Posts Mentioning RSS Toggle Comment Threads | Tombol Pintas

  • ghifi 1:04 pm on November 22, 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , , movie, ,   

    Travelling Akhirat – Fase Kebangkitan: Timbangan & Perhitungan Amal Manusia Bag. VIII 

    Assalammu’alaikum wr. wb.

    Di bagian fase akhir ini kita akan melihat bagaimana umat Rasulullah Saw. dan orang-orang kafir menjalani perjalanan terakhir menuju keabadian.  Perjalanan yang panjang nan melelahkan. Hanya orang-orang yang sholeh saja yang aman dan mendapatkan kebahagiaan abadi.  Masa menunggu 50.000 tahun di padang mahsyar tidak hanya mengagetkan kita semua namun juga para sahabat juga tercengang, bagaimana tidak menunggu 50.000 tahun dalam keadaan berdiri tentu tidak terasa bagaimana melelahkannya. Namun Rasul salallahu alaihi wassalam menenangkan para sahabat, beliau bersabda orang-orang yang beriman merasakan masa menunggu itu hanya seperti melaksanakan rukun satu waktu shalat wajib yaitu berwudhu, menunggu shalat, hingga selesai shalat yang mungkin kira-kira hanya 20  s.d 30 menit maksimum.

    Namun ketika kita menyaksikan apa yang disebut  hari akhir versi orang barat, Apocalypse misalnya kita mengikuti fenomena film 2012 yang mendefinisikan the end of the world adalah fase evolusi melalui fase multi catastrophes tetapi masih ada survivors. Dan lebih menggelitik lagi survivornya adalah orang-orang yang berduit.  Orang-orang barat tidak bisa menerima adanya kehadiran hari pembalasan. Menurut Firman Allah Azza Wa jalla di QS Azzumar:

    ayat 68. Dan ditiuplah sangkakala ( pertama), Maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi (kedua) Maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).

    Sudah jelas bahwa yang dinamakan kiamat adalah kematian semua makhluk kecuali yang dikehendaki-Nya dalam hal ini malaikat pencabut nyawa dan malaikat peniup sangkakala.  Malaikat pencabut nyawa akan dicabut nyawanya oleh Allah Swt. dan malaikat peniup sangkakala akan tetap hidup karena harus meniupkan sangkakalanya untuk kedua kalinya memasuki hari kebangkitan.

    Tanggal 21 Desember tahun 2012 yang diambil dari kalender suku Maya padahal menurut Islam kapan hari kiamat itu terjadi adalah rahasia Allahu ta’ala. Tidak ada satu pun yang tahu, kalaupun ada itu hanya tanda-tanda kiamat baik kecil maupun yang besar.  Kematian itu sendiri kiamat kecil, dan kita sudah cukup banyak bicara tanda-tanda kematian.

    Sebagai insan yang beriman, kita tidak boleh menganggap enteng amalan-amalan baik di dunia ini,

    7. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya.

    8. Dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya pula.

    Seperti bisnis, amalan sholeh adalah bisnis yang menguntungkan apalagi apabila amalan tersebut seperti bermanfaat bagi masyarakat di sekitar kita, ketika kita dipanggil menghadap kehadapan-Nya, amalan sholeh terus beranak pinak tanpa kita harus bekerja.  Seringkali amalan ini disebut dengan amal jariyah.  Misalnya kita memiliki produk atau jasa terutama yang sifatnya sosial seperti tempat-tempat pendidikan, kesehatan, dan produk atau tekonologi tepat guna, serta piranti pendukung lainnya yang akan bermanfaat walaupun si empunya sudah meninggal dunia.  Ilmu yang bermanfaat, yang diamalkan tidak hanya berhenti menjadi teori, dan khalyak ramai mendapatkan menfaatnya pula.  Doa ana-anak yang sholeh dan sholihah yang selalu menjadi cahaya bagi orang tuanya di alam barzah.

