Tagged: life RSS

  • ghifi 2:39 am on November 10, 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , , life, pandidikan,   

    Travelling Akhirat – Fase Kebangkitan Bag. VI 

    Assalammu’alaikum wr. wb.

    Sudah banyak kita membahas alam kubur yang merupakan fase penantian kiamat dan kebangkitan.  Orang sholeh akan mendapatkan nikmat kubur, arwah yang dimurkai Allah Swt. akan mendapatkan adzab kubur. Coba kita hitung-hitung lagi berapa banyak kita mendengarkan kata-kata dunia (tidak secara textual tentunya) bisa dalam bentuk uang, kekayaan, kejayaan, jabatan, wanita, dan anak-anak? Dan berapa banyak kita mendengar kata-kata akhirat katakanlah dalam 1 tahun saja, bisa jadi kata-kata akhirat kita dengar cuma ketika kita sedang dalam taklim atau pengajian atau ketika kita melayat keluarga atau teman-teman yang meninggal dunia, berapa kali kita serius soal akhirat dibandingkan soal dunia dalam hidup kita setiap tahun, setiap bulan, setiap minggu? Sepertinya tidak akan sebanyak  permasalahan dunia yang kita hadapi secara serius dalam kehidupan kita sehari-hari.

    Sudah barang tentu karena kita masih hidup di dunia semua yang terkait dengan kehidupan dunia menjadi perhatian kita, tidak ada yang salah dengan hal ini, namun akan jauh lebih bernilai apabila kita dapat melihat konektifitas antara kehidupan dan amalan di dunia dengan kehidupan setelah mati, dengan kata lain kehidupan ini seharusnya tidak melalaikan kehidupan kita setelah fase dunia.

    Jangan lupa bahwa alam barzah hanyalah fase transisi antara kehidupan dunia dan sakaratul maut dengan fase kebangkitan.  Menggambarkan fase Kebangkitan kubur memang banyak melihat ayat-ayat-Nya di Al-Quran misalnya Surat AL HAAQOH:

    ayat 13. Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup[1507]

    ayat 14. Dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur.

    ayat 15. Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat,

    ayat 16. Dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah.

    ayat 17. Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. dan pada hari itu delapan orang Malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.

    ayat 18. Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).

    [1507] Maksudnya: ialah tiupan yang pertama yang pada waktu itu alam semesta menjadi hancur.

    Kemudian kita simak QS Azzumar:

    ayat 68. Dan ditiuplah sangkakala ( pertama), Maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi (kedua) Maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).

    ayat 69. Dan terang benderanglah bumi (padang Mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah Para Nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan.

    Tiupan I : kematian semuanya yang dilangit dan bumi diikuti Tiupan II dimana manusia dibangkitkan di Mahsyar dan  pembagian buku catatan amalan -dan berkumpul dengan para Nabi

    Kemudian kita simak QS Yasin:

    ayat 49. Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja[1269] yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.

    ayat 50. Lalu mereka tidak Kuasa membuat suatu wasiatpun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya.

    ayat 51. Dan ditiuplah sangkalala[1270], Maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka

    [1269] Maksudnya: suara tiupan sangkalala yang pertama yang menghancurkan bumi ini.

    [1270] Tiupan ini adalah tiupan sangkalala yang kedua yang sesudah nya bangkitlah orang-orang dalam kubur.

    Kemudian QS An Naml:

    ayat 87. Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, Maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.

    Juga banyak lagi seperti ayat-ayat pada surat yang lain seperti QS Al Zalzalah, QS Al Qoriah, QS Al Ghosyiyah

    Bagaimana Dibangkitkan?

    Mari kita simak QS Al Araf:

    ayat 57. Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, Maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. seperti Itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, Mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran

    Ayat yang begitu indah pada QS Fathir:

    ayat 9. Dan Allah, Dialah yang mengirimkan angin; lalu angin itu menggerakkan awan, Maka Kami halau awan itu kesuatu negeri yang mati lalu Kami hidupkan bumi setelah matinya dengan hujan itu. Demikianlah kebangkitan itu.

    Kemudian kita simak QS Qoof:

    ayat 41. dan dengarkanlah (seruan) pada hari penyeru (malaikat) menyeru dari tempat yang dekat.

    ayat 42. (yaitu) pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya Itulah hari ke luar (dari kubur).

    ayat 43. Sesungguhnya Kami menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada Kami-lah tempat kembali (semua makhluk).

    ayat 44. (yaitu) pada hari bumi terbelah-belah Menampakkan mereka (lalu mereka ke luar) dengan cepat. yang demikian itu adalah pengumpulan yang mudah bagi kami.

    Atau seperti pada QS Al Qomar dimana manusia diupamakan seperti belalang:

    ayat 6. Maka berpalinglah kamu dari mereka. (ingatlah) hari (ketika) seorang penyeru (malaikat) menyeru kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari pembalasan),

    ayat 7. sambil menundukkan pandangan-pandangan mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan

    ayat 8. mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu. orang-orang kafir berkata: “Ini adalah hari yang berat.”

    Kalau kita simak QS Al Zalzalah yang berbicara mengenai kondisi manusia yang beraneka ragam:

    ayat 6. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam Keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka[Maksudnya ada di antara mereka yang putih mukanya dan ada pula yang hitam dan sebagainya],3

    Wallahua’lam bishowaab

    Insya Allah Bersambung…

    Ditulis kembali dari presentasi Uztad Arifin Jayadiningrat

     
  • ghifi 4:15 pm on October 24, 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , , life, ,   

    Travelling Akherat – Alam Barzah & Kemana Kita Setelah Mati? Bag. IV 

    Assalammu’alaikum wr. wb.

    Setelah manusia memasuki fase alam barzah yang menjadi pertanyaan apa yang terjadi dan kemana perjalanan kita setelah meninggalkan dunia yang fana ini?

    Barzakh  برْزَخٌ

    Dapat berarti dinding pemisah / antara kedua tempat برْزَخٌ : حاجبٌ

    Yaitu pemisah antara kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.

    Mari kita simak QS Ar-Rahman ayat 19-21:
    ayat 19. Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,
    ayat 20. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.
    ayat 21. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

    Kemudian kita juga simak QS Al Mukminun ayat 99-100

    ayat 99. (Demikianlah Keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, Dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia)[1021],
    ayat 100. Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah Perkataan yang diucapkannya saja. dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan[1022].

    [1021] Maksudnya: orang-orang kafir di waktu menghadapi sakratul maut, minta supaya diperpanjang umur mereka, agar mereka dapat beriman.
    [1022] Maksudnya: mereka sekarang telah menghadapi suatu kehidupan baru, Yaitu kehidupan dalam kubur, yang membatasi antara dunia dan akhirat.

    Hadist Rasulullah , Dari al Bara’ bin azib  :

    Kami keluar bersama Nabi sallahu alaihi wasalam, menggiring jenazah seorang laki laki dari golongan Anshar, sehingga kami sampai pekuburan. Ketika sedang di kubur, Rasulullah sallahu alahi wasalam, duduk menghadap ke Kiblat, dan kamipun duduk disekelilingnya, seakan akan diatas kami ada burung.

    Sementara di tangan beliau ada dahan yang dicocokkan ke tanah (menampakkan wajah berpikir mendalam), lalu beliau memandang ke langit, dan memandang ke bumi. Lalu beliau bersabda,” mintalah perlindungan kepada Allah dari adzab kubur” sampai dua tiga kali. Lalu beliau menerangkan,”….

    Sesungguhnya seorang hamba Mukmin, bila meninggalkan dunia (akan wafat) dan menghadapi akhirat. Turunlah kepadanya Malaikat dari langit. Dengan wajah yang cerah laksana matahari, dengan mereka kain kafan , diambil dari kain kafan surga, wangi wangian dari surga, mereka duduk sejauh mata memandang. Kemudian malaikat maut berkata,”kesejahteraan / kedamaian bagimu”sampai malaikat duduk di atas kepalanya.

    Lalu malaikat berkata,” wahai jiwa yang baik, keluarlah kamu menuju maghfiroh (ampunan) dari Allah dan keridhoaanNya (cintaNya).

    Nabi berkata Saw.,”maka keluarlah jiwa itu (ruh itu), seperti mengalirnya air dalam siqo (tempat air),lalu malaikat mengambilnya. Dan tidak ada sekejap matapun di tangan malaikat itu kecuali meletakkannya dalam kafan serta ramuan wewangian. Yang mana keluar darinya bau yang sangat harum sekali seperti Misk (kasturi) yang terdapat dibelahan bumi.

    Lalu Nabi bersabda,” malaikat malaikat itu naik ke atas bersamanya (membawanya). Setiap kali melintas kelompok malaikat, pasti mereka bertanya,” apakah gerangan Jiwa yang baik (sangat harum) ini ?”.

    Mereka menjawab,”fulan bin fulan (identitas mayit) dengan nama yang paling indah, yang mana memiliki nama lebih baik nama-namanya yang ia dinamainya selama di dunia.

    Sehingga pada akhirnya  mereka sampai langit dunia, meminta untuk dibukakan pintu untuk nya ( mayit ), maka terbukalah pintu langit untuk mereka.

    Selanjutnya mereka mengiring lagi disetiap lapisan langit sampai langit berikutnya diiringi para malaikat. Pada akhirnya sampailah ke langit tujuh.

    Maka Allah azza wajalla berfirman,” tulislah kitab hambaKu ini dalam illiyyin. Lalu kembalikanlah ia ke bumi. Sesungguhnya Aku menciptkannya (manusia)  dari (bumi /tanah) dalam  dikembalikan ke dalamnya (kubur) dan Aku mengeluarkannya (membangkitkan kembali) lagi  darinya”.

    Kemudian Nabi berkata,” maka dikembalikanlah ruhnya kedalam jasadnya, lalu didatangilah oleh dua malaikat, kemudian di duduki (dibangunkan untuk duduk). Kedua malaikat itu berkata,”siapakah Tuhanmu ?. ia menjawab,”Allah Tuhanku”.

    Lihat QS Ibrahim ayat 27 . Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan Ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat

    Keduanya bertanya lagi,”apakah agamamu?”, ia menjawab,” agamaku Islam”. Mereka bertanya,”siapakah laki-laki yang diutus kepadamu?”. Ia menjawab,”Rasulullah”. Ditanya lagi,”apakah ilmumu?”. Ia menjawab,”Ku baca Alquran  lalu, kuyakini dan kubenarkan (amalkan). Maka terpanggilah panggilan dari langit ( Allah ) ; benar yang diucapkan hambaKu, maka berikanlah kepadanya kenikmatan pelaminan dari surga, dan berilah pakaian dari surga, bukalah baginya pintu menuju surga.

    Nabi bersabda ,”maka datanglah kepadanya malaikat dengan kesenangan dan kenikmatan lalu melapangkan kuburnya sepanjang mata memandang”.

    Nabi bersabda,” datang kepadanya seseorang yang sangat menawan wajahnya, pakaian yang sangat indah, serta bau yang sangat harum dan berkatalah kepadany,” berbahagialah kamu, dengan segala kenikmatan untukmu. Inilah hari yang telah dijanjikan untukmu.

    Iapun bertanya ,” siapakah sesungguhnya kamu ? wajahmu yang membawa wajah segala kebaikan?”. ia menjawab,”aku adalah amal sholehmu”. Lalu ia berkata,”Ya Tuhanku, percepatlah kiamat, sehingga aku kembali kepada keluargaku dan hartaku”.

    Kitab Illiyin

    QS  Al Muthoffifiin 83
    ayat 18. Sekali-kali tidak, Sesungguhnya kitab orang-orang yang berbakti itu (tersimpan) dalam ‘Illiyyin. [1564]
    ayat 19. Tahukah kamu Apakah ‘Illiyyin itu?
    ayat 20. (yaitu) kitab yang bertulis,
    ayat 21. Yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah).
    ayat 22. Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (syurga),

    [1564] ‘Illiyyin: nama kitab yang mencatat segala perbuatan orang-orang yang berbakti.

    Yang Dimurkai Allah SWT.

    Sesungguhnya seorang hamba Kafir, bila meninggalkan dunia (akan wafat) dan menghadapi akhirat. Turunlah kepadanya Malaikat dari langit. Dengan wajah mengerikan yang hitam kelam  dengan mereka alat pintalan kasar dari neraka , mereka duduk di atas kepalanya sejauh mata memandang  .

    Lalu malaikat berkata,” wahai jiwa yang kotor, keluarlah kamu menuju kemurkaan dan kemarahan Allah.

