    Peringatan Allah Swt. di atas sering sekali kita lupakan

    Fondasi dalam mengingat kematian (perjalanan ke akhirat) adalah bahwa dalam hidup kita memiliki orientasi atau skala prioritas dalam berbuat.  Yaitu menjauhi perbuatan dosa, selalu meminta ampunan-Nya (baca: istighfar), sehingga jiwa kita menjadi tenang dan kuat.

    Kesalahan Pemahaman Dalam Mengingat Kematian

    1. Banyak sekali aliran-aliran yang berzuhud dari kehidupan dunia dengan meninggalkan urusan dunia.
    2. Melupakan tugas khilafah fil ardh.
    3. Melupakan bahwa dunia yang menciptakan Allah Swt. untuk diwariskan kepada orang yang bertaqwa.
    4. Melalaikan kewajiban Membangun kebahagiaan dunia untuk menggapai kebahagian akhirat.

    Mari kita simak surat Al-Anfal (8) ayat  60:

    “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).”

    Dalam ayat ini menunjukkan kita Tidak Boleh Meninggalkan dunia, justru pengabdian kepada Allah adalah menggarap dunia untuk menggapai ridho-Nya Swt., mendapatkan kebahagiaan akhirat.

    Kemudian kita simak surat Al-Qoshosh () ayat  77:

    Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

    Ayat ini menunjukkan bahwa kita tidak boleh meninggalkan dunia, kita harus berbuat baik seperti Allah Swt berbuat baik kepada kita, artinya: harus menguasai dunia agar produktif kepada manusia menuju bekal akhirat.

    Bahkan menurut hadits riwayat Ahmad: “Rasulullah sallahu alaihi wasalam bersabda,” walaupun telah tiba kiamat terhadap salah satu diantara kalian dan ditangannya masih ada satu benih biji, maka tanamlah !”

    Hadits ini menunjukkan bahwa kita wajib menjadi orang yang produktif membangun dunia, walaupun telah datang kiamat, bila masih mampu berbuat baik untuk bumi dan manusia, kita berbuat!

    Kita hampir selalu setiap hari berdoa:

    رَبَّنَآ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    artinya: Ya Allah berilah kepada kami kehidupan dunia yang baik dan kehidupan akhirat yang baik jauhkanlah kami dari api neraka.

    Bumi diciptakan oleh Allah Swt., ajaran Islam dari Allah Swt., maka bumi dibangun untuk kita dalam mengabdikan diri kepada Allah Swt. Tidak boleh meninggalkan dunia!

    Keseimbangan antara dunia dan akhirat harus terbangun karena sukses di dunia / menguasai dunia untuk menuju kehidupan akhirat yang abadi.

    Surat An-Nisa (4) ayat 78:

    “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, Kendatipun kamu di dalam benteng yang Tinggi lagi kokoh.”

    Ayat tersebut di atas menunjukkan bahwa manusia cenderung takut mati, maka mereka lari darinya, yang seharusnya tidak perlu lari, namun mempersiapkan diri untuk perbekalan kematian!

    Kesalahan selama ini dalam pendidikan agama Islam menyebabkan melupakan kematian dan hari akhirat, Padahal itu adalah Rukun Iman.

    Banyak sekali ayat yang berbicara mengenai hal ini:

    Surat Az-Zumar  ayat 9: “Katakan wahai Muhammad, “apakah sama orang yang mengetahui ( berilmu ) dengan orang yang tidak mengetahui ?”

    Surat Al-An’am ayat 50: “Katakan wahai Muhammad, apakah sama orang yang buta dan orang yang melihat, apakah kalian tidak berfikir ?”

    Agama Islam mengajarkan agar kita “Iqro’” yaitu membaca, analisa, kemudian berpikir, meneliti, menyaksikan, dan melihat.  Ajaran agama lain biasanya tidak ada Iqro’ hanya doktrin tidak ada proses berpikir sehingga berbenturan dengan hukum alam. Dan seringkali ini yang terjadi

    Setelah melalui proses pembelajaran di atas maka kita diharapkan untuk yakin/percaya/iman

    Kemudian di dalam Islam diajarkan menyerahkan diri, kepasrahan, tunduk patuh kepada keputusan Allah Swt.

    Ajaran Islam = hukum alam, karena satu sumber yaitu dari Allah Swt., namun bisa jadi umat Muslim menggunakan metode agama lain untuk memahami Islam.

    Hal ini juga bisa berakibat dalam kehidupan sehari-hari manusia Lupa adanya kepastian kematian!

    Metode Iqro adalah menggunakan deep thinking dalam membaca alam di sekitar kita, sehingga membuat kita beriman kepada hari akhirat -> tidak lupa akan kematian walau sehari pun!