    Tiga hal dan banyak hal yang akan dipaparkan yang dapat menyelamatkan manusia nanti di hari pembalasan.  pada bagian lalu sudah banyak kita membahas keadaan kita di padang mahsyar.  Kondisi manusia yang teramat berat, kemudian datanglah saat pembagian kita perbuatan seperti yang kita simak pada QS Al Insyiqooq:

    فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ (٧)فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا (٨)وَيَنْقَلِبُ إِلَى أَهْلِهِ مَسْرُورًا (٩)وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ (١٠)فَسَوْفَ يَدْعُو ثُبُورًا (١١)وَيَصْلَى سَعِيرًا (١٢)

    ayat 7. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya,

    ayat 8. Maka Dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah,

    ayat 9. Dan Dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira.

    ayat 10. Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang,

    ayat 11. Maka Dia akan berteriak: “Celakalah aku”.

    ayat 12. Dan Dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).

    Kemudian dalam surat Al Haqooh:

    ayaat 19. Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya[1508] dari sebelah kanannya, Maka Dia berkata: “Ambillah, bacalah kitabku (ini)”.

    ayat 20. Sesungguhnya aku yakin, bahwa Sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku.

    ayat 21. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai,

    ayat 22. Dalam syurga yang tinggi,

    ayat 23. Buah-buahannya dekat,

    ayat 24. (kepada mereka dikatakan): “Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu”.

    ayat 25. Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, Maka Dia berkata: “Wahai Alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).

    ayat 26. Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku.

    [1508] Maksudnya: catatan amalan perbuatannya.

    Wallahua’lam bi shoowaab

    Insya Allah bersambung…

    Ditulis kembali dari presentasi Uztad Arifin Jayadiningrat

     
  • ghifi 2:44 am on November 11, 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , aqidah, , , ,   

    Travelling Akhirat – Fase Kebangkitan & Padang Mahsyar Bag. VII 

    Assalammu’alaikum wr. wb.

    Menulis perjalanan jiwa saya jadi teringat penulisan novel harry potter yang juga berseri-seri hingga 7 seri bahkan filmnya bisa hingga 8 seri menurut sumber yang saya baca dari wikipedia.  Namun tentunya tulisan ini tidak bermaksud hanya bercerita saja namun juga sharing sedikit pengetahuan yang penulis dapat dari uztad-uztad yang concern dengan perjalanan hidup kita sehingga dalam kehidupan kita menjadi lebih baik.

    Bisa jadi seorang manusia terkenal di lingkungan manusia karena kekayaan, jabatan, keturunan, namun di hadapan Allah Swt. dan para malaikatnya orang tersebut tidak sama sekali dikenal.  Justru akan banyak orang-orang yang sholeh yang tidak pernah terkenal di kalangan manusia tetapi sangat terkenal dan disanjung oleh para malaikat Allah Swt. seperti yang tertulis di Travelling Akhirat bag. IV yaitu ada seorang wanita berkulit hitam, selalu membersihkan (menyapu) masjid (dalam riwayat juga seorang pemuda). Lalu Nabi merasa kehilangan (tidak melihat lagi). Kemudian beliau bertanya tentang wanita tadi. Kemudian para sahabat mengatakan,” sudah wafat !”. Beliau bersabda”apakah kalian menyakitiku ?” ( seolah-olah orang orang meremehkan wanita itu). Lalu Nabi berkata,” tunjukkan kepadaku kuburannya !”. Lalu mereka menunjukkan kepada Nabi. Kemudian Nabi menyolatkannya ( sholat diatas kuburannya ), kemudian beliau bersabda,” kuburan kuburan disini penuh dengan kegelapan bagi orang orang yang di dalamnya, sesungguhnya Allah azza wa jalla memancarkan cahaya kepada kuburan kuburan ini bagi mereka yang ada di dalamnya karena sholatku kepada mereka”. HR Muslim

    Kita sudah begitu banyak membahas mengenai Alam Barzah dan siksa kubur, barangkali bila dijabarkan dengan kata-kata membutuhkan 4 kali pertemuan atau lebih hanya untuk menjelaskan ayat demi ayat yang kita jumpai di dalam Al Quran dan hadits untuk dapat memahami apa yang sebenarnya terjadi di alam barzah.

    Pada fase kebangkitan sebenarnya juga tidak kalah panjang pembahasannya, apabila dijelaskan dalam pertemuan pengajian bisa memakan waktu 2 bulan itu pun kalau audience tidak lupa dengan apa-apa yang sudah dijelaskan.