    Nabi berkata,”maka diceraiberaikanlah jiwanya dalam tubuhnya  dan mencabutnya seperti mencabut seperti mencabut rembesan air yang banyak dari buluh domba yang  basah, lalu ditariknyalah   lalu malaikat mengambilnya dengan keras sampai terputuslah  urat urat dan syarafnya.. Dan tidak ada sekejap matapun di tangan malaikat itu kecuali meletakkannya dalam pintalan kasar Yang mana keluar darinya bau yang sangat busuk sekali dari bangkai yang paling busuk dibelahan bumi.

    Lalu Nabi bersabda,” malaikat malaikat itu naik ke atas bersamanya (membawanya). Setiap kali melintas kelompok malaikat, pasti mereka bertanya,” apakah gerangan Jiwa yang kotor ini ?”.
    Mereka menjawab,”fulan bin fulan (identitas mayit) dengan nama yang sangat jelek, yang mana memiliki nama lebih jelek nama-namanya yang ia dinamainya selama di dunia.

    Sehingga pada akhirnya  mereka sampai langit dunia, meminta untuk dibukakan pintu untuk nya ( mayit ), maka tidak terbuka pintu langit untuk nya.

    Rasulullah sallahu alaihi wasalam  membacakan,” (surat al araf 40) sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.
    Maka Allah azza wajalla berfirman,” tulislah kitab hambaKu ini dalam sijjin di kerak bumi yang terbawah, lemparlah sekeras kerasnya.

    Kemudian Nabi membacakan ” (surat al haj 31) Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, Maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.
    Kemudian Nabi berkata,” maka dikembalikanlah ruhnya kedalam jasadnya, lalu didatangilah oleh dua malaikat, kemudian di duduki (dibangunkan untuk duduk). Kedua malaikat itu berkata,”siapakah Tuhanmu ?. ia menjawab,” ha? , ha? aku tidak tahu”.

    Keduanya bertanya lagi,”apakah agamamu?”, ia menjawab,” ha? , ha? aku tidak tahu”. Mereka bertanya,”siapakah laki-laki yang diutus kepadamu?”. Ia menjawab,” ha? , ha? aku tidak tahu”.
    Maka terpanggilah panggilan dari langit ( Allah ) ; ia telah mendustakan (kebenaran), maka berikanlah kepadanya siksaan pelaminan dari neraka,  bukalah baginya pintu menuju neraka.
    Nabi bersabda ,”maka datanglah kepadanya malaikat dengan siksaan panas,dan racun racun neraka ”.
    Kuburnya disempitkan sehingga tulang tulang rusuknya bercampur baur”.

    Datanglah kepadanya orang yang sangat jelek wajahnya, pakaian yang sangat jelek, bau yang sangat busuk. Lalu orang ituberkata ,kuberitahukan kepadamu” bagimu dengan azab yang engkau akan raskan. Inilah hari yang engkau sudah dijanjikan. Lalu ia bertanya,”siapakah engkau ini?yang berwajah jelek dan membawa kesengsaraan”. Ia menjawab ,”aku adalah amalan kamu yang jelek. Ia berkata,” ya Tuhanku janganlah datang hari Kiamat.
    Dalam riwayat lain ;
    Dalam kubur ; dikirimlah  seorang yang buta, tuli dan bisa yang ditangannya pemukul yang sangat keras dari besi jikala dipukulkan ke gunung maka akan hancur menjadi debu. Lalu dipukulkanlah kepadanya sampai terdengar antara Timur dan Barat kecuali dua ( jin dan manusia) sampai menjadi tanah, lalu dikembalikan (dihidupkan lagi ) ruhnya

    Kitab Sijjin

    QS  Al Muthoffifiin 83

    ayat 7. Sekali-kali jangan curang, karena Sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin[1562].
    ayat 8. Tahukah kamu Apakah sijjin itu?
    ayat 9. (ialah) kitab yang bertulis.
    ayat 10. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan,
    ayat 11. (yaitu) orang-orang yang mendustakan hari pembalasan.
    ayat 12. Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan Setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa,

    Tentang Ruh Mayit

    Nabi sallahu alaihi wasalam : “sesungguhnya mayit itu mengetahui siapa yang membawanya, dan siapa yang memandikannya dan siapa yang mendatanginya di kuburannya.”.

    Rasulullah sallahu alaihi wasalam,” apabila jenazah diletakkan diatas pundak digotong orang-orang, apabila ruh mayat yang sholeh, ia berkata,”ayo lekaslah secepatnya bawa diriku”. Tapi bila tidak sholeh ia berkata,” celakah aku, akan kemana mereka ini membawa ku ?” suaranya terdengar semuanya kecuali manusia, apabila manusia dapat mendengarnya niscaya akan pingsan.

    Dialog Nabi Dengan Mayat

    Rasulullah sallahu alaihi wasalam sedang melihat lihat warga (kuburan) AlQolaibi, lalu beliau berkata,”apakah kalian mendapatkan yang dijanjikan Tuhan kalian dengan benar ?”. Lalu beliau ditanya,”apakah engkau mengajak berbicara dengan orang orang yang telah mati (apakah mereka mendengar ?”. Rasulullah menjawab,” kalian semua tidak lah mampu mendengar  lebih dari pada mereka ( maksudnya mayat lebih memiliki pendengaran yang hebat dibanding manusia hidup ), akan tetapi mereka tidak mampu menjawab.

    Rasulullah sallahu alaihi wasalam bersabda,” sesungguhnya kuburan adalah persinggahan pertama dari persinggahan persinggahan akhirat. Barangsiapa yang selamat darinya maka selanjutnya lebih mudah baginya dan barangsiapa yang tidak selamat di dalamnya , maka selanjutnya jauh lebih berat siksaannya.
    Rasulullah sallahu alaihi wasalam menambahkan,.” dan tidaklah kumelilhat pemandangan yang sangat mengerikan kecuali pemandangan kuburan”

    Perkataan Kubur Kepada Mayat

    Suatu hari Rasulullah masuk dalam daerah perkuburannya lalu melihat perkumpulan orang orang yang sedang tertawa-tawa. Lalu beliau bersabda,” bila kalian semua mengingat kepada yang menghacurkan dengan cepat semua kenikmatan (duniawi), maka kalian akan disibukkan dengan itu daripada apa yang aku lihat. Sesungguhnya seseorang bila memasuki kuburnya , kuburan itu akan berkata kepadanya “aku adalah rumah keterasingan, aku rumah kesendirian, aku rumah tanah, aku rumah cacing. Dan bila hamba yang beriman sudah memasuki kubur maka  ia akan mengatakan,”selamat datang dan engkau termasuk keluarga kami, dulu engkau sungguh aku mencintaimu telah berjalan diatas pundakku, karena apa yang telah engkau perbuat. Sekarang giliranku menghadapimu, engkau saat ini dihadapanku, maka akan engkau lihat apa yang aku perbuat kepadamu. Lalu Nabi menjelaskkan,”maka kuburan itu menjadi luas sepanjang matanya memandang, dan terbuka pintu ke sorga.

    Dan bila hamba yang bermaksiat atau kafir sudah memasuki kubur maka  ia akan mengatakan,” aku tidak menyambut kamu, dan engkau tidak termasuk keluarga kami, dulu engkau sungguh aku membencimu telah berjalan diatas pundakku, karena apa yang telah engkau perbuat. Sekarang giliranku menghadapimu, engkau saat ini dihadapanku, maka akan engkau lihat apa yang aku perbuat kepadamu. Lalu Nabi menjelaskkan,”maka kuburan itu menghempitnya sampai tulang rusuknya saling bertemu dan saling beradu. Nabi menjelaskannya sambil mencengkramkan tangan memasukkan jari jemarinya satu sama lainnya. Lalu Allah memberikan kepadanya 70 ular yang sangat besar, apabila salah satu diantara nya menyemburkan hembusan di tanah, maka akan terbakar tidak akan dapat tumbuh lagi tanaman apapun diatasnya selama lamanya. Maka ia dilahap dengan gigitan ular itu dan dikoyak koyaknya kondisi ini terus sampai hari perhitungan.

    Rasulullah sallahu alaihi wasalam “kuburan bisa menjadi taman salah satu taman sorga, bisa juga menjadi lubang neraka”.

    Jabir bin Abdullah Al Anshori berkata,” kami sedang keluar berjalan bersama Rasulullah sallahu alaihi wasalam suatu hari ke Saad Bin Muadz ketika wafat. Ketika Rasulullah sallahu alaihi wasalam menyolatkannya dan meletakkan di dalam kuburanya lalu menguburnya, beliau bertasbih, kamipun ikut bertasbih dalam jangka yang lama. Lalu Nabi bertakbir, kamipun ikut bertakbir. Lalu beliau ditanya,” Ya Rasulullah kenapa Engkau bertasbih dan bertakbir ? “sesungguhnya kuburan ini menyempitkan hamba Allah yang sholeh ini, lalu Allah melapangkannya baginya”.

    Jadi Nabi dapat mengetahui bahwa : kuburan menyempit walau bagi orang sholeh, tetapi  tidak menyiksa, lain halnya orang kafir penyempitan sebagai siksaan, karena setelah itu kuburan orang sholeh dilapangkan Allah swt.

    Masuklah Rasullah sallahu alaihi wasalam kepada Abi Salamah yang terbelalk matanya, beliau bersabda,”sesungguhnya roh itu bila ditarik (ajal) diikuti oleh mata”. Dan setelah itu orang-orang berteriakan terkejut. Lalu Nabi mengatakan, “janganlah kalian mengatakan terhadap diri kalilan kecuali dengan perkataan yang baik !”. Sesungguhnya para malaikat meng-amin kan apa yang kalian katakan !”. Lalu Nabi berdoa untuk Abi Salamah,” Ya Allah ampunilah Abi Salamah, angkatlah derajatnya sampai Mahdiyiin (derajat orang yang dipancarkan cahaya karena mengikuti petunjukNya ) dan berilah kepadanya kesudahan dalam golongan yang ghobirin (golongan umat Nabi Muhammad yang terangkat derajatnya) dan ampuni pula kami dan dirinya wahai pengatur alam semesta, lalu lapangkanlah baginya dalam kuburnya kemudian pancarkanlah cahaya baginya di dalam kuburnya. HR Muslim

    Cahaya Dalam Kubur

    Ada seorang wanita berkulit hitam, selalu membersihkan (menyapu) masjid (dalam riwayat juga seorang pemuda). Lalu Nabi merasa kehilangan (tidak melihat lagi). Kemudian beliau bertanya tentang wanita tadi. Kemudian para sahabat mengatakan,” sudah wafat !”. Beliau bersabda”apakah kalian menyakitku ?” ( seolah-olah orang orang meremehkan wanita itu). Lalu Nabi berkata,” tunjukkan kepadaku kuburannya !”. Lalu mereka menunjukkan kepada Nabi. Kemudian Nabi menyolatkannya ( sholat diatas kuburannya ), kemudian beliau bersabda,” kuburan kuburan disini penuh dengan kegelapan bagi orang orang yang di dalamnya, sesungguhnya Allah azza wa jalla memancarkan cahaya kepada kuburan kuburan ini bagi mereka yang ada di dalamnya karena sholatku kepada mereka”. HR Muslim

    Adzab Kubur dalam Quran

    Marilah kita simak QS At Taubah
    ayat 101. Di antara orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu[657] itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) kamilah yang mengetahui mereka. nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.
    [657] Maksudnya: orang-orang Badwi yang berdiam di sekitar Madinah

    Siksaan : siksaan pertama di dunia lalu yang kedua siksaan disini adalah adzab kubur di alam barzakh. Lalu baru kepada azab yang lebih besar lagi diakhirat.

    Kemudian diikuti QS Al Mukmin / Al Ghofir

    ayat 45. Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang Amat buruk.
    ayat 46. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang[1324], dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras”.
    [1324] Maksudnya: dinampakkan kepada mereka neraka pagi dan petang sebelum hari berbangkit.

    Fir’aun dengan pengikutnya selalu dikepung adzab kubur dan tersiksa lagi dengan ditampakkan kepada mereka “masa depan di neraka” pagi dan sore sampai kiamat disinilah disamping siksaan fisik dalam kubur juga siksaan mental yang dahsyat !!.

    Orang-Orang yang Mati Syahid

    Mari kita simak QS Al Imran
    ayat 169. Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup[248] disisi Tuhannya dengan mendapat rezki.
    [248] Yaitu hidup dalam alam yang lain yang bukan alam kita ini, di mana mereka mendapat kenikmatan-kenikmatan di sisi Allah, dan hanya Allah sajalah yang mengetahui bagaimana Keadaan hidup itu.

