Latest Updates: cloud computing RSS

  • Private Cloud Computing Adalah Masa Depan IT Bagi Korporasi 

    ghifi 1:41 pm on April 4, 2009 Permalink | Balas
    Tag: cloud computing, ,

    Assalammu’alaikum wr. wb.

    saas12Seorang eksekutif IT sebuah perbankan memiliki mimpi bahwa layanan e-channel di banknya bisa memiliki kapasitas dan response time seperti perusahaan-perusahaan seperti Google, Facebook, dan Yahoo dimana seluruh pengguna di seluruh dunia dapat mengakses situs-situs tersebut secara lokal dalam bahasa setempat dilengkapi oleh layanan yang prima.

    Namun mimpi itu barangkali tidak akan menjadi kenyataan dalam waktu dekat dikarenakan perbedaan visi antara industri keuangan yang menganggap bahwa IT merupakan cost center, sedangkan perusahaan IT menganggap investasi di IT merupakan asset yang dapat memberikan bisnis.  Dunia keuangan mengitung sekecil mungkin uang sen yang mereka keluarkan untuk investasi bahkan mereka menerapkan efisiensi dalam segala hal, sedangkan perusahaan IT menerapkan efisiensi dalam bentuk produk dan revenue yang dihasilkan.

    Investasi   IT di Indonesia masih dianaktirikan, mungkin karena disamping mahal, Indonesia masih hanya berperan sebagai konsumen bukan inovator, sehingga produk-produk IT masih sebagian besar harus diimpor, walaupun kondisi sekarang sudah jauh lebih baik ketika PC/notebook sudah bisa diproduksi sendiri oleh negara republik ini.

    Kembali ke topik, ketika Anda memiliki 5 bisnis unit dan 100 aplikasi (baca: produk), beberapa menginginkan layanan sangat cepat, yang lainnya tidak, maka tim yang tergabung dalam service governance group akan menentukan aplikasi apa mendapatkan sumber daya apa.

    Teknologi mengalami evolusi menurut peneliti dari Gartner, Bittman, dan teknologi ini bukanlah sesuatu yang mudah untuk diimplementasikan

    Private cloud akan mengambil alih dalam beberapa tahun ke depan, namun kemungkinan hal ini terjadi hanya pada perusahaan IT besar.  Bagi perusahaan IT kecil barangkali belum tentu memiliki economies of scale dan belum tentu menguntungkan.  Dalam 5 tahun ke depan prosentasi bisnis kecil yang mendapatkan sumber daya komputernya dari provider cloud eksternal cukup besar, menurutnya.

    Nantinya setiap perusahaan akan memiliki kapasitas yang sifatnya fix in-house dan memiliki akses ke kapasitas eksternal dari provider ketika mereka membutuhkannya.  Seperti overdraft protection di sebuah akun nasabah sebuah bank.

    Jika korporasi mengalami permintaan yang mendadak, maka meta operating system dan service governor akan mengatur ekstra kapasitas untuk dialokasikan dari sumber luar. Pemakai tidak akan dapat membedakan layanan mana yang berasal dari dalam dan mana yang dari luar perusahaan.  Data center akan membedakan layer layanan yang diberikan sedangkan pengguna hanya melihat interface service based.

    Ketika terjadi evolusi pada public cloud, perusahaan akan memiliki banyak pilihan.  Hari ini layanan cloud computing memberikan elastisitas yaitu kemampuan untuk menambah sumber daya dan mengurangi sesuai kebutuhan kapanpun..  Sebagai contoh Amazon cloud computing service disebut denagn Elastic Compute Cloud (EC2)

    Tetapi elastisitas itu sendiri masih menjadi pertanyaan, karena ketika para pengguna misalnya ingin menambah sedikit kapasitas melalui EC2 maka Amazon akan memberikan charge tambahan untuk masing-masing virtual server, sehingga konsumen harus membeli kapasitas yang besar di depan.

    Menurut Bittman vendor cloud harus memberikan layanan kapasitas ketika ada kebutuhan konsumen.  Namun demikian hal ini hanya salah satu dari banyak isu yang harus diselesaikan dalam rangka pembangunan private dan public cloud.

    Membutuhkan waktu yang sedikit lama untuk cloud mencapai maturitynya di segala area dan memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

    Apakah Anda setuju dengan pendapat tersebut?

     
  • Cloud Computing? Apakah Menjadi Sebuah Solusi Efisien Teknologi Informasi Bagi Dunia Bisnis di Indonesia 

    ghifi 5:25 pm on March 27, 2009 Permalink | Balas
    Tag: cloud computing, grid computing, , IT,

    cloud-computing-kitchen-sink1Assalammu’alaikum wr. wb.