    Mari kita simak kondisi manusia di padang mahsyar  QS Toha ayat 108 – 112:

    ayat 108. pada hari itu manusia mengikuti (menuju kepada suara) penyeru[944] dengan tidak berbelok-belok; dan merendahlah semua suara kepada Tuhan yang Maha pemurah, Maka kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja.

    ayat 109. pada hari itu tidak berguna syafa’at[945], kecuali (syafa’at) orang yang Allah Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah meridhai perkataannya.

    ayat 110. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya.

    ayat 111. dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Tuhan yang hidup kekal lagi Senantiasa mengurus (makhluk-Nya). dan Sesungguhnya telah merugilah orang yang melakukan kezaliman.

    ayat 112. dan Barangsiapa mengerjakan amal-amal yang saleh dan ia dalam Keadaan beriman, Maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya.

    [944] Yang dimaksud dengan penyeru di sini ialah Malaikat yang memanggil manusia untuk menghadap ke hadirat Allah.

    [945] Syafa’at: usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain. syafa’at yang tidak diterima di sisi Allah adalah syafa’at bagi orang-orang kafir.

    Dibangkitkan tanpa busana

    Dibangkitkan dalam keadaan telanjang dan tak beralas kaki. nRasulullah bersabda,” sesungguhnya kalian akan dikumpulkan dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang dan tidak di khitan.” ( HR Bukhori Muslim ) يَوْمَ نَطْوِي السَّمَاءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيدُهُ وَعْدًا عَلَيْنَا إِنَّا كُنَّا فَاعِلِي ١٠٤)

    QS Al Ambiya ayat 104. (yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran – lembaran kertas. sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama Begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; Sesungguhnya kamilah yang akan melaksanakannya.

    Kondisi Menegangkan dengan urusan masing masing.

    Tidak saling memperhatikan, setiap insan sibuk dengan urusannya masing masing.  Nabi bersabda,”manusia akan dikumpulkan pada hari kiamat dalam keadaan telanjang dan tidak dikhitan. Aisyah bertanya,”Wahai Rasulullah, perempuan dan laki-laki bergabung ? Mereka bisa saling melihat antara mereka ?. Nabi berkata,” Wahai Aisyah, kondisi saat itu lebih berat dari pada melihat sesama mereka !” HR Muslim 7147 nلِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ (٣٧) QS Abasa ayat 37. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.

    Pemandangan Hari Mahsyar

    وَمَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِهِ وَنَحْشُرُهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى وُجُوهِهِمْ عُمْيًا وَبُكْمًا وَصُمًّا مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ كُلَّمَا خَبَتْ زِدْنَاهُمْ سَعِيرًا (٩٧) QS Al Isra’  ayat 97. dan Barangsiapa yang ditunjuki Allah, Dialah yang mendapat petunjuk dan Barangsiapa yang Dia sesatkan Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Dia. dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat (diseret) atas muka mereka dalam Keadaan buta, bisu dan pekak. tempat kediaman mereka adalah neraka Jahannam. tiap-tiap kali nyala api Jahannam itu akan padam, Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya.

    Orang kafir berjalan dengan Muka

    Seseorang bertanya kepada Rasulullah sallahu alaihi wasalam, “ Ya Rasulullah, bagaiman orang kafir dibangkitkan  untuk dikumpulkan di atas muka mereka pada hari kiamat ?  Rasulullah menjawab,” bukankah yang membuat dia jalan diatas kedua kaki  mereka di dunia Maha kuasa pula menjadikanya berjalan diatas muka mereka pada hari Kiamat ?”

    Kita juga menyimak QS Maryam ayat 85:

    ayat 85: (Ingatlah) hari (ketika) Kami mengumpulkan orang-orang yang takwa kepada Tuhan yang Maha Pemurah sebagai perutusan yang terhormat,

    ayat 86: dan Kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke neraka Jahannam dalam Keadaan dahaga.