    Ruh Dapat mengetahui kondisi orang yang masih hidup:

    • Doa memasuki perkuburan.
    • Berita gembira dari kesholehan anaknya.
    • Amalan yang masih hidup diperlihatkan kepada orang yang telah wafat.
    • Silaturahmi antara ruh yang telah wafat bahkan saling menikah.
    • Mendapatkan kebahagiaan dengan amalan yang masih hidup.

    Mendengar dari Kubur

    Dalam hadist Riwayat Bukhori ; bahwa Nabi menjelaskan orang yang kafir atau munafik akan disiksa dalam kubur dengan martil besi  yang dipukulkan diatas kepalanya antara kedua telinganya hingga berteriak sekeras-kerasnya yang dapat didengar oleh yang disekitarnya kecuali manusia dan jin.

    Dimanakah Keberadaan Ruh si Mayit

    • Para Nabi dan Rasul dalam Hadist shohih Bukhori Muslim: Derajat yang sangat tinggi di sebut dengan istilah  rofiiq  A’ laa yaitu derajat tertinggi di sisi Allah swt seperti yang diterangkan Rasulullah  “allahumma rofiiq A’laa”. Seperti halnya dalam perjalanan Nabi ke sidratul muntaha sewaktu Mi’raj bahwa penempatan manusia bertingkat tingkat.
    • QS Al-Imran 169: Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup[248] disisi Tuhannya dengan mendapat rezki.  [248] Yaitu hidup dalam alam yang lain yang bukan alam kita ini, di mana mereka mendapat kenikmatan-kenikmatan di sisi Allah, dan hanya Allah sajalah yang mengetahui bagaimana Keadaan hidup itu.

    Orang orang yang mati syahid dalam kenikmatan yang berlimpah dari Allah swt. Dalam riwayat yang sangat banyak menunjukkan :

    Arwah mereka dalam rongga burung  yang kehidjau hijauan keluar masuk  sorrga menuju sungai sungai sorga, memakan buah buahnya. Lalu pergi kembali lagi ke periuk periuk yang terbuat dari emas. Mereka bergelantungan di alam arsy . Apabila mereka merasakan nikmatnya aroma makanan dan minuman, mereka mengatakan : sampaikanlah  tentang keadaan ini semua kepada suadara saudara kami, sungguh kami hidup dalam sorga yang penuh rezki. Ini agar mereka (orang yang masih hidup di dunia) tidak lari berpaling dari jihad perang. Kemudian Allah swt berfirman,”Aku akan beritahukan kepada mereka !” Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup[248] disisi Tuhannya dengan mendapat rezki. Al Imran 169.

    Rasulullah sallahu alaihi wasalam bersabda,” tidak ada satupun masuk sorga lalu menginginkan untuk kembali ke dunia, dan tidak akan memiliki apapun di dunia kecuali hanya ingin mati syahid lagi, keinginannya kembali ke dunia hanyalah berperang walaupun sepuluh kali. Hal ini karena mereka mendapatkan kemuliaan dan karunia ( buah dari syahid ).

    Orang orang yang sholeh juga dalam kenikmatan yang diberikan Allah swt dalam hadist RAsulullah bersabda, : sesungguhnya arwah orang beriman dalam bentuk burung  yang bergelantung di pepohonan sorga dan akan dikembalikan ke jasadnya hari kebangkitan nanti. HR Ahmad.
    Jadi dijelaskan kenikmatan dalam sorga barzakh sampai hari kebangkitan. Barulah memasuki fase selanjutnya.

    Ruh yang Dimurkai

    Seperti yang diterangkan sebelumnya bahwa arwah manusia yang dibenci Allah dalam siksaan kubur . Dalam beberapa riwayat hadist siksaan kubur sangat berbeda beda itu semua tergantung pada perbuatan dosa dosanya :

    • Adzab tempaan besi panas.
    • Adzab batu besar.
    • Adzab cerobong panas.

    Rasulullah sallahu alaihi wasalam bersabda,” jiwa orang beriman itu tergantung karena hutangnya sampai dilunasi”. HR Tirmidzi

    Rasulullah berdoa untuk mayit “ Ya Allah ampunilah dirinya dan limpahkanlah rahmat serta berilah afiah (keselamatan) dan maafkanlah (atas kesalahanya), karuniakanlah kepadanya kemuliaan saat dimasukan dalam kubur, lapangkanlah kuburnya, mandikanlah dengan air, es dan embun. Bersihkanlah dari segala kesalahan kesalahan seperti bersihkan pakaian yang putih dari noda. Lalu berikanlah kepadanya pengganti rumah yang lebih baik dari rumahnya (didunia). Keluarga yang lebih baik dari keluarganya. Pasangan (suami/isteri) yang lebih baik dari pasangannya ( didunia ). Kemudian masukkanlah dalam sorga, lindungilah ia dari adzab kubur dan adzab api neraka. HR Muslim

    Ruh Mengetahui Kondisi Orang Hidup

    • Doa memasuki perkuburan.
    • Berita gembira dari kesholehan anaknya.
    • Amalan yang masih hidup diperlihatkan kepada orang yang telah wafat.
    • Silaturahmi antara ruh yang telah wafat bahkan saling menikah.
    • Mendapatkan kebahagiaan dengan amalan yang masih hidup.

    Wallahua’lam bishowaab

    Insya Allah bersambung…

    Ditulis kembali dari presentasi oleh Uztad Arifin Jayadiningrat

     
    • Agus Suhanto 5:27 am on Oktober 27, 2009 Permalink

      halo, senang bertemu Anda melalui blog ini sy Agus Suhanto, tulisan yang menarik :)
      salam kenal yaa

  • ghifi 7:16 pm on October 22, 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , , life, , , Religious perspective   

    Travelling ke Akherat -Alam Barzah & Kematian Bag. III 

    Assalammu’alaikum wr. wb.

    Menceritakan travelling ke akherat memang panjang, karena memang travelling yang akan ditempuh juga tidaklah pendek, malah bisa dibilang membutuhkan waktu tak terhingga karena seperti sudah sering kita dengar bahwa 1 hari di akherat adalah setara dengan 1000 tahun di dunia, kalau rata-rata usia manusia Indonesia adalah 70 tahun maka kita hanya hidup 1,7 jam akherat kalau asumsi 1 hari akherat setara dengan 24 jam (baca: di dunia), rasanya seperti sedang beristirahat makan siang & tidur siang sebelum melanjutkan  sebuah perjalanan panjang nan melelahkan.

    Kematian

    الأمل = Angan-angan dalah merupakan  keinginan duniawi yang tidak pernah terputus-putus jauh kedepan. Manusia sering fokus pada keinginan ini.  tiba-tiba datanglah AJAL yang pasti memotong semua keinginan duniawi. Manusia melupakan kepastian datangnya ajal.  ajal bisa dalam jumlah banyak maksudnya peringatan situasi kondisi manusia yang HAMPIR mati (musibah), lalu datanglah ajal terakhir yaitu  kematian.

    Apakah Sakarat Itu?

    السَّكْرَةُ = الشدة =

    kepedihan , kedahsyatan, kesengsaraan yang luar biasa.

    السَّكَرات  =

    kepedihan-kepedihan, kedahsyatan-kedahsyatan dalam merasakan kesakitan yang luar biasa.

    Mari kita simak pada Surat Qoof: ayat 17-19:

    ayat 17. (yaitu) ketika dua orang Malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.

    ayat 18. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Pengawas yang selalu hadir.

    ayat 19. Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.

    Kemudian kita simak juga Surat Al-Hajj:

    ayat 1. Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; Sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).

    ayat 2. (ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu Lihat manusia dalam Keadaan mabuk, Padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.

    Kata-kata SUKAAROO adalah sama dengan mabuk karena kesengsaraan yang luar biasa , menjadikan seperti orang mabuk, bukan karena mabuk, tetapi merasakan kerasnya , dahsyatnya siksaan.

    Sampai-sampai Rasulullah Sallahu alaihi wasalam banyak berdoa:

    • “Ya Allah mudahkanlah sakratul maut bagi Muhammad”
    • “Ya Allah ringankanlah sakratul maut bagiku”
    • “Ya Allah sesungguhnya Engkau mencabut nyawa dari urat-urat , tulang hidung dan ujung ujung jari. Ya Allah tolonglah aku dalam kematian dan ringankalah untukku”.
    • Kisah yang diceritakan Nabi tentang kaum bani Israil pernyataan orang yang telah wafat.

    Riwayat-riwayat Hadist Rasulullah sallahu alaihi wasalam yang menunjukkan doa mengharapkan KEMUDAHAAN dan KERINGANAN dalam mengalami sakaratul maut, menunjukkan kedahsyatannya.

    Gambaran Sakaratul Maut

    “Sesungguhnya kematian, lebih menyakitkan daripada dipenggal dengan pedang-pedang dan dipotong dengan gergaji-gergaji dan dijepit dengan penjepit-penjepit”

    Hamba (Allah) yang sholeh, merasakan kematian dan sakaratnya dan sesungguhnya sendi sendinya akan mengucapkan  selamat tinggal satu sama lain, seraya berkata, “sejahteralah atasmu (salam) sekarang saling berpisah hingga datang hari kiamat”.

    Tiga Hal Yang Luar Biasa:

    • Dahsyatnya kepedihan pencabutan nyawa.
    • Menatap wajah malaikat pencabut nyawa. Menatap malaikat pencatat amal.
    • Menatap masa depan ( surga/ neraka).

    Rasulullah sallahu alaihi wasalam ,“tidak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan kepadanya tempat di surga atau di neraka” ( Muslim ).

    BERITA GEMBIRA BAGI ORANG BERIMAN, DIPERLIHATKAN SORGA DAN BERITA MENYEDIHKAN DAN MENEGANGKAN BAGI MEREKA YANG DIKEKALKAN DALAM API NERAKA

    Masuk Surga dengan Akhir Katanya: “La Ilaha Illa Allah”

    Dalam riwayat bahwa Aisyah mengatakan,”bahwa Nabi Muhammad sallahu alahi wasalam, ditangan beliau saw, ciduk kecil yang ada airnya lalu memasukkan tangan beliau ke dalam air itu, maka membasuhkan wajahnya seraya berkata’LA ILAHA ILLA ALLAH bahwa kematian memiliki sakaraat (kepedihan), lalu tangan beliau mengangkat tangannya ke atas dengan berkata “rofiiq ‘alaa” (tempat disisi Allah yang tinggi) sampai ajal tiba dan tangannyapun terjatuh. (HR BUKHORI)

    Namun tobat akan tertolak saat sakaratul maut sesuai dengan yang termaktub di dalam QS An-Nisa ayat 18:

    “Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan : “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang”. dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.”

    Taubat sebelum sakaratul maut:

    Rasulullah bersabda,” sesunggunya Allah ta’ala menerima taubat seorang hamba selamanya belum ajal sampai tenggorokan”. ( at-tirmidzi, Ahmad, Ibn Majah)

    Apabila kita menyimak beberapa ayat Al-Quran yaitu QS Ghofir atau Al-Mukmin ayat 84-85 dan Yunus ayat 90:

    Tertutuplah ampunan dan maghfiroh dari Allah setelah diperlihatkan adzab Allah.

    Proses Kematian

    Mari kita simak QS AL-Waqiah ayat 83 – 96:

    ayat 83. Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,

    ayat 84. Padahal kamu ketika itu melihat,

    ayat 85. Dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. tetapi kamu tidak melihat,

    ayat 86. Maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah)?

    ayat 87. Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar?

    ayat 88. Adapun jika dia (orang yang mati) Termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),

    ayat 89. Maka dia memperoleh ketenteraman dan rezki serta jannah kenikmatan.

    ayat 90. Dan Adapun jika dia Termasuk golongan kanan,

    ayat 91. Maka keselamatanlah bagimu karena kamu dari golongan kanan.

    ayat 92. Dan Adapun jika Dia Termasuk golongan yang mendustakan lagi sesat,

    ayat 93. Maka Dia mendapat hidangan air yang mendidih,

    ayat 94. Dan dibakar di dalam Jahannam.

    ayat 95. Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar.

    ayat 96. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang Maha besar.

    Dari ayat-ayat di atas :

    Melihat pertama (84) melihat kematian. Melihat ( ayat 85 ) yg kedua ; kita menyaksikan orang mau mati, tapi kita tidak melihat malaikat-malaikat pencabut nyawa.

    Sakaratul Maut Bagi Orang Yang Dzolim, mari kita lihat QS AL-An’am ayat 93:

    Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata: “Telah diwahyukan kepada saya”, Padahal tidak ada diwahyukan sesuatupun kepadanya, dan orang yang berkata: “Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah.” Alangkah dahsyatnya Sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang Para Malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu” di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya.