    Hari ini Teknologi Informasi benar-benar telah menjadi tulang punggung bisnis dan bukan merupakan sesuatu yang nice to have (baca: life style) tetapi sudah menjadi business enabler (baca: memungkinkan sebuah bisnis bisa berjalan dan bertumbuh).  Tanpa TI, bisnis tidak akan bisa berkembang, inovasi juga akan mandek, konsumen yang menginginkan perbaikan kualitas maupun terobosan menjadi kesal karena bisnis tidak memberikan solusi yang diinginkan, yaitu layanan inovatif, prima dan terjangkau serta kaya dengan fitur.

    Para pengguna juga dapat mengakses sumber daya aplikasi tersebut di mana saja dia berada dan tidak perlu harus duduk dikantor asalkan dia memiliki web browser, yang terinstal misalnya di mobile phone . Contoh cloud computing dalam kehidupan kita sehari-hari seperti aplikasi social networking: facebook,  aplikasi peer-to-peer: skype, bittorent, SaaS: Google apps.

    Saya sempat berbicara dengan salah satu teman saya mengenai bisnisnya.  Dia termasuk dalam kategori bisnis UMKM dan dia ingin sekali agar bisnisnya tersebut bisa maju.  Namun karena masih belum memiliki solusi TI yang sesuai maka dari sisi operasional sehari-hari saja sudah kelabakan, bagaimana bisa memikirkan bisnisnya dapat berkembang?

    Solusi Information Technology tidaklah harus mahal dan rumit, walaupun bisnis model saat ini adalah ketika kita berbicara mengenai salah satu solusi berbasiskan aplikasi, biasanya user terikat dengan berbagai kontrak semacam End User License Agreement, Software maintenance, ongoing operations, patches, dan lain sebagainya.

    Bisnis menginginkan on-demand license yang fleksibel dan terjangkau, daripada TI menjadi fixed cost lebih baik menjadi variable cost (pay as you really grow) dan bisa diminimalisasi terhadap lisensi yang memang dibutuhkan, serta ketika bisnis berkembang dia bisa menambah license yang dibutuhkan atau bahkan ketika aplikasi tidak relevan maka bisa saja kontrak diterminasi sewaktu-waktu250px-cloud_computing_economicssvg

    Dari sisi provider (baca: applications service hosting/provider) mereka juga terbantu dari sisi kontrol, pemakaian atau utilisasi melalui multi tenancy, dan distribusi lisensi software, bahkan mereka dapat melakukan deployment software di banyak organisasi tanpa harus melakukan pre-install fisik di organisasi tersebut.

    Model di atas sering disebut sebagai SaaS (Software as a Service)  atau per-use service-based-model yang merupakan bagian dari Cloud Computing.  Namun, solusi cloud computing tidak terbatas pada aplikasi tertentu, bisa saja untuk aplikasi umum seperti corporate email, dimana user tidak lagi harus melakukan investasi infrastruktur email corporate (server, hard disk) dan  lisensi secara fisik.

    Memang solusi untuk email corporate ini membutuhkan sistem keamanan yang terjamin, dan data confidential tidak bocor kepada pihak-pihak yang tidak memiliki hak.  Namun solusi ini memiliki kekuatannya kekuatannya apalagi sekarang ini konsumer sudah memiliki device-device seperti telepon selular (iphone, android, windows mobile) yang mampu memfasilitasi teknologi ini.

    Performa bisnis di dalam korporasi akan menjadi lebih baik dengan aplikasi yang berjalan di cloud, karena mereka tidak lagi memikirkan risiko-risiko seperti return on investment sehingga ROA (baca: return on asset) juga lebih baik, tidak perlu lagi investasi sumber daya manusia yang spesifik, dan dengan mudah membuat kontrak di atas kesepatan akan service level agreement, sehingga mendapatkan layanan ketersediaan dan kehandalan sistem yang terjamin, alhasil bisnis intinya bisa berjalan dengan lebih baik karena biaya TI bisa ditekan menjadi jauh lebih efisien.

    Konsep Green Computing sudah menjadi bagian dari cloud computing karena sistem menjadi lebih efisien dan seperti yang sudah diketahui yaitu pemakaian  komputer dan infrastruktur pendukungnya memakan sumber daya energi listrik yang sangat besar.  Para pengguna juga dapat mengakses sumber daya aplikasi tersebut di mana saja dia berada dan tidak perlu harus duduk dikantor asalkan dia memiliki web browser, yang terinstal misalnya di mobile phone . Contoh cloud computing dalam kehidupan kita sehari-hari seperti aplikasi social networking: facebook,  aplikasi peer-to-peer: skype, bittorent, SaaS: Google apps.

    Wallahu ‘alam bi showab

     
    • jimmy 7:03 pm on Maret 28, 2009 Permalink

      ini ada satu referensi dari Gartner

      http://thelotusposition.files.wordpress.com/2008/12/gartner-hype-cycle20081.jpg

c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
balas
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
esc
batal