    فَإِذَا نُقِرَ فِي النَّاقُورِ (٨)فَذَلِكَ يَوْمَئِذٍ يَوْمٌ عَسِيرٌ (٩)عَلَى الْكَافِرِينَ غَيْرُ يَسِيرٍ (١٠)

    Kemudia kita simak QS Al Mudatsir

    ayat 8. apabila ditiup sangkakala,

    Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah dalam naunganNya pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan Nya.

    1.seorang imam yang adil.

    2.seorang yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah azza wa jalla.

    3.seorang yang hatinya terpaut dengan masjid.

    4.dua orang yang saling mencintai  kerena Allah.

    5.seorang laki laki yang diajak berbuat mesum oleh seroang wanita yang bermartabat lagi cantik lalu ia mengatakan,” Sesungguhnya aku takut karena Allah swt”.

    6.seorang yang bersedekah dengan suatu sedekah lalu ia menyembunyikannya sampai sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang telah disedekahkan oleh tangan kanannya.

    7.seorang yang mengingat Allah seorang diri lalu kedua matanya bercucuran air mata.

    HR Bukhari Muslim.

    Bumi dan Langit baru di padang Mahsyar

    Marik kita simak QS Ibrahim ayat 48: (yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan meraka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.

    Rasulullah sallahu alaihi wasalam bersabda,” Manusia dikumpulkan di (mahsyar)  hari Kiamat, diatas  tanah yang putih datar seperti  roti yang murni tiada tanda tanda bagi siapapun” HR Muslim 7004

    Perhitungan waktu di akhirat

    QS Maarij

    ayat 1. seseorang telah meminta kedatangan azab yang akan menimpa,

    ayat 2. orang-orang kafir, yang tidak seorangpun dapat menolaknya,

    ayat 3. (yang datang) dari Allah, yang mempunyai tempat-tempat naik.

    ayat 4. malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.[1510]

    ayat 5. Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik.

    ayat 6. Sesungguhnya mereka memandang siksaaan itu jauh (mustahil).

    ayat 7. sedangkan Kami memandangnya dekat (mungkin terjadi).

    [1510] Maksudnya: malaikat-malaikat dan Jibril jika menghadap Tuhan memakan waktu satu hari. apabila dilakukan oleh manusia, memakan waktu limapuluh ribu tahun.

    Perbandingan dalam Hadist

    Hadist Nabi sallahu alaihi wasalam : Barangsiapa yang memiliki tabungan ( harta yang berlimpah ) lalu tidak mengeluarkan kewajibanya maka Allah akan menjadikannya pada hari kiamat dibakar di neraka jahanam lalu disetrika punggungnya, pinggirnya, depannya sampai menghukum semua hamba-hambaNya yang bila dihitung satu harinya di akhirat sama dengan hitungan kalian di dunia 50.000 tahun…  (HR Abu Daud, Ahmad, AtTirmidzi, Annasai )

    Mari kita simak QS Al Haj:

    ayat 47. dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, Padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu.

    ayat 48. dan Berapalah banyaknya kota yang aku tangguhkan (azab-Ku) kepadanya, yang penduduknya berbuat zalim, kemudian aku azab mereka, dan hanya kepada-Kulah kembalinya (segala sesuatu).

    Tidak ada benturan pemahaman antara ayat ; 1 hari diakhirat = 1000 tahun di dunia dengan 50.000 tahun didunia, karena pemahamannya 1 hari di akhirat sama dengan ribuan tahun di dunia.

    Berapa Lama Manusia Tinggal di Dunia

    Menyimak QS Almukminuun:

    ayat 107. Ya Tuhan Kami, keluarkanlah Kami daripadanya (dan kembalikanlah Kami ke dunia), Maka jika Kami kembali (juga kepada kekafiran), Sesungguhnya Kami adalah orang-orang yang zalim.”

    ayat 108. Allah berfirman: “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.

    ayat 109. Sesungguhnya, ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa (di dunia): “Ya Tuhan Kami, Kami telah beriman, Maka ampunilah Kami dan berilah Kami rahmat dan Engkau adalah pemberi rahmat yang paling baik.

    ayat 110. lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan adalah kamu selalu mentertawakan mereka,

    ayat 111. Sesungguhnya aku memberi Balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaran mereka; Sesungguhnya mereka Itulah orang-orang yang menang[1026].”