    Dari ayat di atas Sakaraatul Maut bagi orang dzolim : siksaan langsung dengan pukulan  / cambukan ditambah lagi berita masa depan yang akan di masukkan ke neraka (dihinakan).

    Perang Abadi Iblis Vs. Manusia

    Menyimak QS Al-Aroof ayat 16 – 17:

    ayat 16. Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,

    ayat 17. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).

    Kemudian QS Al-Hijr ayat 39-40:

    ayat 39. Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,

    ayat 40. Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”.

    Kemudian Surat Ibrahim ayat 22:

    22. Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.

    Kemudian dilanjutkan di QS Al-Hasyr atay 16-17:

    ayat 16. (Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: “Kafirlah kamu“, Maka tatkala manusia itu telah kafir, Maka ia berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta alam”.

    ayat 17. Maka adalah kesudahan keduanya, bahwa Sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah Balasan orang-orang yang zalim.

    Serangan syetan dari segala penjuru  SELAMA hidup kita ; apalagi saat detik detik penentuan yaitu SAKAARTUL MAUT

    Menggambarkan SEINDAH-INDAHnya bagi perbuatan yang tidak baik, dan memandang YANG JELEK bagi perbuatan yang baik. Apalagi saat sakaraatul maut ; sulit mengucapkan dzikir.

    syetan HANYA membujuk & mengajak

    lalu manusia mengikuti

    Rasulullah sallahu alaihi wasalam mengajarkan Doa untuk memberikan proteksi dari serangan syetan saat datang kematian:

    ” Ya Allah aku mohon kepadaMu perlindungan dari kematian akibat terjatuh dari ketinggian, dan kematian karena sangat ketuaan, akibat tenggelam dan terbakar. Lindungilah diriku dari penguasaan syetan terhadap diriku (serangan) saat kematian (sakaaatul maut). Aku berlindung denganMu dari kematian akibat lari dari perang di jalanMu. Dan aku berlindung denganMu dari kematian akibat teracuni dengan sengatan binatang beracun.”

    Prasangka Baik Kepada Allah Swt adalah Modal Utama Husnul Khotimah

    Rasulullah sallahu alaihi wasalam bersabda, Allah swt berfirman “Aku tergantung prasangka hambaKu, Aku selalu bersamanya bila ia mengingat Aku. Bila ia ingatKu dalam dirinya, maka Aku mengingatnya dalam diriKu.

    Husnul khotimah : penutupan yang baik , saat ajal datang kepada kita, dengan prasangka yang baik kepada Allah swt. Tidak boleh menggerutui keputusan Allah swt, apalagi saat sakit. Karena bila kita prasangka baik kepada Allah, tentu Allah akan baik kepada kita.

    Rasulullah bersabda“bacakanlah kepada orang orangmu yang sedang sekarat “La ilaha illa Allah”….”sebab kata kata itu penghapus dosa” ( anNasai ) Saat sakaratul maut ; berjuang untuk mengatakan kalimat tauhid tidak mudah oleh karenanya kita mentalkin dengan Lailahaillaallah.. Agar mempermudah untuk diucapkan bagi yang menjelang kematian.  Kata kata yang menyembah Allah swt…yang dapat menghapuskan dosa… QS Al-Fajr ayat 27-30:

    ayat 27. Hai jiwa yang tenang. ayat

    28. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. ayat

    29. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, ayat

    30. Masuklah ke dalam syurga-Ku.

    Saat sakaratul Maut ; sudah diperlihatkan kenikmatan-kenikmatan, karena sudah diperlihatkan sorga. Dan Jiwa yang tenang maksudnya buah dari mengingat ALLAH, seperti surat ARA’D ayat 28. maka biasakanlah dzikir setiap saat agar mendapatkan ketenangan jiwa…. Ini modal utama husnul khotimah, dzikir selalu mengagungkan Allah selalu berprasangka baik…

    • Rasulullah sallahu alaihi wasalam bersabda “ barangsiapa yang mengatakan “tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar” maka Allah menjawab “benar apa yang dikatakan hambaKu lalu berkata memang tiada tuhan yang patut disembah selain Aku dan Aku Maha Besar”.
    • Apabila dzikir “tiada tuhan selain Allah, tiada sekutu bagiNya”. Allah berkata,” memang tiada tuhan selainKu dan Aku Esa, tiada sekutu bagiKu.
    • Apabila berdzikir “tiada tuhan selain Allah,  milikiNya kerajaan dan segala pujian” Allah menjawab,” memang tiada tuhan selain Aku dan Aku memiliki segala kerajaan dan segala pujian.
    • Apabila berdzikir “tiada tuhan selain Allah,  tiada kekuatan dan daya apapun kecuali dariNya” Allah menjawab,” memang tiada tuhan selain Aku dan tiada kekuatan dan daya apapun kecuali dariKu. Barangsiapa yang mengatakan (berdzikir) ini pada saat sakitnya lalu tiba ajalnya tidak akan temakan neraka.
    • Doa istighfar tertinggi : Allaahumma anta  Robbii  laa ilaaha illa anta kholaqtanii wa ana ’abduka wa ana ’alaa  ’ahdika wa wa’dika mas ta tho’tu a’udzu bika min syarri ma shona’tu   abu u laka bini’matika  ’alayya, abuu  -u bidzambii  faghfirlii innahuu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta Ya Allah Engkaulah Tuhanku tiada tuhan yang ku sembah selainMu yang telah menciptakan diriku. Diriku ini hambaMu, aku sudah mengikatkan diri dalam perjanjian Mu untuk taat semampu diriku. Aku berlindung denganMu dari keburukan yang telah kuperbuat kuakui limpahan nikmatMu terhadap diriku yang tak pernah terhenti, dan aku akui dosa-dosaku maka ampunilah diriku, tiada yang dapat mengampuni segala dosa-dosaku selain Engkau

    Hadist Rasulullah sallahu alaihi wasalam “Barangsiapa yang membaca “sayid istighfar” pagi hari penuh dengan keyakinan, lalu wafat, maka ia termasuk penghuni sorga. Barangsiapa yang membacanya sore hari penuh dengan keyakinan lalu wafat maka ia termasuk penghuni sorga.” HR Ahmad, Attirmidzi, Abu Daud, Annasai

    Menyimak QS Fushilat ayat 30 -33:

    • ayat 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.
    • ayat 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.
    • ayat 32. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
    • ayat 33. Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?”

    Intisari Kajian

    1. Hai jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.  Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, Masuklah ke dalam surga-Ku.
    2. “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa bersedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah (surga) yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.
    3. Selalu berdzikir
    4. Berpikiran positif
    5. Wafat saat beramal sholeh seperti sabda Rasulullah Saw. di bawah ini:

    Rasulullah sallahu alaihi wasalam bersabda ” barangsiapa yang mengatakan tiada tuhan yang disembah selain Allah, mencari keridhoaan Allah dan tiba ajalnya, maka ia masuk sorga. Barangsiapa yang puasa satu hari dengan mengharap ridho Allah lalu ia wafat, maka masuk sorga. Barangsiapa yang bersedekah dengan satu sedekah mencari ridho Allah lalu wafat maka ia masuk sorga”.

    Wallahua’lam bishowaab

    Insya Allah Bersambung…

    Ditulis kembali dari presentasi uztad Arifin Jayadiningrat

     
    • Mustain 3:31 pm on Oktober 24, 2009 Permalink

      Aku suka tema ini. Kembangkan & perbaharui. Mg, Alloh me Ridho’i.

  • ghifi 8:41 pm on October 20, 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , , life, ,   

    Travelling ke Akherat – Alam Barzah & Tanda-Tanda Kematian Bag. II 

    Assalammu’alaikum Wr. Wb.

    Travelling biasanya membutuhkan perencanaan dan persiapan matang misalnya apakah diperlukan passport, visa terutama untuk perjalanan ke luar negeri,  berapa uang yang akan kita gunakan untuk kebutuhan selama travelling, berapa banyak bawaan yang diperlukan, di sana akan tinggal di mana, dan banyak lagi.  Walaupun begitu semakin dekat dengan hari H, semakin kita merasa tidak bisa menunggu (baca: excited).

    Analogi di atas juga sama dengan travelling ke akherat, karena salah satu tanda travelling ke akherat yaitu ketika maut menjemput, yang menjadi pertanyaan sudah siapkah kita dengan perencanaan dan persiapan yang baik, sudah siapkah perbekalan yang akan kita perlukan pada saat travelling dengan one way trip benar-benar menjemput (baca: amal kebaikan), apakah kita tahu bakal tinggal di mana nanti? Apakah kita merasa takut, atau excited atau barangkali malah belum terpikir sama sekali ternyata kita sudah dekat dengan hari yang mau tak mau akan menjemput tersebut.

    Mari kita lihat beberapa terminologi kematian di dalam Qur’an. Sering kita temui kata-kata wafat (يَتَوَفَّى ) yang didefinisikan sebagai kematian bisa kita temui di QS. Sajadah ayat 11, QS. Al An’am ayat 60, dan QS. Az-Zumar ayat 48. Kata wafat dipakai untuk tidur di dalam surat Al An’am, dan Az-Zumar, kata mati dalam doa mau tidur,  juga dipakai untuk tidur.

    Maka kalau kita melihat orang tidur, sama dengan melihat orang mati bedanya ia masih bangun kembali.  Ketidakberdayaan manusia dalam tidurnya sama seperti ketidakberdayaan ketika Ia mati. Deep thinking inilah yang menjadikan tidur adalah peringatan kematian.


    Qur’an Menjawab Secara Ilmiah

    Mari kita simak QS. Huud ayat 7: “Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah diantara kamu yang paling baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati”, niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata”.

    Ayat di atas banyaknya manusia yang mempertanyakan adanya hari kebangkitan setelah kematian, seakan-akan ini hanyalah sihir !!

    Namun pertanyaan mengenai keyakinan atau keimanan terhadap hari kebangkitan (hari akhirat) dapat dijawab dengan ilmiah, mari coba kita telaah beberapa surat di Al-Qur’an  yang memiliki tema Penciptaan yang II ( hari akhirat ) setelah penciptaan I ( dunia sekarang ini ). Salah satunya Surat Al-Waqi’ah

    Bagaimana tidak yakin akan penciptaan II sementara Allah swt sudah membuktikan adanya penciptaan I ?.
    Lihatlah asal usul manusia dari setetes air mani ! Ayat 57-58 !, bukankah itu terbukti kekuasaan Allah swt menciptakan manusia, pada penciptaan I ? SEHARUSNYA MENGAMBIL PELAJARAN DARI asal usul manusia (ayat 62).

    Lihat tanaman tanaman yang manusia tanam (63,64,65). Bagaimana bisa mempertanyakan kekuasaan Allah tentang penciptaan II ?
    Lihat air yang kita minum !. Air yang diturunkan dari langit. Adanya air tawar dan asin. Kekuasaan Allah Yang mencipta pada penciptaan I ini adalah bukti kemampuan Allah menghidupkan penciptaan II.
    Api yang keluar dari tumbuh-tumbuhan, sementara tumbuh-tumbuhan adalah mengandung air, bagaimana mempertanyakan kekuasaan Allah sementara sudah terbukti api dapat keluar dari tumbuh-tumbuhan (ayat 71-72 )

    Surat yang lain yang membahas hal yang sama dapat ditemui di ‘Surat Al Isra

    “Lihatlah kekuasaan Allah dalam penciptaan I , lihat langit bagaimana dahsyatnya ! Lihat pula bumi yang terhampar dengan segala jenis ciptaan Allah !! Apakah kita masih juga mempertanyaan Kemampuan Allah menciptakan penciptaan II ? (ayat 99)”

    Menyimak Surat lainnya di ‘Surat Yasiin

    Lihatlah manusia diciptakan dari setetes air mani ! Lalu ia menjadi pembantah ! (ayat 77) Bagaimana manusia tidak melihat kehidupan alam semesta sekarang ini ( penciptaan pertama ) betapa Allah Maha Kuasa, mengapa manusia masih meragukan kekuasaan Allah untuk penciptaan II ? ( ayat 79 )
    Menciptakan api dari kayu, padahal awalnya kayu itu hijau yang banyak mengandung air, kekuasaan Allah menjadikan api dari kayu, apakah manusia tidak melihat bagaimana kekuasaan Allah swt ?. Tiada yang mustahil bagi Allah ( ayat 80 )
    Lihatlah ciptaan Allah swt di langit dan dibumi ? Masihkan manusia mengingkari kekuasaan Allah , Dialah Sang Maha Pencipta segala makhlukNya. (ayat 81 ).
    Dari sini kita harus yakin, bila Allah berkehendak, pasti terjadi !.