    Insya Allah Bersambung…

    Ditulis kembali  dari presentasi Uztad Arifin Jayadiningrat

     
  • ghifi 5:09 pm on October 12, 2009 Permalink | Balas
    Tags:   

    A Little Thankful Notes with Love 

    Assalammu’alaikum wr. wb.

    Penulis menulis catatan terima kasih kepada orang tua ketika Adik penulis yang paling kecil melangsungkan pernikahannya, dan adalah momen yang bagus untuk dapat mengungkapkan rasa terima kasih penulis yang sangat besar kepada orang tua, karena barangkali selama ini, penulis tidak bisa membalas semua kebaikan orang tua penulis yang begitu banyak.

    Mama & Papa Tercinta.

    Pada hari yang sangat berbahagia ini, kami bertiga bersama pasangan dan anak-anak kami dari lubuk hati yang paling dalam bersyukur atas rahmat Allah SWT yang atas izin-Nya kami sekeluarga dapat berkumpul di hari yang mulia & penuh berkah ini.

    Atas rahmat-Nya juga lah Adik kami tercinta, Ainun, hari ini menikah & memasuki kehidupan baru menjadi insan bertaqwa dan telah menjalankan salah satu ajaran sunah Rasulullah Saw,  dan Insya Allah telah mendapatkan separuh agama.

    Mama & Papa, Tidak terasa waktu terus berjalan begitu cepatnya, mungkin juga tidak terasa kami  semua yang dulu masih kecil-kecil sekarang sudah beranjak dewasa, berkeluarga & mengarungi bahtera rumah tangga.

    Bagi sebagian orang tua mengantar anak sampai ke jenjang pernikahan mungkin hanya dianggap sebagai tugas orang tua terhadap anaknya. Namun bagi kami yang dihantarkan, hal tersebut adalah anugerah karunia & kebanggaan. Kami sangat beruntung sekali bisa masuk ke jenjang pernikahan ini dihantarkan oleh Mama & Papa. Karena takdir Allah, bisa jadi orang lain mendambakan dapat menikmati anugerah  & karunia seperti kami dapatkan. Peran Mama Papa bagai oksigen murni pada setiap tarikan nafas kami, begitu lembut, sangat berharga & bahkan kami menyadari belum ada sesuatu apapun yang dapat menggantikannya.

    Kami sebagai anak merasa segala sikap, kata-kata ataupun perlakuan kami jauh dari sepadan untuk bisa membalas semua keberkahan yang telah kami dapatkan itu. Hanya ucapan Terima Kasih & DOA kami untuk Mama & Papa selalu dalam perlindungan dan kasih sayang Allah SWT.

    Kami masih mempunyai tugas untuk menyambung tali silaturahmi  yang sudah dijalin Mama & Papa selama ini. Tapi kami tetaplah sebagai anak, yang perlu arahan & bimbingan dari Mama & Papa, tegurlah kami ketika kami salah, peluklah kami dengan pujian ketika kami berprestasi, dukunglah & juga DOA Restu bagi kehidupan kami ke depan. Semua itu adalah sumber kekuatan bagi kami dalam langkah-langkah perjalanan hidup kami yang masih panjang.

    Untuk itu kami Mohon kepada Mama Papa, ketika sholat, dzikir, dan doa, agar kami selamat sampai ke tujuan kami menjadi insan bertaqwa, berguna bagi seluruh alam dan seisinya, serta membesarkan anak & cucu kami dengan prinsip dan nilai-nilai yang agung yang sudah diajarkan oleh Allah SWT & RasulnNYA, melalui Mama & Papa.

    Kami juga memohon Maaf kepada Mama Papa selama ini kami pernah berbuat kesalahan baik yg disengaja maupun yang tidak disengaja, kami pernah merepotkan, kami pernah tidak sepaham & berselisih pendapat dgn mama papa. Tapi hanya karena kasih sayang & keikhlasan Mama Papa yang mampu menjadi penawar atas segala yang telah kami perbuat selama ini. Untuk itu sekali lagi kami menghaturkan Permohonan Maaf kami dari lubuk hati kami yang paling dalam.

    Rasanya tidak cukup dengan kami bersimpuh di kaki Mama Papa untuk membalas semua kebaikan-kebaikan Mama Papa kepada kami. Hanya Allah SWT yang bisa membalas segala kebaikan yang telah Mama Papa berikan kepada kami semua. Semoga Mama Papa selalu dalam rahmat & kasih sayang Allah SWT.

    Amien.

     
c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
balas
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
esc
batal