    ayat 112. Allah bertanya: “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?”

    ayat 113. mereka menjawab: Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, Maka Tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.”

    ayat 114. Allah berfirman: “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu Sesungguhnya mengetahui[1027]“

    ayat 115. Maka Apakah kamu mengira, bahwa Sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?

    ayat 116. Maka Maha Tinggi Allah, raja yang sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia.

    ayat 117. dan Barangsiapa menyembah Tuhan yang lain di samping Allah, Padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, Maka Sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.

    ayat 118. dan Katakanlah: “Ya Tuhanku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah pemberi rahmat yang paling baik.”

    [1026] Maksud ayat 108, 110 dan 111 ialah bahwa orang-orang kafir itu diperintahkan tinggal tetap di neraka dan tidak boleh berbicara dengan Allah, karena mereka selalu mengejek-ejek orang-orang yang beriman, berdoa kepada Allah supaya diberi ampun dan rahmat.

    [1027] Maksudnya: mereka hendaknya harus mengetahui bahwa hidup di dunia itu hanyalah sebentar saja, sebab itu mereka seharusnya janganlah hanya mencurahkan perhatian kepada urusan duniawi saja.

    Wallahua’lam bishowaab

    Insya Allah Bersambung…

    Ditulis kembali dari presentasi Uztad Arifin Jayadiningrat

     

     
  • ghifi 2:39 am on November 10, 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , , , pandidikan,   

    Travelling Akhirat – Fase Kebangkitan Bag. VI 

    Assalammu’alaikum wr. wb.

    Sudah banyak kita membahas alam kubur yang merupakan fase penantian kiamat dan kebangkitan.  Orang sholeh akan mendapatkan nikmat kubur, arwah yang dimurkai Allah Swt. akan mendapatkan adzab kubur. Coba kita hitung-hitung lagi berapa banyak kita mendengarkan kata-kata dunia (tidak secara textual tentunya) bisa dalam bentuk uang, kekayaan, kejayaan, jabatan, wanita, dan anak-anak? Dan berapa banyak kita mendengar kata-kata akhirat katakanlah dalam 1 tahun saja, bisa jadi kata-kata akhirat kita dengar cuma ketika kita sedang dalam taklim atau pengajian atau ketika kita melayat keluarga atau teman-teman yang meninggal dunia, berapa kali kita serius soal akhirat dibandingkan soal dunia dalam hidup kita setiap tahun, setiap bulan, setiap minggu? Sepertinya tidak akan sebanyak  permasalahan dunia yang kita hadapi secara serius dalam kehidupan kita sehari-hari.

    Sudah barang tentu karena kita masih hidup di dunia semua yang terkait dengan kehidupan dunia menjadi perhatian kita, tidak ada yang salah dengan hal ini, namun akan jauh lebih bernilai apabila kita dapat melihat konektifitas antara kehidupan dan amalan di dunia dengan kehidupan setelah mati, dengan kata lain kehidupan ini seharusnya tidak melalaikan kehidupan kita setelah fase dunia.

    Jangan lupa bahwa alam barzah hanyalah fase transisi antara kehidupan dunia dan sakaratul maut dengan fase kebangkitan.  Menggambarkan fase Kebangkitan kubur memang banyak melihat ayat-ayat-Nya di Al-Quran misalnya Surat AL HAAQOH:

    ayat 13. Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup[1507]

    ayat 14. Dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur.

    ayat 15. Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat,

    ayat 16. Dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah.

    ayat 17. Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. dan pada hari itu delapan orang Malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.

    ayat 18. Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).

    [1507] Maksudnya: ialah tiupan yang pertama yang pada waktu itu alam semesta menjadi hancur.

    Kemudian kita simak QS Azzumar:

    ayat 68. Dan ditiuplah sangkakala ( pertama), Maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi (kedua) Maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).

    ayat 69. Dan terang benderanglah bumi (padang Mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah Para Nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan.