    Surat Al Hajj berbicara mengenai proses penciptaan :

    1. Lihatlah (ayat 5) proses kejadian manusia , dari mana diciptakan, proses dalam rahim sampai menjadi bayi hingga dewasa. Lihatlah tubuh kita sekarang ini, yang telah mengalami proses panjang.  Tubuh yang berubah rubah dan itu semua tanda Kekuasaan Allah swt
    2. Ada yang masih hidup sehingga masa tua, ada yang meninggal dunia dan lain lain, inipun tanda kekuasaan Allah swt. (ayat 5)
    3. Lihatlah bumi yang kering, lalu Allah menurunkan air hujan, menumbuhkan berbagai macam makhluk hidup !! Diantaranya tumbuh-tumbuhan. Bukankah ini bukti tanda kekuasaan Allah swt. Bagaimana kita mempertanyakan kekuasaanNya dalam menghidupkan dari yang mati !!. ( ayat 5 )
    4. Tidak ada yang mustahil bagi Allah, karena Dialah Yang Menghidupkan semua dari yang mati. ( ayat 6 )

    ‘Surat Qoof ‘menandaskan lebih jauh:

    • Lihatlah langit yang ditinggikan Allah sangat luas dan sangat indah. Allah Yang Menciptakan dan Menghiasinya. Tiada setitikpun keretakan. (ayat 6 ).
    • Lihatlah semua yang ada diatas hamparan bumi. Lihatlah gunung gunung yang mengokohkan bumi sebagai pemancang, lalu lihat tumbuh-tumbuhan yang sangat menarik ! Sangat indah dipandang mata. (ayat 7 ) . Bahkan dalam ayat 8 kita harus menjadikan PELAJARAN dan PERINGATAN bagi kita semua !! Bahwa Allah Maha Kuasa.
    • Ayat 9-10 menjelaskan bahwa Allah Kuasa menghidupkan yang telah mati, lihatlah air hujan yang diturunkan lalu menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. Buah buahan yang sangat banyak !. Lalu ditutup dengan ayat 11, DEMIKIANLAH Allah kuasa untuk Membangkitkan manusia yang telah mati !!. Seperti tanah yang kering mati bisa hidup dengan air. !

    Dilanjutkan oleh Surat Al-’Araaf:

    1. Lihatlah angin yang digerakkan Allah, membawa awan mendung dihalau ke daerah tandus lalu dihidupkan dengan air hujan, tumbuh-tumbuhan !! Yang mengeluarkan berbagai macam buah buahan !…( ayat 57 ).. Ujung ayat ini menekankan : AGAR MENGAMBIL PELAJARAN dari ini semua BUKTI ADANYA HARI KEBANGKITAN !!.
    2. Pada ayat 58 ; menunjukkan macam macam yang tumbuh. Ada yang tumbuh baik, dari tanah yang subur, ada yang tumbuh tidak baik. Ini semua hanya tanda kebesaran Allah swt.

    (Sayangnya ayat ini (baca: ayat 57) tidak dijadikan pelajaran bahkan sampai disekolah-sekolahpun tidak ada !)

    Surat Nuh:

    1. Lihatlah proses manusia dari setetes air .. Proses dalam rahim.. Dan seterusnya.. Ini adalah bukti Kekuasaan Allah swt. (ayat 14)
    2. Lihat langit yang tinggi dan bertingkat-tingkat. ( Ayat 15 )
    3. Lihat bulan dan matahari , cahaya yang terpancar dari keduanya, inilah kekuasaan Allah swt ( ayat 16 )
    4. Pada ayat 18, dijelaskan sangat mudah bagi Allah membangkitkan manusia setelah kematiannya, mengeluarkan manusia dari tanah.

    Peringatan Kematian Setiap Saat

    Mari kita simak QS Al Hadid ayat 20:

    QS AL-HADID
    ‘ Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan Para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu Lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.’

    • Peringatan bahwa kita akan mengalami kematian.
    • Lihatlah dengan deep thinking, seluruh kehidupan manusia penuh dengan permainan, perhiasan, saling bangga, saling memamerkan. Itu semua hanyalah laksana tumbuh tumbuhan ;
    • Yaitu : awalnya proses tumbuh-tumbuhan yang mengeluarkan buah/bunga dan lain lain, sangat memukau. Tapi lihat proses selanjutnya dengan DEEP THINKING… akan layu dan hancur… itulah kita.
    • Setiap saat kita melihat tumbuh-tumbuhan, yang subur, yang indah dipandang termasuk buah buahan dan lain sebagainya. Ada juga yang layu, kering dan mati. Ini semua PERINGATAN KEMATIAN.
    • MANUSIA sering LUPA, karena sudah diingatkan bahwa KEHIDUPAN DUNIA MENIPU DAN MELALAIKAN sehingga lupa kematian.

    Keyakinan yang Tidak Berubah

    • Semua yakin, pasti ada kematian. Tapi kita tidak  melihat kebanyakan orang untuk mempersiapkannya !.
    • Semua kita yakin, adanya sorga. Tapi kita tidak melihat kebanyakan kita untuk berlomba melakukan sesuatu untuk menggapainya.
    • Semua kita yakin adanya neraka. Tapi kita tidak ada rasa takut dan tidak peduli akan dikuasai nafsunya.
    • Tapi kita sering bersedih karena hal duniawi dan bangga akan hal duniawi.

    Dalam QS Al Munafiqun ayat 10-11:

    • ayat 10: Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku Termasuk orang-orang yang saleh?”
    • ayat 11:  Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.

    Intisari Kajian

    • Kematian yang sudah pasti, selalu dilupakan hanya karena kita tidak mengikuti petunjuk Al-Quran, bahwa apa yang kita lihat disekitar kita, adalah tanda kematian dari Allah. Deep thinking terhadap tumbuh-tumbuhan,buah-buahan yang segar, laksana kita akan dibangkitkan pada hari kiamat. Deep thinking terhadap yang layu dan membusuk, itu adalah kita yang akan mengalami kematian. Ini pelajaran yang harus diambil seperti pesan Al-Quran. Termasuk tidur kita adalah tanda kematian yang kita lupakan !!
    • Kematian yang dilupakan, juga karena kenikmatan dunia yang fana dan sementara. Diingatkan oleh alquran bahwa dunia akan menipu dan memperdayakan kita. Justru kita melupakan peringatakan dari Allah swt.

    Wallahu a’lam bishowaab

    Insya Allah bersambung…

    Ditulis kembali  dari presentasi Uztad Arifin Jayadiningrat

     
  • ghifi 5:09 pm on October 12, 2009 Permalink | Balas
    Tags: life   

    A Little Thankful Notes with Love 

    Assalammu’alaikum wr. wb.

    Penulis menulis catatan terima kasih kepada orang tua ketika Adik penulis yang paling kecil melangsungkan pernikahannya, dan adalah momen yang bagus untuk dapat mengungkapkan rasa terima kasih penulis yang sangat besar kepada orang tua, karena barangkali selama ini, penulis tidak bisa membalas semua kebaikan orang tua penulis yang begitu banyak.

    Mama & Papa Tercinta.

    Pada hari yang sangat berbahagia ini, kami bertiga bersama pasangan dan anak-anak kami dari lubuk hati yang paling dalam bersyukur atas rahmat Allah SWT yang atas izin-Nya kami sekeluarga dapat berkumpul di hari yang mulia & penuh berkah ini.

    Atas rahmat-Nya juga lah Adik kami tercinta, Ainun, hari ini menikah & memasuki kehidupan baru menjadi insan bertaqwa dan telah menjalankan salah satu ajaran sunah Rasulullah Saw,  dan Insya Allah telah mendapatkan separuh agama.

    Mama & Papa, Tidak terasa waktu terus berjalan begitu cepatnya, mungkin juga tidak terasa kami  semua yang dulu masih kecil-kecil sekarang sudah beranjak dewasa, berkeluarga & mengarungi bahtera rumah tangga.

    Bagi sebagian orang tua mengantar anak sampai ke jenjang pernikahan mungkin hanya dianggap sebagai tugas orang tua terhadap anaknya. Namun bagi kami yang dihantarkan, hal tersebut adalah anugerah karunia & kebanggaan. Kami sangat beruntung sekali bisa masuk ke jenjang pernikahan ini dihantarkan oleh Mama & Papa. Karena takdir Allah, bisa jadi orang lain mendambakan dapat menikmati anugerah  & karunia seperti kami dapatkan. Peran Mama Papa bagai oksigen murni pada setiap tarikan nafas kami, begitu lembut, sangat berharga & bahkan kami menyadari belum ada sesuatu apapun yang dapat menggantikannya.

    Kami sebagai anak merasa segala sikap, kata-kata ataupun perlakuan kami jauh dari sepadan untuk bisa membalas semua keberkahan yang telah kami dapatkan itu. Hanya ucapan Terima Kasih & DOA kami untuk Mama & Papa selalu dalam perlindungan dan kasih sayang Allah SWT.

    Kami masih mempunyai tugas untuk menyambung tali silaturahmi  yang sudah dijalin Mama & Papa selama ini. Tapi kami tetaplah sebagai anak, yang perlu arahan & bimbingan dari Mama & Papa, tegurlah kami ketika kami salah, peluklah kami dengan pujian ketika kami berprestasi, dukunglah & juga DOA Restu bagi kehidupan kami ke depan. Semua itu adalah sumber kekuatan bagi kami dalam langkah-langkah perjalanan hidup kami yang masih panjang.

    Untuk itu kami Mohon kepada Mama Papa, ketika sholat, dzikir, dan doa, agar kami selamat sampai ke tujuan kami menjadi insan bertaqwa, berguna bagi seluruh alam dan seisinya, serta membesarkan anak & cucu kami dengan prinsip dan nilai-nilai yang agung yang sudah diajarkan oleh Allah SWT & RasulnNYA, melalui Mama & Papa.

    Kami juga memohon Maaf kepada Mama Papa selama ini kami pernah berbuat kesalahan baik yg disengaja maupun yang tidak disengaja, kami pernah merepotkan, kami pernah tidak sepaham & berselisih pendapat dgn mama papa. Tapi hanya karena kasih sayang & keikhlasan Mama Papa yang mampu menjadi penawar atas segala yang telah kami perbuat selama ini. Untuk itu sekali lagi kami menghaturkan Permohonan Maaf kami dari lubuk hati kami yang paling dalam.

    Rasanya tidak cukup dengan kami bersimpuh di kaki Mama Papa untuk membalas semua kebaikan-kebaikan Mama Papa kepada kami. Hanya Allah SWT yang bisa membalas segala kebaikan yang telah Mama Papa berikan kepada kami semua. Semoga Mama Papa selalu dalam rahmat & kasih sayang Allah SWT.

    Amien.

     
  • ghifi 9:56 pm on September 5, 2009 Permalink | Balas
    Tags: , fasting, life, Ramadhan, submission, taqwa   

    Puasa Mencapai Ketaqwaan (Taqwa Way) 

    Assalammu’alaikum wr. wb.

    ramadhanSetelah Berpuasa melewati 15 hari, hal yang menjadi pertanyaan mendasar bagi kita adalah apakah sudah terjadi perubahan pada diri kita?  Atau apabila ternyata selama 15 hari pertama berpuasa tidak banyak ada perubahan berarti ada kesalahan mendasar pada puasa kita, hanya mendapatkan rasa dahaga dan lapar.   Seperti dalam sholat yang sudah pernah penulis kupas di waktu yang lalu (lihat: Khusyu’ Dalam Kehidupan)untuk mencapai kekhusukan penulis telah membahas megenai sholat dengan menggunakan kacamata sholat.  Maka dalam berpuasa juga harus menggunakan kacamata berpuasa agar dapat berpuasa dengan baik.

    Paradigma orang bertaqwa dalam berpuasa sangatlah penting agar kita tidak salah arah. الصيام (berpuasa) yang berarti memelihara atau menjaga atau menahan diri. Takutlah kamu pada hari kamu akan dikembalikan, QS 10: Yunus: 23. Puasa bisa juga diartikan sebagai rem pada benda yang bergerak, misalnya ambil contoh kalau di arab biasanya seekor kuda, ketika majikan menyuruh untuk berlari kuda tersebut menahan diri, maka orang arab sering memanggil kuda tersebut ‘kuda yang sedang berpuasa’. Rem tidak diperlukan untuk benda yang tidak bergerak.  Sebentar lagi kita akan menelaah inti dari puasa dan taqwa yang menjadi tujuan dari puasa.

    Seperti pada surat Asy-Syams ayat 9: Sungguh beruntung orang yang mensucikan di dalam dirinya karena di dalam tiap-tiap diri manusia ada yang disebut dengan kedurhakaan (Fujuuroha).

    Paradigma dalam berpuasa adalah taqwa. Taqwa itu ada grade-gradenya dan dapat diukur, apakah grade di tahun lalu lebih rendah, sama atau lebih tinggi dibandingkan tahun ini?    Salah satu poin yang penting dalam bertaqwa adalah beriman dengan yang ghaib.  Karena kita memiliki kecenderungan untuk tidak percaya dengan yang ghaib.  Ghaib dalam hal ini bukanlah magic, hantu, pocong, atau uka-uka yang seringkali dikaitkan dengan dunia ghaib dalam budaya kita.  Ghaib tentunya di sini adalah Allah Azza Wa Jalla.

    Dialah yang mengatur hukum kausalitas, hukum sebab akibat.  Semua yang ada di bumi dan langit adalah milik Allah Swt. Yang menghidupan yang mati dan Yang mematikan yang hidup, QS 10: Yunus: 31,  tubuh kita milik Allah Swt. itu berarti bahwa ketika kita merasakan rasa kantuk itu semua adalah karena Allah Swt. bukan karena bagian dari rutinitas tidur, dan Allah Swt -lah yang memberikan nikmat tidur di malam hari, begitu juga dengan saat kita melakukan rutinitas lain seperti makan, minum, ke kamar mandi buang air, berkendaraan, bekerja, dsb.  Paradigma kausalitas adalah ketika kita merasa seolah-olah semua milik kita, apapun yang saya lakukan adalah hak saya, mau itu berbuat kezaliman atau kedurhakan itu adalah hak Saya, karena Saya ini adalah milik Saya, tubuh saya adalah milik Saya.  Puasa berfungsi untuk menghancurkan paradigma kausalitas.  Allah Swt. yang memiliki segalanya, tubuh kita ini hanya titipan, ada hak dan kewajiban kepada Allah Swt.  Misalnya berbuat kebaikan, santun kepada istri dan anak bagi suami begitu pula sebaliknya, peduli lingkungan, menjaga kesehatan sehingga tubuh terpelihara karena hanya titipan, maka hal ini adalah indikasi kita tunduk kepada Allah Swt. melaksanakan apa yang diwajibkan oleh Allah Swt. begitu juga ketika tubuh ini menderita sebentar ketika tidak minum dan makan serta menahan diri dari berhubungan dengan istri di siang hari.  Sebagai seorang manusia kita harus sabar, dan dalam proses berpuasa kita merasakan ketidaksempurnaan kehidupan di dunia ini, dan hanya Allah Swt. yang menghilangkan lapar dan dahaga bukan makanan atau minuman yang setiap hari kita makan.

    Paradigma kausalitas hanya mengatur saya dan tubuh Saya atau Saya dan perbuatan Saya, sedangkan paradigma taqwa mengatur Saya, Allah Swt. dan tubuh Saya atau perbuatan Saya.  Allah Swt. yang memiliki tubuh Saya dan Saya hanya dititipin untuk menjaga dan melaksanakan perintah-Nya. Analoginya ketika kita bersilaturahmi ke seorang teman, dan kemudian kita melihat-lihat rumahnya melihat pemandangan letak perabotan yang kurang srek kemudian kita mengatur perabotan yang ada di rumah tersebut,  tentunya si empunya akan marah besar karena rumah itu adalah rumahnya.  Begitu juga dengan tubuh kita, Allah Swt telah menurunkan kitab Al-Quran dan Hadist melalui Rasulullah Saw. untuk mengatur kehidupan manusia agar sesuai dengan Sunatullah.  Maka puasa berfungsi sebagai rem paradigma kausalitas.  Janganlah kita terjebak dalam seremonial kausalistik dalam berpuasa atau terjebak dalam rutinitas.  Paradigma taqwa adalah semua ini baik apa-apa yang ada di dunia dan langit  adalah milik Allah Swt. maka kita tunduk kepada perintah-Nya.

    Demikian itulah hakikat dari iman kepada yang ghaib yang terefleksikan di dalam kehidupan.  Semua apa yang kita lakukan, makan minum, ke toilet buang air atau setelah buang air, sebelum tidur setelah tidur, keluar rumah, di dalam kendaraan, dalam bekerja adalah semuanya karena Allah Swt.  untuk itulah kita berdoa minimal ketika akan memulai suatu pekerjaan atau aktivitas mengucapkan Bismillah dan selesai melakukan suatu pekerjaan atau aktivitas mengucapkan Alhamdulillah. Pada hari ini kita berpuasa juga karena Allah Swt. bukan karena rutinitas, kita tidak tahu kapan kita akan menghadap kepada-Nya,maka lakukanlah semua ini karena Allah Swt.

    Wallahua’lam bishowaab

    Disadur dari ceramah uztad Arifin Jayadiningrat

     
  • ghifi 9:46 am on July 25, 2009 Permalink | Balas
    Tags: downshifting, , life, marketing   

    Marketing Therapy di Masa Krisis 

    Assalammu’alaikum Wr. Wb.

    slow down downshiftingDengan persaingan bisnis yang sangat sengit seperti ini, adalah sangat berat apabila dalam berbisnis kita hanya mengandalkan strategi menjual produk-produk komoditas, misalnya kalau di perbankan ada produk tabungan, deposito, rekening giro, asuransi, kredit korporasi/komersial, maupun jasa-jasa yang seperti jasa pembayaran maupun transaksi/transfer antar bank terutama sekali menghadapi pasar yang secara terpaksa mengalami downshifter.

    Definisi downshifter sendiri ada dua, yaitu yang secara voluntary(sukarela) dimana nasabah ini memiliki perilaku untuk mengurangi konsumsi dan untuk hidup lebih sederhana. Kehidupan yang menurut riset di negara-negara maju seperti di Australia dan Amerika Serikat di mana nasabah seperti ini mengurangi jam kerja atau memilih pekerjaan dengan bayaran lebih rendah atau bahkan berhenti bekerja dan memilih berbisnis sendiri dengan tujuan untuk  memiliki waktu lebih bersama keluarga (35%), memiliki gaya hidup yang lebih sehat (27%), mencari keseimbangan dalam hidup (komunitas)  (16%). Nasabah seperti ini terbiasa bekerja keras di masa lalu ketika ekonomi bertumbuh, namun dia harus mengorbankan waktunya bersama keluarga, atau melakukan sesuatu yang dia sukai, atau  bahkan mulai dari  pertengkaran-pertengkaran kecil di dalam keluarga sehingga mengalami perceraian, atau kehilangan anggota keluarga dekat, mendapatkan penyakit serius, atau ketika usahanya mengalami kebangkrutan.   Yang apabila ditimbang-timbang sebenarnya antara biaya yang dikeluarkan (kuantitatif & kualitatif) dibandingkan dengan keuntungan yang didapat tidak setimpal. Downshifting tipe ini bertujuan untuk ‘upshift‘ area kehidupan selain dari pekerjaan orang tersebut.  Di negara maju terutamanya, downshifting sudah menjadi core belief dan kita akan bicara banyak mengenai hal ini.

    Downshifting tipe yang kedua adalah merupakan kondisi yang memaksa, terutama pada saat krisis, banyak orang kehilangan pekerjaan atau mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lebih kecil, sehingga mereka dengan terpaksa mengurangi konsumsi.  Untuk tipe ini barangkali sangat relevan di negara-negara berkembang atau yang terimbas krisis seperti di republik ini ketika banyak perusahaan yang berorentasi ekspor mengalami downsizing bahkan kebangkrutan, sehingga harus mengurangi jumlah pekerjanya.

    Penulis melihat bahwa downshifting tidak berarti konsumsi masyarakat menjadi berkurang, ini hanya menandakan bahwa mereka memindahkan alokasi konsumsi mereka dan ini juga berarti bahwa sektor UMKM makin berkembang pesat karena banyaknya orang-orang yang tadinya berstatus pegawai, kemudian mereka banting stir mencoba untuk membuka usaha kecil-kecilan lewat sektor informal, dan tentunya  kesempatan untuk berbisnis ini muncul ketika krisis karena bisa jadi adanya downshifting, ditambah mereka mencari alternatif pendapatan serta biaya untuk memulai bisnis biasanya juga lebih murah.

    Para downshifter biasanya akan mengkonsumsi lebih sedikit dan pindah ke rumah yang lebih sederhana untuk mendapatkan hidup yang lebih baik, lebih sehat, dan lebih bahagia.  Penulis pernah menulis bahwa materialisme tidak membawa kebahagiaan, dan begitu banyak downshifter tipe satu dan tipe dua yang ada di republik ini.  Ini adalah kesempatan emas bagi pelaku bisnis untuk memberikan solusi, jemput bola kebutuhan para nasabah downshifter ini.Downshifting to enjoy life revised

    Hal ini harus disikapi dengan dewasa oleh pelaku bisnis, karena bisa jadi sumber daya manusia tidak siap menghadapi hal-hal seperti ini, mereka bisa jadi demotivasi karena beranggapan bahwa bisnis masih suka saling membajak sumber daya manusia dari pesaingnya dan fokus pada produk-produk yang dimiliki bahkan masih banyak cemooh bahwa pelaku bisnis hanya mencari keuntungan jangka pendek saja tidak peduli akan live and soul dari organisasinya.

    Namun dalam visi untuk membentuk ke depan, perilaku konsumen dan perubahan lingkungan harus terus menerus menjadi perhatian, sebenarnya solusi apa yang paling sesuai dengan pasar dan kemampuan bisnis itu sendiri.

    Marketing therapy sebenarnya adalah suatu metode untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) suatu organisasi untuk menghadapi perubahan perilaku nasabah yang berlangsung terus menerus.  Self assessment (melalui psichology/cognitive questionnaire yang dapat diadopsi dari beberapa sumber(1) ) kepada tim sales/marketing harus dilakukan bukan untuk menguji personaliti kita tetapi lebih seperti semacam coaching atau pun focus discussion group untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan tim, dan bagaimana untuk menterapi agar ghiroh dalam berjuang menjadi lebih tinggi sesuai dengan core belief, visi dan misi organisasi.

    Core Belief

    Sebagai contoh semakin banyak orang minta fotonya diulang! Dalam era digital dewasa ini, orang-orang kita punya kebiasaan baru, yaitu senang berfoto. Perhatikanlah isi tas teman-teman kita.  Umumnya mreka punya kamera digital, baik berupa mini camera atau kamera yang ada di ponsel mereka. Lantas perhatikanlah, mengambil gambar sama yang sama berkali-kali. Sekali gambar diambil mereka melihatnya di layar monitor. Mengapa mereka mengambil foto diulang-ulang?  Benar, karena gambarnya kurang bagus. Kelebihan cahaya, kurang sinar, terlalu gelap, atau mereka minta diulang karena tidak puas melihat wajahnya tidak bagus di dalam layar monitor.  Entah terlihat murung, kurang senyum, mata merem, kurang gagah, tidak cantik, terkesan galak, pokoknya mereka tidak menyukainya. Penulis sering bertanya, wajah siapa yang pertama-tama Anda lihat begitu foto bersama bisa dilihat hasilnya? Jelas sekali, tentu wajah kita sendiri bukan? Manusia mengatakan sebuah foto itu bagus atau jelek, minta diulang atau tidak, bukan karena wajah teman-temannya, melainkan karena wajahnya sendiri yang terlihat kurang bagus.

    Diri kita adalah kepribadian kita.  Demikian pulalah dengan belief (prinsip) kita.  Ia merupakan potret bagi diri kita.  Kalau foto itu bagus, Anda ingin melihatnya berulang-ulang dan ingin kita berikan kepada teman-teman, kita tampilkan ke dalam blog, facebook, flickr, picasa, dan situs-situs lain di dunia maya. Kita berpikir mereka semua menerima kita karena potret kita bagus dan menarik.  Kita ingin semua orang bilang kita cantik/ganteng, smart, ceria, dan seterusnya.  Kita punya rasa percaya diri dan Kita merasa diterima.  Kita punya ekspektasi positif dari belief yang positif.  Sebaliknya kalau potret itu tidak begitu bagus, wajah kita terlihat melotot, tidak simetris, judes, bodoh, arogan, dan sebagainya dapat membuat kita khawatir orang akan menjauh dan tak menginginkan kita.  Kita sudah memproyeksikan bahwa orang akan mengejek, menghina, menjauhi, dan meyulitkan kita.

    marketing psychotherapyPotret diri itu adalah identitas kita.  Demikian pula belief kita. Ia adalah identitas kita. Belief mencerminkan diri kita yang sebenarnya.  Kalau ia bagus dan menarik, ama kita percaya bahwa kita akan disenangi.  Sebaliknya kalau ia tidak simetris, banyak masalah dan ketakutan, ancaman dan kesulitan-kesulitan, ia mengingatkan kita akan kemungkinan penolakan, ketersinggungan, kebencian, penyingkiran, kegagalan, dan sebagainya.