    Tiupan I : kematian semuanya yang dilangit dan bumi diikuti Tiupan II dimana manusia dibangkitkan di Mahsyar dan  pembagian buku catatan amalan -dan berkumpul dengan para Nabi

    Kemudian kita simak QS Yasin:

    ayat 49. Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja[1269] yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.

    ayat 50. Lalu mereka tidak Kuasa membuat suatu wasiatpun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya.

    ayat 51. Dan ditiuplah sangkalala[1270], Maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka

    [1269] Maksudnya: suara tiupan sangkalala yang pertama yang menghancurkan bumi ini.

    [1270] Tiupan ini adalah tiupan sangkalala yang kedua yang sesudah nya bangkitlah orang-orang dalam kubur.

    Kemudian QS An Naml:

    ayat 87. Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, Maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.

    Juga banyak lagi seperti ayat-ayat pada surat yang lain seperti QS Al Zalzalah, QS Al Qoriah, QS Al Ghosyiyah

    Bagaimana Dibangkitkan?

    Mari kita simak QS Al Araf:

    ayat 57. Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, Maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. seperti Itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, Mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran

    Ayat yang begitu indah pada QS Fathir:

    ayat 9. Dan Allah, Dialah yang mengirimkan angin; lalu angin itu menggerakkan awan, Maka Kami halau awan itu kesuatu negeri yang mati lalu Kami hidupkan bumi setelah matinya dengan hujan itu. Demikianlah kebangkitan itu.

    Kemudian kita simak QS Qoof:

    ayat 41. dan dengarkanlah (seruan) pada hari penyeru (malaikat) menyeru dari tempat yang dekat.

    ayat 42. (yaitu) pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya Itulah hari ke luar (dari kubur).

    ayat 43. Sesungguhnya Kami menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada Kami-lah tempat kembali (semua makhluk).

    ayat 44. (yaitu) pada hari bumi terbelah-belah Menampakkan mereka (lalu mereka ke luar) dengan cepat. yang demikian itu adalah pengumpulan yang mudah bagi kami.

    Atau seperti pada QS Al Qomar dimana manusia diupamakan seperti belalang:

    ayat 6. Maka berpalinglah kamu dari mereka. (ingatlah) hari (ketika) seorang penyeru (malaikat) menyeru kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari pembalasan),

    ayat 7. sambil menundukkan pandangan-pandangan mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan

    ayat 8. mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu. orang-orang kafir berkata: “Ini adalah hari yang berat.”

    Kalau kita simak QS Al Zalzalah yang berbicara mengenai kondisi manusia yang beraneka ragam:

    ayat 6. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam Keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka[Maksudnya ada di antara mereka yang putih mukanya dan ada pula yang hitam dan sebagainya],3

    Wallahua’lam bishowaab

    Insya Allah Bersambung…

    Ditulis kembali dari presentasi Uztad Arifin Jayadiningrat

     
  • ghifi 8:28 pm on November 5, 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    Travelling Ke Akherat – Alam Barzah Revisited Bag. 5 

    Assalammu’alaikum Wr. Wb.

    Berbicara mengenai alam barzah, pagi ini saya menghadiri pemakaman paman dari istri saya yang dipanggil oleh-Nya karena mengalami gagal ginjal dan hanya masuk rumah sakit semalam, paginya menghadap kepada-Nya.  Tidak banyak terlihat kesedihan di dalam keluarga paman saya itu, sepertinya tidak ada anggota keluarga yang merasa kehilangan, tidak banyak teman-teman almarhum yang terlihat melayat, namun tentu saja hal itu tidak penting karena yang terpenting saya sudah mensholatkan dan mendoakannya. Saya paham benar paman saya bisa mendengar semua percakapan, doa, dan orang-orang yang mengantarkan ke peristirahan terakhir.  Mudah2an semua amalan almarhum yang baik diterima di sisi-Nya, dan mudah2an Allah Swt. mengampuni segala dosa2nya dan diberika kemudahan di alam kubur, amien

    Seperti ingin mengambil inti sari yaitu setelah kita berbicarakan mengenai Alam Barzah, selalu  dimulai dari kehidupan di dunia, tanda-tanda kematian, sampai kepada kematian itu sendiri, dan kehidupan setalah mati.  Perjalanan begitu panjang namun bagi yang hidup sepertinya punya begitu banyak hal menjadi tugas kita sebagai seorang khalifah di muka bumi, karena dunia ini diwariskan kepada orang-orang yang bertaqwa dan menjadi kewajiban kita untuk membangun kebahagiaan hidup di dunia, sehingga semakin terasa ada korelasiantara akhirat dan dunia melalui amal-amal kita yang selama ini kita lakukan.  Tentunya hal ini tidak terlalu terlihat jelas hari ini karena kita masih hidup, tunggu sampai setelah nanti kita mengalami kehidupan di alam barzah.