    Kalau belief kita cerah dan bersemgangat, kita akan menyatakan sebaliknya.  Kita mebayangkan dunia yang indah-indah.  Penjualan yang naik terus, orang-orang bisa mendapatkan pekerjaan, keluarga mereka bahagia, anak-anak mereka dan anak-anak kita bisa bersekolah tinggi, dapat membiayai pemeliharaan kesehatan, semua orang mendapat bonus, kita bisa mencicil rumah dengan tenang, orangtua naik haji dengan nyaman, memperoleh tanda penghargaan, diterima baik oleh tetangga dan teman-teman.

    Dengan gambaran yang demikian, kita akan menurunkan aturan: Jangan menyerah, maju terus, dunia bisa lebih indah kalau saya mengubahnya, krisis tidak terjadi di sini karena saya ada. Jadi belief itu akan mengantarkan kita ke mana hidup kita kendalikan.  Ia akan menarik orang-orang yang sepaham dan bergerak berirama menuju satu tujuan, apakah membuka pintu surga atau menutupnya, ke surga atau ke neraka, ke arah bahagia atau penderitaan.

    Bagi para manajer, ini adalah kesempatan untuk menata kembali tim sales dan marketingnya untuk melakukan assessment menggunakan metode ini untuk mencocokkan core value para pegawai dengan core value perusahaan dan apabila ada mismatch maka harus ada perbaikan (dalam bentuk therapy psikis) bisa dalam bentuk aktivitas untuk menguatkan kinerja tim atau komitmen antara atasan dan bawahan atau antara perusahaan dengan pegawai, atau penugasan dan lain sebagainya yang semuanya bertujuan  melakukan matching dengan core value perusahaan, namun apabila langkah-langkah ini gagal dilakukan tentunya manajer dapat mengambil cara-cara lain seperti rotasi dan rolling di dalam organisasi sesuai dengan kompetensi dan ghiroh para pegawai untuk memastikan keefektifan sebuah organisasi.

    Tak dapat dipungkiri bahwa dunia ini terus berubah, dibentuk dan dipertajam oleh seluruh makhluk yang mendiami bumi ini.  Maka, tak ada kata kunci lain selain ikut berubah, menyesuaikan diri, atau beradaptasi. Bila tidak, bersiaplah untuk dilindas oleh perubahan, seperti halnya dinosaurus yang telah punah. Kita sudah menyaksikan sendiri betapa berbahayanya menahan perubahan.  Itulah yang dialami bangsa ini beberapa kali berturut-turut dalam 40 tahun terakhir ini. Ini dialami oleh para penguasa politik, presiden, pemilik perusahaan, pemilik merek-merek, dan tokoh-tokoh masyarakat tertentu yang selalu menyuarakan perlawanan daripada ikut bergulat dalam perubahan.  Saat alam berubah demikian pula hukum-hukumnya. Maka kita tidak bisa memakai hukum yang sama untuk menghadapi medan yang sudah berubah.

    Barangkali untuk menghadapi krisis ini dibutuhkan play book (buku pedoman bermain) atau text book yang baru yang berasal dari hati dan pikiran yang benar-benar murni.  Kita memulai melalui marketing therapyyaitu mengajak kita untuk melakukan therapy pada pasukan pemasaran kita agar lebih siap menghadapi krisis dengan keyakinan teguh untuk menang.

    Wallahua’lam bishowaab

    Referensi: Marketing in Crisis oleh Rhenald Kasali

    (1) Comprehensive handbook of personality and psycopathology

     
  • ghifi 7:36 am on July 18, 2009 Permalink | Balas
    Tags: , Hadist, , life, prayer, Religious Thought, sholat   

    Khusyu’ dalam Kehidupan 

    Assalammu’alaikum wr. wb.

    khusyukMenyambut isra’ Mi’raj penulis mendapatkan nasihat yang sangat luar biasa yaitu mengenai “Khusyuk dalam Kehidupan” yang diberikan oleh teman tercinta penulis Uztad Arifin Jayadiningrat.  Uztad Arifin merupakan teman lama penulis ketika sama-sama belajar di Cairo, Mesir.  Kebetulan waktu itu penulis berada dalam satu kost dengan sang uztad.  Beliau memang sangat energik dan merupakan seorang aktivis, begitu berbeda dibandingkan kebanyakan pelajar di Cairo pada waktu itu.

    Beliau membedakan dua pemahaman khusyuk, pemahaman di masa lampau (textual) dan pemahaman pada hari ini (textual dan contextual).  Pemahaman di masa lalu adalah agama yang dipahami melalui pendekatan budaya, sedangkan pemahaman hari ini adalah pendekatan berdasarkan desain Al-Qur’an dan Hadist, sehingga lahirlah khusyuk yang kita lama kenal yaitu khusyuk di dalam sholat karena memang kata-kata khusyuk ada di dalam sholat.  Berbeda dengan pemahaman berdasarkan desain Al-Qur’an dan Hadist bahwa pemahaman khusyuk harus secara menyeluruh.

    Khusyuk menurut Al-Qur’an dan Hadist dapat memiliki makna seperti ‘tunduk merasa hina atau tunduk rasa takut’, ‘lembut hati /tunduk’, ‘merendahkan’, ’sifat ideal dalam hidup’, ’sholat’, ‘doa’, atau ‘rendah hati’ (1).  Pada intinya khusyuk tidak hanya dalam sholat tapi dalam total kehidupan.

    Khusyuk itu Mudah

    Untuk mencapai tingkat kekhusyukan sesuai desain Al-Qur’an dan Hadist tidaklah susah seperti yang dibayangkan karena Allah Swt. menghendaki agar dalam beribadah itu haruslah mudah.  Sebagai contoh seorang anak yang belum bisa naik sepeda melihat temannya yang sudah bisa naik sepeda atau bahkan sepeda motor dengan baik menjadi bertanya-tanya,” Gimana sih kamu bisa naik sepeda dengan lancar?” sedangkan anak yang sudah lancar bersepeda dengan ringan menjawab,”Ya yang penting latihan aja!” Coba sekarang bayangkan pertanyaan itu dilontarkan oleh orang yang sudah dewasa kepada anak yang sudah bisa bersepeda, maka Anak tersebut akan menjawab,”Sudah sebesar ini belum bisa bersepeda?” dengan pertanyaan yang penuh keheranan.

    Hal ini juga berlaku kepada kita yang sudah dewasa tetapi untuk sholat khusyuk aja susah! Menurut hadist riwayat Muslim, pernah Rasulullah Saw. meminta salah seorang sahabatnya untuk melakukan sholat dengan khusyuk, dan setelah 3 (tiga) kali mencoba sahabat tersebut masih diminta Rasulullah Saw untuk mengulang, maka Sahabat tersebut menyerah dan meminta petunjuk Rasul.  Rasul mengajarkan bahwa dalam melakukan sholat harus sabar tidak boleh terburu-buru sepertinya terkena bisikan setan untuk mengejar rutinitas duniawi, dan  tidak memungkinkan orang tersebut untuk melaksanakan sholat dengan khusyuk. Coba bayangkan kalau Rasulullah Saw. masih hidup dan melihat kita sholat kemudian Beliau memanggil kita dengan lembut, serta berkata,”Wahai Saudaraku yang Aku cintai, sepertinya  sholat Akhi/Ukhti masih belum khusyuk, mohon untuk bisa diulang kembali.”  Berarti selama bertahun-tahun sholat kita tidak pernah benar!!!  Sungguh memprihatinkan mudah-mudahan kita semua bukan salah satu diantaranya.

    Pendekatan Holistik (Menyeluruh)

    sholat-khusyukPendekatan kepada khusyuk harus secara holistik, bahwa khusyuk dalam sholat tidak hanya bisa dicapai dengan pelatihan sholat khusyuk yang pelatihannya itu sendiri cukup mahal karena harus membayar Rp 2,5 juta misalnya. kekhusyukan seharusnya mudah dan bisa menjadi bagian dari perilaku kita di dalam kehidupan ini. Menurut Uztad Arifin kita harus lebih sering dan barangkali sesering mungkin untuk membiasakan diri melakukan ‘deep thinking’ dalam melihat apapun, ketika kita makan atau minum, ketika kita mempelajari tumbuh-tumbuhan, bergaul dengan lingkungan di sekitar, dan lain sebagainya. Sebagai contoh Allah Swt. menundukkan malam untuk kita agar kita dapat beristirahat, dan waktu ini tidak bisa digantikan dengan tidur di siang hari.  Tidur di siang hari malah membuat kita pusing, dan kalau kita bisa melihat kebesaran-Nya, maka kita memahami tanda-tanda (kekuasaan) Allah Swt.  Begitu banyak tanda kebesaran-Nya (2).

    Kemudian tambahnya lagi, pikirkan kebesaran keagungan Allah Swt. Yang Maha Hebat!!! dan Melihat diri kita sebenarnya tak punya daya apa-apa.  Gunung saja yang merupakan ciptaan Allah Swt. sebagai makhluk paling besar di bumi ini hancur berkeping-keping karena khusyuk kepada Allah ketika menerima ayat-ayat Al-Qur’an Al Karim.  Namun, hati manusia yang bisa jadi lebih keras daripada gunung-gunung batu ciptaan Allah Swt. dengan deep thinking akan menjadi lembut dan akhirnya dapat mencapai khusyuk dalam kehidupan.

    Yang kedua menurut Uztad, biasakanlah untuk melihat kehidupan kita selama di dunia hanya sementara dan sebentar, hanya ujian untuk menuju kehidupan yang abadi.  kehidupan ini hanyalah pembekalan untuk menuju ‘kehidupan baru’ setelah kematian.  Jangan seperti yang disebut di QS 57:16 bahwa hati manusia menjadi keras karena ingin hidup panjang di dunia tidak pernah memikirkan kebesaran Allah Swt. atau ciptaan-Nya, rutinitas menjadi Tuhannya.  Tapi jadilah seperti Yahya di QS Al-Anbiya’:90 dimana beliau berdoa kepada Allah Swt. dengan penuh harap dan cemas untuk selalu mengarapkan-Nya setiap saat dan merasakan bersama-Nya. Khusyuk adalah merasakan betapa kita membutuhkan pertolongan Allah Swt. setiap saat dalam kehidupan, sehingga dengan membiasakan hal ini maka akan dapat memahami konsep dzikir dalam kehidupan.  Maka setiap saat kita akan mendekatkan diri kepada Allah Swt. melalui dzikir, ketika keluar dari kamar mandi, sebelum dan sesudah makan, sebelum dan sesudah bangun tidur, dalam perjalanan, pekerjaan, bahkan ketika hubungan suami dan istri!  Sehingga otomatis hati kita (yang lembut) akan bergetar kita disebut nama Allah Swt.

    Rasulullah Saw. juga berdoa yang isinya:”Ya Allah Kumohon kepada-Mu, iman yang tetap, keyakinan yang membenarkan (jujur), ilmu yang bermanfaat, hati yang khusyuk, lisan yang selalu berdzikir. Dan Kumohon ampunan, kesehatan, keselamatan yang tetap baik di dunia dan di akhirat.”

    Kalau kita mencoba membaca ayat-ayat di Al-Qur’an Surat Al Imron 3: 189 – 191 Ingat Allah (Dzikir) dalam keadaan berdiri, duduk atau berbaring adalah melakukan dzikir dalam hidup kita secara total karena manusia hanya salah satu diantara tiga yaitu berdiri, duduk atau berbaring.  Dengan kata lain dzikir berkaitan dengan  khusyuk aktif yang dilakukan setiap saat.

    Satu kesimpulan besar bahwa khusyuk terdiri dua perilaku yang sangat penting mendukung kesuksesannya yaitu mengenal (Iqro’ atau deep thinking) yang merupakan bagian dari rukun Iman  yang diikuti dengan dzikir (pasrah dan mengingat) bagian dari rukun Islam.

    Khusyuk Selama Hidup di Dunia dan dalam Sholat

    “Negeri akhirat itu (sorga) Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri (khusyuk) dan tidak berbuat kerusakan di bumi. Dan kesudahan yang baik (surga) bagi orang-orang yang bertaqwa”(3)

    sabar dan sholat“Minta tolong (kepada) Allah dengan sabar dan sholat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’ ” ,kemudian di akhir ayat, “(yaitu) Orang-orang yang meyakini bahwa mereka menemui Tuhannya (Robb) dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.”(4) Kalau kita ingat musibah yang menimpa republik ini kita merasa butuh kepada Allah Swt. melalui deep thinking dan berbuat kesabaran (sholat dan sabar yang menjadi kesatuan).  Kemudian kita berdialog/bertemu dengan Allah Swt. seperti Mi’roj (di Sidratul Muntaha yang merupakan bagian dari Tauhid Rububiyah dan kemudian memahami bacaan sholat).  Lalu kembali ingat kematian ketika sholat berakhir.  Semua rangkaian ini menyebabkan kita kembali ke titik nol (kehambaan) yang menyebabkan tunduk/merendahkan/merasa hina tidak berdaya karena merasakan kebesaran dan kekuasaan Allah Swt.

    Sebagai kesimpulan ada tiga step dalam mencapai kekhusyukan dalam sholat:

    1. Deep Thinking (Tauhid Rububiyah)
    2. Kemudian mengagungkan asma Allah Swt. (tauhid Uluhiya) bahwa Allah Swt. pencipta alam semesta (robbul ‘aalamiin)
    3. Mengingat diri sendiri (penghambaan) dan merendahkan serendah-rendahnya sampai titik nol (0) → khusyu’ yang merupakan pembangunan karakter / akhlak

    Wallahua’lam bishowaab

    Referensi: Materi Khusyu’ dalam Kehidupan oleh Arifin Jayadiningrat

    Wallahua’lam bishowaab

    Footnotes: (1)  QS 20:108, QS 57:16,QS 17:109,QS 59:21,QS 23:2, QS 2:45, QS 21:90, QS 3:199, QS 33:35, QS 42:45,QS 54:7,QS 41:39, QS 68:43, QS 70:44,QS 79:9,QS 88:2

    (2) QS 16: 10-19

    (3) QS 28: 83

    (4) QS 2: 45-46

     
  • ghifi 4:50 pm on June 29, 2009 Permalink | Balas
    Tags: active learning, constructive learning, discovery learning, , life   

    Inquiry Based-Learning (Pengembangan Active Learning) 

    Assalammu’alaikum wr. wb.

    Saya & istri saya sangat berbahagia ketika anak kami satu-satunya lulus dari kelas TK B dan sudah diterima di SD yang sama.  Walaupun umur Anak saya ini masih tergolong kurang, yaitu  5 tahun 10 bulan, untuk dapat diterima di sekolah SD terutama SD negeri, namun Alhamdulillah menurut hasil assessment dan rapor dari guru TKnya perkembangan anak saya cukup memuaskan.

    SD anak saya ini termasuk baru sehingga baru memiliki 2 kelas untuk Kelas 1. Masing-masing kelas terdiri dari 20 murid. Sekolah ini memiliki 2 lantai, di lantai 1 terdapat dua kelas, kolam renang tidak terlalu luas namun mencukupi, dan sedikit halaman untuk bermain anak-anak (mirip sebuah rumah).  Lantai 2 terdapat ruang gamelan, komputer, dan perpustakaan.  Sekolah SD ini adalah menggunakan sistem bilingual & menitikberatkan pada pelajaran akhlak berbasikan agama Islam.

    Satu hal yang pernah dipresentasikan oleh Ibu Kepala sekolah bahwa SD anak saya akan menggunakan metoda pembelajaran yang disebut dengan Inquiry Based-Learning dimana sistem pembelajaran harus didasarkan kepada pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh para murid, dan guru pada sistem ini memiliki tugas tidak memberikan pengetahuan namun dia memfasilitasi anak untuk dapat menemukan pengetahuan itu sendiri.  Sehingga guru menjadi seorang fasilitator dibandingkan sebagai sumber pengetahuan.

    Metoda ini dikembangkan sejak tahun 1960, dan dikembangkan karena adanya kegagalan metode lama dimana seorang murid harus banyak menghafal materi-materi yang diberikan.  Inquiry based-learning merupakan metode belajar aktif dan murid akan diassess seberapa kemajuan yang dicapai oleh seorang murid dalam hal kemampuan eksperimen dan analisisnya dibandingkan daripada seberapa banyak ilmu pengetahuan yang dimiliki.

    Salah satu komponen yang penting pada inquiry based-learning adalah open learning, yaitu tidak ada target atau pencapaian tertentu yang harus dicapai oleh seorang murid.  Seorang murid tidak diberitahukan hasil dari sebuah eksperimen dan murid melakukan eksperimen untuk melakukan konfirmasi, namun seorang murid dibiarkan untuk melakukan penemuan oleh mereka sendiri mengenai eksperimen yang dilakukan, atau bisa saja guru memberikan semacam petunjuk untuk mendapatkan hasil yang diinginkan tanpa harus secara eksplisit memberitahukannya kepada anak didik.  Open learning sangat penting akan tetapi skill open learning cukup sulit untuk dipelajari oleh seorang pendidik.

    Beberapa keuntungan open learning, yang berarti bahwa murid-murid tidak melakukan eksperimen yang sifatnya rutin, namun ada ruang untuk melakukan analisa hasil yang mereka dapatkan dan maksud apa yang mereka dapat.  Pada proses pembelajaran tradisional murid-murid memiliki tendensi bahwa eksperimen ’salah’ ketika memberikan hasil yang berbeda dengan hasil yang diinginkan oleh si pendidik.  Dalam open learning tidak ada hasil yang salah, murid akan melakukan evaluasi kekuatan dan kelemahan hasil yang mereka dapat dan mempertimbangkan nilainya kepada mereka.  Dalam hal ini rute yang ditempuh oleh open learning tidak pasti, dan lebih menarik dan tidak mudah diprediksi dibandingkan metoda pembelajaran tradisional.

    Kesimpulan

    • IBL menekankan ide-ide konstruktif dalam belajar, ilmu pengetahuan dibangun dalam bentuk step-step, sangat cocok untuk pembelajaran dalam bentuk grup.
    • Pendidik (guru) tidak memberikan ilmu pengetahuan, namun berfungsi sebagai fasilitator untuk membantu murid-murid belajar sendiri.
    • Topik, permasalahan untuk pembelajaran, dan solusi terhadap permasalahan ditentukan oleh para murid bukan oleh pendidik.

    Wallahua’lam bisshowaab

    Sumber: wikipedia

     
    • rollerfebaybe 4:29 am on Juli 18, 2009 Permalink

      Hey

      I like Your site. It is interesting. Do You have RSS I want to add to my favorites.
      Let me know when it will be ready. Kee it UP.
      See You O Szczecin Hotele

  • ghifi 12:42 am on June 26, 2009 Permalink | Balas
    Tags: happy birthday, life, Life Relfection,   

    Life as I Know it (Aspiration, Pray, Work, and Love) 

    Assalammu’alaikum wr. wb.

    End of this month I am gonna celebrate my 3,5 decades of life & the journey of living. It’s been historical (to me), about which unfortunately I didn’t write  so much in the past (and perhaps just a glimpse today),  so my recollection of the past event remained hidden in the treasury of my life.  I really believe that I &  my generation are facing a very challenging time today,  so much going on that you can hardly name,  yeah you know what I’m talking about, but even worse that  every now and then money (and the derivation of it) is growing to become a much  higher stake  in life (Some said, “money is not everything in life but you need money to live — what an irony!) and I wish I could get away from it.  People everywhere are feeling the pinch of the situation to a degree I have never seen before. Happiness is a rare word, Idealism is far too complex to understand.  But in fact these 2 (two) concepts can be built upon true aspirations.  But somehow  we can and will  work our ways up to close in the gap between the reality and the true aspirations.  And for that, I am thankful and  the next best thing there is for me  is to moving forward, and  realizing that  my family is the (not  the ’only’) reason I could think of that I’m here.

    birthday-wishes-from-mickey-mouseHowever, it’s always a different story of the new ‘G’,  speaking of which when I talk about my child, she is so bright and smooth especially on exploring a new world of living, well…starting with my gadgets, with which she can play a music (I meant music instrument), video, games, and make a quick call to me, though her writing is  still limited. She developed 3 (three) languages (not counting my mother tongue) and I was so pleased that her aspirations were musics, arts, and  books.  For me personally, books are like my best friend, cause thru it I can have insights, without any coercion, or any indoctrination  I was also  so glad that my only child already entered her 1st year of the elementary school,  which  means her golden years of early development is coming to a more mature phase.  I can’t wait to see her embracing the future, and I will be on her side making sure that she can deal with new things.

    Honestly, for me career in the office is important but  is not so important as my family, seeing  my child  growing up with her full potential and watching her development makes my life rich. Seeing other children also touch my heart deeply, perhaps in the future I would involve more on child development and education cause I think this is the field that will decide the future of a generation.  Witnessing my child’s life has become the reflection on my life, and I wish I could be this way when I was a child.  But like I said, it’s all about moving forward that really matters, looking my life back was just a mere mirror reflection & learning to improve my life through the life of my child is also the other reason I’m here.

    Work is everything that you do for life, but it’s not the only thing.  I believe my work should benefit to the world no matter how small it is, it is not about life recognition, it is not about pride of life, but it is about what I have done for my own life.  The good things about routines are teaching me about discipline and habit of persistence, but it can only go so far,  also  when I was caught with routines, it was quite hard to look work in different perspective, it was like I had to do it for not so obvious reasons. As a person, I want to look back and be proud of what I have done. From there,  I created the culture of my own, a good fundamental to move on and not being trapped by the cycle of life, if you know what I mean.

    Allah Swt. comes to me thru His creation and His Words of prayer, and when I saw God in action I felt amazed, an indescribable feeling, even going beyond my comprehension. I thought I had to elaborate those actions so I can understand better and I could spend each and every moment of my life just to comprehend them more.  However, I’m still puzzled sometimes  (perhaps in a democratic way)  that for some people of having difficulty to understand the simple idea of His existence. Aside from that the God is like an abstract idea, lots of other gods manifest themselves, for instance the  god of  materialism (you can name like work ‘in some respect’, money ‘an easy scapegoat’,  and human lust ’in many forms’) and  logical thinking, they  have presented a greater challenge to the idea of God (to make the matter more complex when religions have become sources of conflicts among us).  These gods have reached a whole new sophistication, even I have avoided talking in regards, when everybody else doesn’t give a damn to it.

    In addition, I believe a good marriage is built upon a good communication with my spouse. Trying to share on ideas, story oflove12 other success, concern, sometimes frustration,  or merely just be a good listener are the things that we communicate each and everyday. I’m thankful that I have a luxury of time being together, unlike others whom I saw are  separated either by their works or duties they can’t avoid not to. Some say what important in marriage intimacy  is a quality time, but I think a quality without a quantity is nonsense. I believe that my partner is helping me to understand the world better, it’s like sailing onto one’s ship, without understanding one another it’s highly unlikely that we can survive the storm and the ship could sink anytime.  For me it is still long journey to come, anything can happen, but I learn each and everyday that it is us who decide our destiny not the external condition that we are all experiencing.  It needs a good character, a really good one, a character built on trust and integrity that help us overcome problems we face our whole lives.

    The universe of my spouse is to see others being happy.  She always try to find a way to make other people surrounding her change for the better and I always encourage her to write her aspirations no matter how little it is.  It is really not an easy task doing service improving other people quality of lives.  But in the business of services, I guess helping people around us  is part of the  job description.

    Speaking of a material world, not everyone care on the idea of helping others,  but for me nowadays I learn to see whenever people are sincere  enough, especially by  the looking of their eyes, as if I dived deeply into the center of their hearts (since eyes are the windows of the heart), so I can distinguish between a meaningful eyes and empty one, perhaps the empty one is the only way to know whether people like or dislike, agree or disagree, care or not with you,  no more and no less –it’s that simple.  Sometimes, I did not believe on my ability to see through people’s hearts, but from time to time I embrace this development  through my life.  Perhaps the reason for this, is that I always try to remind myself for the good and positive things, the more positive I am the more I can see negativity around others, it is not a magic, it’s just a reflection of something you adore so much.

    Life conflict is something I try to circumvent from others, when I sense it I know that I have to retreat or if not possible, try to go around with what I call it ‘a zero sum game’, so the fire will never go out of hand easily.  Even worse, sometimes I was between conflicts of two different sides. What I did is to agree on whatever they were trying to do, but what was different is how I handle on doing the job, making sure that this conflict didn’t go anywhere but to themselves.  Well, I believe being a good leader must have a sense of a conflict within his/her people, and work around to try resolving subtle matters. It is fascinating to learn what people really care and agree on anything in this ordinary life.

    My life story are still going on, and I hope that my aspirations grow up next year so I can still talk about my life, and the story book of my life surely will not come to an end, until then…

    Happy Birthday…birthday_candles

     
c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
balas
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
esc
batal