    Barangkali kesalahan mendasar yang seringkali terjadi adalah pendidikan agama Islam ditambah dengan budaya doktrin serta tidak adanya budaya Iqro’ sehingga seringkali kita lupa atau tidak meyakini bahkan tidak percaya dengan adanya hari akhir. Budaya Iqro’ memang harus dimulai sejak dini, sejak kanak-kanak, karena adalah menjadi tugas orang tua untuk mendidik anaknya menjadi anak-anak yang sholeh dan sholihah sehingga tidak saja anak-anak ini menjadi berguna bagi umat tapi sudah menjadi tanggung jawab kita (baca: amanah) untuk mendidik anak-anak kita berdasarkan Islam, dan mereka akan menjadi aset yaitu melalui doa anak yang sholeh yang akan memberikan cahaya ketika kita berada di alam barzah

    Di bagian kedua kita banyak berbicara mengenai tanda-tanda kematian melalui banyak ayat Quran yang mengupas mengenai penciptaan Allah Swt yaitu pencipataan dunia dan penciptaan akherat, bahkan nanti kita lihat ada bumi dan langit baru yang akan diciptakan.  Bukti-bukti seperti bumi yang kering lalu tumbuhlah tanam-tanaman dan makhluk hidup lainnya.  Penciptaan manusia dari sel-sel yang bertumbuh dan berubah-ubah sesuai kehendak-Nya, memberikan pemandangan yang menakjubkan atas kebesaran-Nya.

    Kehidupan juga menipu dan dapat melupakan kita pada kematian.Kita sering dibuat sedih dan bangga akan hal-hal yang bersifat duniawi. Kehidupan ini tidak sementara. Kata salah satu motivator kita, bahwa hidup fisik memang berakhir tetapi sebenarnya jiwa terus hidup dan berpindah kepada kehidupan selanjutnya.  Transisi dari kehidupan dunia kepada kehidupan alam barzah sangat dahsyat (baca: sakaratul maut) yaitu kepedihan saat nyawa dicabut, menatap malaikat pencabut nyawa dan yang lebih penting lagi menatap masa depan kita.  Kita tetap harus berprasangka baik kepada Allah Swt. selalu berdzikir dan selalu optimis karena Allah Swt. menjanjikan jannah (sorga) dan janji itu nyata.

    Seperti cerita saya di atas, orang yang meninggal itu memiliki pendengaran yang lebih tajam jauh lebih tajam dari orang yang hidup, bahkan seperti media facebook & twitter di alam kubur, ruh-ruh tersebut mendapatkan status update mengenai anggota keluarganya, apabila anaknya melakukan perbuatan amalan baik, maka otomatis ruh menjadi bahagia, begitu sebaliknya ketika anak keturunannya berbuat zalim, tentunya rasa sedih yang dirasakan.  Doa anak-anak sholeh/sholihah akan menyelamatkannya dari siksa kubur dan memberikan cahaya di alam kubur.  Doa orang yang memasuki kubur juga di dengar.  ruh-ruh yang sholeh akan saling bersilaturahmi dan bahkan bisa saling menikah membangun keluarga, ada surga di dalam alam kubur. Orang-orang yang mati syahid ingin memberitahukan berita gembira kepada yang hidup bahkan mereka ingin hidup lagi untuk merasakan mati syahid lagi.

    Sebentar lagi kita akan bercerita mengenai kehidupan di fase berikutnya yaitu fase kiamat dan sesudahnya.

    Wallahua’lam bishowaab

    Insya Allah Bersambung…

     
c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
balas
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
esc
batal